Palembang,SuaraMetropolitan – Dalam semangat menyambut 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Keramasan menunjukkan kepeduliannya terhadap pemberdayaan sosial dengan menggelar pelatihan pembuatan aromaterapi bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Palembang, Kamis (01/08/2025).
Puluhan warga binaan tampak antusias mengikuti pelatihan yang menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Indonesia Power UBP Keramasan. Tak hanya membekali mereka dengan keterampilan teknis, program ini juga membawa visi pembinaan berkelanjutan yang dapat membuka peluang ekonomi setelah mereka menyelesaikan masa hukuman.
Manager UBP Keramasan, Hermansyah, menekankan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal dari upaya jangka panjang yang lebih besar.
“Pelatihan aromaterapi ini kami rancang tidak hanya sebagai kegiatan sesaat, tetapi sebagai langkah awal menuju pembinaan yang berkelanjutan. Kami berharap ke depannya akan terbangun unit produksi aromaterapi kecil yang dapat dikelola bersama, memberikan nilai ekonomi, dan bahkan membuka peluang kerja pasca pemasyarakatan,” ujar Hermansyah.

Ia juga menambahkan, program ini menjadi bentuk nyata dari sinergi antara PLN Indonesia Power dengan pihak lembaga pemasyarakatan, yang mengarah pada pembinaan yang lebih humanis dan transformatif.
Apresiasi atas inisiatif ini disampaikan oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani. Ia menilai pelatihan seperti ini sangat bermanfaat dalam mendukung proses pemulihan dan reintegrasi sosial warga binaan.
“Pelatihan pembuatan aromaterapi ini sangat sejalan dengan misi kami dalam membekali warga binaan dengan kemampuan yang bermanfaat. Selain memiliki nilai ekonomi, aromaterapi juga memberikan manfaat kesehatan dan psikologis, terutama dalam menciptakan ketenangan dan keseimbangan emosi. Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak positif, baik selama masa pembinaan maupun setelah mereka kembali ke masyarakat,” jelas Desi.
Senada dengan itu, Manager PLN Indonesia Power UBP Keramasan lainnya, Syafi’i, menambahkan bahwa kegiatan ini mencerminkan dukungan nyata terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: Kolaborasi Pemkot Palembang dan BI: Kendalikan Inflasi, Dorong UMKM Go Digital
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Kami percaya bahwa keterampilan seperti pembuatan aromaterapi dapat menjadi pintu masuk bagi warga binaan untuk mengembangkan usaha kecil yang bernilai ekonomi. Ini adalah bagian dari semangat kemerdekaan: memberikan kesempatan kedua, memberdayakan, dan membebaskan dari keterbatasan,” tutur Syafi’i.
Pelatihan ini menghadirkan praktisi aromaterapi profesional, Habib dari Aroma Nature, sebagai narasumber utama. Dalam sesi yang berlangsung sehari penuh, peserta diajak mengenal bahan-bahan alami, teknik pencampuran minyak esensial, hingga cara pengemasan produk agar layak jual. Tak sekadar teori, para warga binaan juga langsung mempraktikkan pembuatan aromaterapi dan menghasilkan produk buatan mereka sendiri.
Kegiatan ini pun disambut dengan antusias tinggi. Para peserta terlihat aktif mengikuti setiap tahapan, dengan semangat yang terpancar dari hasil karya mereka yang akan dikembangkan lebih lanjut.
Ke depan, PLN Indonesia Power UBP Keramasan berkomitmen untuk melanjutkan program pelatihan serupa dengan melibatkan lebih banyak pihak, baik dari kalangan profesional maupun komunitas lokal. Harapannya, pelatihan ini bisa terus berlanjut hingga ke tahap pemasaran dan pembentukan unit usaha kecil yang dikelola langsung oleh warga binaan, bahkan setelah mereka bebas dan kembali ke tengah masyarakat.






