Connect with us

Bencana

115 Dokter Gugur, Buya Syafii WA Presiden: Bangsa Ini Bisa Oleng

Published

on

Spread the love

Sumatera, (14/09/2020), Suarametropolitan.com – 115 Dokter Gugur, Buya Syafii Maarif sangat prihatin. Karena itu dia berkirim pesan lewat WhatsApp ke Presiden Joko Widodo. Mengutip media PWMU.CO, Penulis/Editor Mohammad Nurfatoni

– Tim Mitigasi Dokter Pandemi Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia merilis jumlah dokter yang meninggal karena Covid-19, Sabtu (12/9/2020).

Ada 115 dokter yang sudah meninggal dunia. Terdiri dari 57 dokter umum, 51 dokter spesialis, dan 7 guru besar.

Mereka tersebar di Aceh (2), Banten (1), NTB (1), Papua Barat (1), DIY (2), Kepulauan Riau (2), Riau (1), Kalimantan Timur (3), Sumatera Selatan (4), Kalimantan Selatan (4), Bali (4), Sulawesi Selatan (6), Jawa Tengah (8), Jawa Barat (11), DKI Jakarta (15), Sumatera Utara (21), dan Jawa Timur (29).

Sementara itu data yang dihimpun Kompas total kasus Covid-19 di Indonesia per Sabtu (12/9/2020) pukul 16.15 WIB: positif (214.746), dirawat (53.638), meninggal (8650), dan sembuh (152.458).

Data sebaran dokter yang meninggal dunia di Indonesia per Sabtu, 12 September 2020.

Buya Syafii WA Presiden

Fakta tersebut membuat prihatin banyak kalangan, termasuk bagi Prof Dr Ahmad Syafii Maarif—atau yang akrab disapa Buya Syafii.

“Jika begini terus, para dokter bisa punah. Bangsa ini bisa oleng tanpa dokter yang cukup,” ujarnya pada PWMU.CO, Ahad (13/9/2020) pagi.

Bahkan Buya Syafii sempat berkirim pesan WhatsApp (WA) Ahad pagi ke Presiden Joko Widodo agar lebih memperhatikan persoalan ini.

Berikut isi WA Ketua (Umum) Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 1998–2005 itu.

Yang Mulia Presiden Republik Indonesia

Sebagai salah seorang yang tertua di negeri ini, batin saya menjerit dan goncang membaca berita kematian para dokter yang sudah berada pada angka 115 pagi ini plus tenaga medis yang juga wafat dalam jumlah besar pula.

Pak Presiden, mohon diperintahkan kepada Menteri Kesehatan dan jajarannya untuk berupaya semaksimal mungkin menolong nyawa para dokter ini. Jika begini terus, bangsa ini bisa oleng karena kematian para dokter saban hari dalam tugas kemanusiaannya di garis paling depan.

Terima kasih Pak Presiden.
Ahmad Syafii Maarif

Redaksi

Foto: Tangkapan layar

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bencana

Pekan Vaksinasi COVID-19 sebagai Akselerasi Pencapaian Target Vaksin di Sumut

Published

on

Spread the love

 

Medan, Suarametropolitan.com –10 Februari 2021.

“Vaksinasi Massal Provinsi Sumatera Utara ini, merupakan salah satu langkah untuk melaksanakan arahan Menteri Kesehatan dalam percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19” ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, drg. Oscar Primadi, MPH, dalam sambutannya pada Pembukaan Pekan Vaksinasi COVID-19 Prov. Sumatera Utara di Gedung Pendopo Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (10/2).

Hari ini (10/2) tercatat setidaknya sebanyak 2.715 nakes mengikuti vaksinasi COVID-19 massal di Gedung Pendopo (USU), yang sekaligus sebagai tanda pembukaan dari kegiatan Pekan Vaksinasi COVID-19 di Sumut.

Vaksinasi COVID-19 di Sumut sendiri sudah berjalan sejak tanggal 14 Januari 2021. Namun, capaian vaksinasi COVID-19 hingga 8 Februari 2021 kurang menggembirakan, baru lebih kurang 30% dari target 74.000 tenaga kesehatan yang menjadi sasaran vaksinasi.

Pasalnya masih ada tenaga kesehatan (nakes) di Sumut yang ragu untuk di vaksin COVID-19.

“Kalau di tahap satu kemarin, Range gabungan antara yang tidak bisa dan yang masih meragukan sekitar 20% sampai 25%, angka general saat awal, di minggu pertama” ungkap Anggota Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Sumut, Restuti Hidayani Saragih.

Untuk itu, pencanangan pekan vaksinasi COVID-19 di Sumut saat ini menjadi sangat penting, sebagai program percepatan vaksinasi untuk mencapai target nasional.

Disisi lain, drg. Oscar Primadi menambahkan bahwa lambatnya vaksinasi di Sumut dipengaruhi oleh sistem vaksinasi di tahap awal yang belum sempurna. Namun, kendala ini menurutnya telah dikoreksi. Pendaftaran vaksinasi saat ini bisa dilakukan hanya dengan menyerahkan Kartu Tanda Penduduk, atau kartu identitas lainnya.

“Sistem aplikasinya yang dulu membatasi (di Sumut) sekarang sudah terbuka. Untuk itu nakes dimana pun dapat melakukan penyuntikan dimana pun berada” ungkapnya.

Saat ini yang paling penting dilakukan adalah dengan terus mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada tenaga keaehatan akan pentingnya program vaksinasi ini.

“Kita (Kementerian Kesehatan RI) tidak akan melakukan pendekatan _punishment_ kepada nakes yang masih ragu untuk di vaksin, yang harus kita lakukan saat ini adalah terus mendapingi mereka dan berdiskusi agar mau melakukan vaksinasi” pungkasnya.

Terdapat 8 fasilitas kesehatan (faskes) yang menurunkan tenaga vaksinator dan bergabung dalam vaksinasi massal hari ini, yaitu RSUP H. Adam Malik, RS USU dan RS Pirngadi, serta 5 Puskesmas di Kota Medan.

Pekan vaksinasi ini akan dilaksanakan mulai Kamis (11/2) hingga Rabu (17/2) mendatang. Kegiatan ini dicanangkan akibat minimnya jumlah nakes yang telah divaksin.

Turut hadir pada acara, Rektor Universitas Sumatera Utara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota Provinsi Sumatera Utara, Direktur RSUP Adam Malik dan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Sumatera Utara.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (HY/NI)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Widyawati, MKM

sumber: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20210210/5136958/pekan-vaksinasi-covid-19-sebagai-akselerasi-pencapaian-target-vaksin-di-sumut/

Continue Reading

Bencana

Paguyuban Dukuh Janaloka Adakan Bakti Sosial Korban Banjir Di Girisubo

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, Suarametropolitan.com — Paguyuban Dukuh Gunungkidul atau Janaloka melaksanakan bakti sosial memberikan bantuan sembako untuk korban banjir di Girisubo.(09/02/2021)

Menurut ketua umum Janaloka Suteja memberikan penjelasan kegiatan bakti sosial diadakan untuk meringankan beban para korban banjir dan merupakan kepedulian para dukuh se-Gunungkidul atas terjadinya musibah banjir di Girisubo.

Kegiatan ini dimulai pukul 14.00 WIB dengan titik kumpul bertempat di rumah Iduk Sudiyanto di Jeruk Wudel.Personil yang membagikan bantuan di wakili oleh pengurus harian dan koordinator Kapanewo n dengan membagikan 85 paket sembako yang di distribusikan ke 3 wilayah kalurahan yang terdampak banjir yaitu Song Banyu, Nglindur dan Jeruk Wudel. Pendistribusian khusus di Song Banyu hanya bisa diantarkan sampai jembatan yang putus karena akses jalan tidak bisa dilewati sehingga dalam pendistribusianya diberikan dengan cara “ranting” di terima oleh para dukuh Song Banyu mewakili warga yang terdampak banjir dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang di berikan oleh paguyuban dukuh se-Gunungkidul.

Kegiatan bakti sosial menurut bendahara Janaloka Suprapti terkumpul donasi dari anggota sebesar Rp.6.945.000,- harapannya mudah mudahan dengan sedikit bantuan ini dapat meringankan beban korban banjir dan mendoakan bagi para pemberi bantuan mendapat imbalan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa.

(Redaksi)

 

 

Continue Reading

Bencana

Untuk Membunuh Virus Corona Ketua Umum IDI Luncurkan EMA 004 dan EMA 005

Published

on

Spread the love

 

Yogyakarta, (04/01/2021), Suarametropolitan.com — Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng Muhammad Faqih meluncurkan sebuah produk baru untuk mengatasi virus corona. Peluncuran tersebut berlangsung pada hari Senin, 04 Januari 2021 bertempat di Gedung UC UGM, dalam penjelasannya kepada awak media Daeng mengemukakan bahwa akan selalu mendukung dengan segala upaya untuk bisa mengatasi virus corona termasuk trobosan kreatif teknologi yang dinamakan EMA 004 dan EMA 005.
Seperti diketahui, hingga saat ini belum ditemukan anti virus corona di tengah- tengah pandemi ini termasuk anti virus dan anti bakteri, bahkan vaksin juga baru masuk uji klinis, dan yang paling strategis dilakukan ialah upaya pencegahan, karena kita belum tahu obat penyembuhannya, sehingga kita harus berupaya untuk tidak sakit, papar Daeng.
Dia juga menjelaskan bahwa upaya protokol kesehatan yang dilakukan seperti memakai masker , cuci tangan, jaga jarak serta tinggal dirumah juga merupakan sebuah upaya untuk mencegah menjadi sakit.
Dan saat ini ada inovasi teknologi yang mampu membunuh virus bakteri yang ada di ruangan, dan saat ini memang ada hal yang bisa membunuh virus dan bakteri di dalam ruangan dengan menyemprotkan cairan desinfektan , tetapi hal ini tidak aman jika harus terhirup oleh manusia ,dan inilah juga yang menimbulkan bahaya , dan teknologi yang digunakan dalam alat ini mampu memberikan keamanan bagi manusia yang menghirupnya , inilah salah satu kelebihan produk tersebut, terang Daeng.
Dalam kesempatan yang sama Prof Joko selaku pihak yang membuat produk EMA 004 dan EMA 005, menjelaskan bahwa produk yang diproduksinya ini memakai bahan dasar euclyptus atau yang lebih dikenal dengan istilah minyak kayu utih , yang diyakini mampu membunuh virus dan aman bagi manusia .
Karena pada saat kita berkumpul dan kita menggunakan teknologi ini dipakai maka akan aman bagi manusia , karena sejak dahulu kita akrab dengan bau minyak kayu putih ,dan teknologi ini mampu menjangkau tempat virus berada , misalnya di hidung tenggorokan bahkan perut dan paru paru, dengan di masuknya unsur eucalyptus ini kedalam tubuh kita maka ia akan juga sampai di paru paru , hingga perut sehingga mampu untuk melawan virus yang ada, dan mesin ini akan menyemprotkan cairan halus yang mengandung hal tersebut keseluruh ruangan sehingga ruangan akan menjadi aman bagi orang yang berkumpul didalamnya ,paparnya.
Selanjutnya dia juga menjelaskan bahwa produk yang dibuatnya ini meripakan asli karya anak bangsa , dan juga merupakan bagian dari sebuah upayauntuk membuat roda perekonomian yang dijalani UMKM apat berjalan dengan baik.
Mudah mudahan apa yang
dilakukan ini bisa membantu pemerintah untuk menghadapi virus corona yang memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat kita . tutupnya.
Acara peluncuran dihadiri dari berbagai kalangan. (Ponijan)

Continue Reading

Berita Terpopuler