Connect with us

Umum

3 Orang Ditangkap Densus 88 di Solo: Juru Parkir, Sales, Ustaz

Published

on

Spread the love

Tiga orang ditangkap Densus 88 Antiteror di Solo pada Senin (18/11/2019) pagi. Masing-masing memiliki keseharian sebagai ustaz, sales makanan dan juru parkir.

Informasi yang dihimpun detikcom, terduga teroris dari Pajang RT 05 RW 01, Laweyan, bernama Jamaludin ialah seorang ustaz. Kemudian dari Nusukan RT 04 RW 18, Banjarsari, Jundullah bekerja sebagai sales makanan. Serta dari Kauman RT 03 RW 05, Pasar Kliwon, Frisnomi bekerja sebagai juru parkir.

Menurut Ketua RW 01, Danang Prawironoto, Jamaludin sudah lama tinggal di kampung yang kini ditinggalinya. Dia kerap memberi tausiyah di masjid kampung.

“Setiap salat pasti diusahakan di masjid kampung. Dia juga sering mengisi tausiyah dalam berbagai kesempatan,” kata Danang.

Menurutnya, isi tausiyah yang disampaikan Jamal tidak pernah mengarah kepada radikalisme. Kebanyakan hanya kajian umum seputar Islam.

“Isinya biasa saja, hanya tausiyah tentang agama Islam. Tidak pernah mengarah ke radikalisme. Makanya saya kaget kok ditangkap,” kata dia.

Kuasa hukum Jamal, Heri Dwi Utomo, mengatakan bahwa Jamal juga bekerja sebagai seorang pengajar di salah satu pondok pesantren.

“Tapi jangan dikaitkan kasus hukum ini dengan tempat dia mengajar. Pak Jamal sudah lama menjadi akademisi, punya sambilan jualan madu,” ungkapnya.

Berbeda dengan Jundullah, terduga teroris dari Nusukan. Jundullah dikenal oleh warga sebagai orang yang tertutup.

Ketua RT 04 RW 18 Nusukan, Bambang Sujono, mengatakan Jundullah merupakan warga pendatang. Sedangkan istrinya merupakan warga asli kampung tersebut.

“Orangnya tertutup, tidak pernah ikut kerja bakti. Kalau salat juga tidak di masjid sini, padahal rumahnya dekat masjid,” ujar Bambang.

Tetangga Jundullah, Tutik (48), nengatakan Jundullah dan istrinya kenal melaluinya media sosial. Setelah menikah, istri Jundullah dianggap menjadi tertutup.

“Saya jarang melihat dia (Jundullah), jarang pulang. Istrinya setelah menikah juga tertutup,” ujar Tutik.

Sementara Frisnomi, terduga teroris asal Kauman, bekerja sebagai juru parkir di sebuah toko alat tulis. Tempat kerjanya masih berada di kawasan Kauman, tak jauh dari indekosnya.

Teganggaindekosnya, AhmadSyidiRozaki, mengaku tidak menduga tetangga kosnya itu ditangkapDensus 88. Menurutnya, aktivitasFrisnomi tidak terlihat mencurigakan.

“Orangnya memang tidak banyak berkomunikasi. Kegiatan selain bekerja tidak tahu, tapi dia lebih banyak di kos. Tidak mengira kalau ditangkap,” ujarnya.

Sementara Ketua RT 03 RW 05, Muhammad Khoiri, mengatakan bahwa Frisnomi sejak kecil tinggal di Kauman. Namun kini dia tinggal di indekos milik seseorang bernama Yusron.

“Dulu kan tinggal magersari di RW 03, lalu dijual, sama ibunya tinggal di kosnya Pak Yusron, sudah 10 tahunan. Ibunya sudah meninggal, sekarang sendiri,” kata Khoiri.

SuaraDogjaDia mengaku tidak menyangka Frisnomi ditangkap Densus 88. Khoiri menyebut Frisnomi bersosialisasi dengan baik dengan warga kampung.

“Orangnya baik, rapat RT juga datang. Tapi memang orangnya pendiam,” pungkasnya.

 

Sumber : Detik.com

Bayu Ardi Isnanto – detikNews

Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budaya

Pesan H.Sunaryanta: Jangan Sampai Hal Yang Berkaitan Dengan Alam Dijual Belikan

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, (21/04/2021), Suarametropolitan.com — Menurut laporan kegiatan humas kriminal 2 yang disampaikan melalui Grup Whatsapp, pada Hari Selasa tanggal 20 April 2021 Pukul 16.30 wib di komplek masjid Al Falah dan balai Kalurahan Nglindur dilaksanakan kegiatan buka bersama.

Hadir dalam acara buka bersama tersebut, Bupati Gunungkidul H.Sunaryanta, Panewu Girisubo Alsito,S.Sos, Kapolres Gunungkidul
AKBP Agus Setiawan S.I.K, Dandim 0730 Gunungkidul Letkol Noppy Laksana Armyanto,Kapolsek Girisubo
Akp Wasdiyanto, SH, Danposmil Peltu Hervianto.

Takmir masjid Al Falah memberi sambutan berisikan harapan kepada pemerintah kabupaten Gunungkidul, agar mendampingi supaya wilayahnya tidak dikuasai oleh pihak lain.
“Semoga pemerintah kabupaten agar senantiasa mendampingi agar wilayah tidak dikuasai oleh pihak lain
-semoga bapak bupati bisa mengayomi dan sukses selalu, dan menjadi pantutan bagi warga gunungkidul yang sejahtera”, sambut Takmir.

Kemudian H.Sunaryanta memberikan tanggapan sebagai bentuk terimakasih atas pengadaan buka bersama, dan menyampaikan beberapa prediksi kedepan untuk wilayah Girisubo.

“Mudah-mudahan senantiasa diberikan kelancaran lahir dan bathin bagi warga girisubo dan sekitarnya
-suatu kebanggaan bisa berkumpul dalam acara ini karna dalam sekian banyaknya masjid tidak sempat dikunjungi semua, masjid al falah, nglindur, girisubo adalah masjid pertama kali bagi saya berkunjung,
wilayah selatan suatu saat nanti bisa jadi bukan milik masyarakat, bisa jadi milik orang lain atau diambil alih, di tahun 2023 akan terkoneksi semua, tentu ekonomi akan meningkat, untuk itu jangan sampai hal yang berkaitan dengan alam dijual belikan, karna tidak tau kedepannya akan seperti apa
fenomena yang terjadi di gunungkidul, perceraian termasuk kasus yg cukup luar biasa di gunungkidul dan kasus bunuh diri juga dimohon dengan sangat tolong orang-orang terdekat agar dikasih tau, dan memberi pencerahan kepada orang-orang tersebut.sampah dibuang sembarangan tolong jangan sampai ada kejadian lagi maupun kejadian kekerasan yang sekarang ini sedang marak maraknya”, sambutnya.

Dalam acara tersebut juga menyampaikan bentuk bingkisan bantuan dana romadhon sebesar 3 juta rupiah, Bingkisan safari romadhon 3 unit wireless portable, serta Bingkisan bantuan tempat ibadah dari sarpras Kabupaten Gunungkidul sejumlah 5 juta rupiah.

(Rep/post: Supadiyono)

Continue Reading

Budaya

Rumah Sehat Grand Wijaya Hadir Di Palembang

Published

on

Spread the love

Palembang, Suarametropolitan.com — Manager Unit Pelayanan Pengendalian Pembangkit Sektor Keramasan, Daryanto meresmikan Rumah Sehat Grand Wijaya Persada di Jalan Pendawa No 50, Minggu (11/04). Peresmian klinik kesehatan bagi karyawan PT. Grand Wijaya dan masyarakat umum ini dilakukan secara simbolis dengan pemotongan pita dan didampingi oleh Owner PT. Grand Wijaya, Haji Wijaya dan Penanggung jawab Rumah Sehat dr. RR. Dita Nurul Savitri.

Dalam sambutannya, Daryanto menyampaikan apresiasinya terhadap PT. Grand Wijaya Persada karena hal ini adalah terobosan yang baru dilakukan oleh mitra PT. PLN (Persero). “Kami akan mensupport sepenuhnya terhadap terobosan ini. Dan bilamana perlu dikembangkan di wilayah UPPDK Keramasan, karena banyak mitra PLN yang memiliki karyawan di sana,” ungkapnya.

Menurut sang owner, Haji Wijaya, PT. Grand Wijaya telah banyak membuat program guna kepentingan karyawannya. Rumah Sehat Grand Wijaya Persada ini merupakan salah satu terobosan baru di bidang pelayanan yang bertujuan untuk memanusiakan manusia.

Masyarakat yang berhak mengakses Rumah Sehat Grand Wijaya bukan hanya karyawan, tetapi juga masyarakat umum, baik yang tinggal di sekitar perusahaan, maupun dari tempat lain. Kami tetap memberikan pelayanan yang sama dan terbaik untuk masyarakat yang datang,” ungkap H Wijaya.

Rumah Sehat Grand Wijaya Persada saat ini memiliki dua dokter, satu apoteker, satu asisten apoteker, dan dua perawat. Pelayanan dibuka setiap hari kecuali hari libur, mulai pukul 09.00 – 14.00 lalu jam 18.00 – 21.00. Syarat bagi pasien cukup mendaftarkan diri di rumah sehat baik secara umum, maupun sebagai pengguna BPJS Kesehatan.

Kedepan manajemen PT. Grand Wijaya Persada akan memperluas cakupan rumah sehat. Tidak hanya di Palembang saja, tetapi juga ke kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan. Pastinya, Rumah Sehat Grand Wijaya bekerja sama dengan berbagai rumah sakit, baik tipe A, B, atau C sehingga pasien Rumah Sehat Grand Wijaya Persada dapat terlayani dengan baik.

Sumber: mattanews.co

Continue Reading

Kesehatan

Warga Tepus Meninggal Dunia Secara Mendadak di Makam Ploso Selesai Ziarah

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, Suarametropolitan.com — Waginem, ( 80th ) meninggal dunia ketika ziarah di makam Ploso, Dusun Pudak Rt 001/rw 019, , Desa Tepus, Kapanewon Tepus, Gunungkidul
Hal tersebut diketahui oleh saksi Wasidi (50th), warga pudak Rt 02/ Rw 19, dan Kliwon warga RT 03, atau warga setempat.
Keterangan yang berhasil dihimpun redaksi, pada hari senin tgl 22 Maret 2021, sekitar jam 08.30 Wib korban datang dikuburan ploso pudak, bersama dengan cucunya atas nama okta (16th) dengan tujuan untuk ziarah kubur dikarenakan besok pagi tgl 23 maret 2021 korban beseta keluarga akan mempunyai hajat sunatan cucunya yang bernama Chiko (7th).

Kassubag Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto dalam keterangannya menyebutkan kronologi kejadian bermula saat korban bersama cucunya, Okta (16) bermaksud hendak ziarah ke makam leluhur dikarenakan korban bersama keluarga akan mempunyai hajatan pada keesokan harinya (Selasa, 23 Maret 2021).

” Dari keterangan saksi menyebutkan, awalnya korban berniat ziarah kubur, namun sebelum ritual ziarah selesai, korban jatuh tersungkur dalam kondisi kejang-kejang”, ungkap Iptu Suryanto.

Menurut hasil pemeriksaaan tim medis korban tidak ada tanda – tanda kekerasan dan diduga korban menderita sakit jantung dan ada riwayat sakit darah tinggi.

Selang beberapa saat kemudian korban di serahkan kepihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman.

Sumber: Grup Whatsapp Humas Krimina GK.
(Redaksi)

Continue Reading

Berita Terpopuler