Berita Unik

7 Hewan Ini Tetap Bertahan Hidup saat Dinosaurus Punah, Apa Saja?

×

7 Hewan Ini Tetap Bertahan Hidup saat Dinosaurus Punah, Apa Saja?

Sebarkan artikel ini

MetroIndonesia.co- Dinosaurus pernah menguasai bumi selama lebih dari 150 juta tahun. Namun akhirnya dinosaurus mengalami kepunahan sekitar 65 juta tahun silam.

Kepunahan dinosaurus adalah dampak dari jatuhnya sebuah meteorit di Meksiko. Kepunahan dinosaurus juga diikuti punahnya sekitar 50 persen kehidupan di Bumi saat itu.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kepunahan massal tersebut dikenal dengan sebutan Cretacesous-Tersier. Beberapa juga menyebutnya sebagai batas K/T.

Meski begitu, ada hewan yang bisa bertahan hidup dari kepunahan massal tersebut. Bahkan beberapa di antaranya adalah hewan yang cukup sering kita lihat di sekitar kita.

Apa saja? Yuk lihat daftarnya seperti yang dikutip dari Huffington Post di bawah ini!

Platipus

Pada tahun 2008 lalu, peneliti dari University of Texas melakukan penelitian terhadap sebuah tulang rahang Teinolophos. Hasilnya, mereka meyakini bahwa platipus telah ada di Bumi sejak 122 juta tahun yang lalu.

Platipus hidup di daerah timur Australia dan Tasmania. Ia adalah satwa yang hidup di darat dan air dan cenderung aktif di malam hari atau disebut nokturnal.

Uniknya, seekor platipus dapat bertelur meskipun tergolong sebagai mamalia. Hanya terdapat dua spesies mamalia yang dapat bertelur. Keduanya adalah platipus dan echidnas.

Serangga yang satu ini mungkin jadi serangga yang paling dibenci orang-orang. Selain menjijikkan, kecoak juga terkenal sulit dibunuh karena kemampuannya untuk masuk ke celah-celah perabotan.

Sains menyatakan bahwa kecoak sudah ada di bumi bahkan 112 juta tahun sebelum dinosaurus ada di muka bumi. Artinya, kecoak sudah berumur lebih dari 360 juta tahun! Ukuran serangga ini pada masa itu disebut dua kali lebih besar dari ukuran kecoak saat ini!

Ketam Tapal Kuda

Satwa ini sudah mendapatkan julukan “fosil hidup” dari banyak peneliti dan ahli. Ketam tapal kuda telah berhasil melewati setidaknya empat kali kepunahan massal di planet bumi.

“Mampu hidup dengan memakan hampir seluruh zat organik membantu,” kata Richard Fortey dari Natural History Museum di London. Darah biru dari binatang ini juga mampu berkoagulasi saat bertemu dengan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi.

Penyu Hijau

Penyu hijau hidup di perairan tropis dan sub-tropis di seluruh dunia. Diyakini bahwa penyu pertama kali muncul di masa Jurassic dan mampu melewati banyak kepunahan massal.

Kemampuan tersebut adalah hasil dari kemampuan adaptasi penyu yang sangat baik. Sebagai contoh, “ketika kondisi terlalu dingin, penyu akan secara alamiah berhibernasi,” terang Walter Joyce dari University of Tubingen, dikutip dari Discovery News.

“Ketika kondisi menjadi terlalu panas atau kerus, penyu akan menggali dirinya sendiri ke dalam lubang lumpur dan menunggu keadaan ke

Ketika kondisi menjadi terlalu panas atau kerus, penyu akan menggali dirinya sendiri ke dalam lubang lumpur dan menunggu keadaan kembali normal. Kemampuan ini sangatlah berguna pada hidup normal seekor penyu, namun ternyata juga berguna pada saat ada dampak meteorit,” lanjut Walter.

Hiu

Ahli Biologi Laut, Ocean Ramsey, berenang bersama hiu putih ‘Deep Blue’ besar di Hawaii. Foto: @JuanSharks/@OceanRamsey/Juan Oliphant/oneoceandiving.com via REUTERS

Hewan predator lautan ini diyakini telah ada sejak 450 juta tahun yang lalu. Salah satu spesies yang paling lama dan masih ada di zaman modern ini adalah cow shark. Spesies tersebut hidup di lautan dalam Atlantik, Pasifik, dan India.

Hiu juga telah berhasil selamat melewati lima kepunahan besar di bumi. Satwa ini semakin bertumbuh dan bertambah banyak ketika dinosaurus punah dari bumi.

Buaya

Saat dinosaurus menguasai bumi, jumlah buaya yang hidup berdampingan dengan dinosaurus juga tidaklah sedikit. Tidak hanya banyak, buaya pada zaman tersebut berukuran sangat besar.

Sebuah fosil dari salah satu spesies yang dikenal sebagai Shieldcroc, tumbuh hingga 10 meter. Kepalanya saja berukuran lebih dari 2 meter.

Meskipun kebanyakan dinosaurus yang mirip kadal punah saat meteor menghantam bumi 65 juta tahun silam, buaya tetap bertahan hidup. Saat ini terdapat 23 spesies buaya yang hidup di lebih dari 90 negara.

Lebah

Serangga terbang ini dipercaya mulai ada bersamaan dengan tumbuhan berbunga pertama kali mekar di bumi. Sayangnya, ketersediaan fosil yang terbatas membuat ilmuwan sulit menentukan bagaimana lebah bisa selamat dari batas K/T.

Lebah telah melalui banyak masa-masa sulit, dan efek negatif telah terjadi,” terang asisten profesor biologi di UNH, Sandra Rehan, dilansir Live Science.

“Jika kita mampu memahami apa yang terjadi di masa lalu, hal itu akan membantu kita memahami gangguan dan hilangnya diversifikasi yang terjadi saat ini,” lanjut Sandra.

(Sumber : Kumparan)

Ikuti Kami di Google News klik https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMPvkpwwwje21BA?hl=en-ID&gl=ID&ceid=ID%3Aen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *