Berita Daerah

Dibalik Galian IPAL KS Tubun, Ada Solusi Besar untuk Lingkungan Kota Palembang

×

Dibalik Galian IPAL KS Tubun, Ada Solusi Besar untuk Lingkungan Kota Palembang

Sebarkan artikel ini
Tampak salah satu bekas galian proyek IPAL di seputaran wilayah jalan KS Tubun, Palembang, (foto: SuaraMetropolitan - Yon).

Palembang,SuaraMetropolitan – Pembangunan jaringan perpipaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang saat ini berlangsung di Jalan KS Tubun, Palembang, bukan sekadar proyek infrastruktur. Di balik aktivitas galian yang tampak mengganggu kenyamanan sementara masyarakat, tersimpan upaya besar pemerintah untuk menyelamatkan lingkungan kota dan mengantisipasi krisis air bersih di masa depan.

Proyek IPAL ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditargetkan rampung pada bulan September 2025. IPAL berfungsi mengolah air limbah domestik dan industri agar tidak mencemari sungai, serta mampu menghasilkan air daur ulang dan pupuk organik.

“Palembang merupakan kota metropolitan yang sangat bergantung pada air Sungai Musi. Sementara itu, Sungai Musi menjadi muara dari sungai-sungai lain seperti Batanghari dan Komering. Jika tidak segera ditangani, beberapa tahun ke depan kita bisa mengalami krisis air bersih,” ungkap Adhe Abdillah, selaku PPK proyek kepada SuaraMetropolitan beberapa waktu lalu.

Baca juga: Misteri Aset Pasar Cinde: Siapa Bermain di Balik Alih HGB ke Investor?

Pembangunan di kawasan KS Tubun menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kedalaman galian hingga tiga meter yang sering bersinggungan dengan pipa PDAM, hingga struktur tanah timbunan yang rawan longsor. Belum lagi persoalan lalu lintas yang harus ditata ulang secara bertahap agar mobilitas warga tetap terjaga.

“Kami memahami masyarakat terganggu, tapi ini bukan proyek biasa. Ini adalah proyek lintas negara yang akan berdampak besar pada masa depan kota. Karena itu, kami pastikan jalan akan dikembalikan seperti semula sesuai kontrak kerja selama 610 hari. Insya Allah rampung September ini,” tegas Adhe.

Baca juga: Dugaan Korupsi Kredit Bank BUMN, Kejati Sumsel Geledah 4 Lokasi Terkait Kerugian Rp1,3 Triliun

Ia juga menekankan bahwa keterbatasan sumber daya manusia dalam pembangunan infrastruktur baru seperti IPAL membuat proyek ini harus dikaji dan dilaksanakan dengan sangat hati-hati.

“Kami mohon pengertian masyarakat. Proyek ini untuk kebaikan bersama. Mirip seperti saat pembangunan flyover di kota juga sempat mengganggu lalu lintas, tapi setelah jadi, manfaatnya dirasakan semua. Begitu juga dengan IPAL,” tambahnya.

Pemerintah Kota Palembang menegaskan bahwa proyek ini adalah bagian dari langkah strategis jangka panjang demi mewujudkan lingkungan yang lebih sehat, sungai yang lebih bersih, dan ketersediaan air yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.