Berita Daerah

QRIS Tap DAMRI Diluncurkan, Bayar Transportasi Publik Kini Cukup Sekali Sentuh

×

QRIS Tap DAMRI Diluncurkan, Bayar Transportasi Publik Kini Cukup Sekali Sentuh

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, saat di wawancarai di sela sela kegiatan, Sabtu (16/8/2025).

Palembang,SuaraMetropolitan Inovasi baru kembali hadir untuk mendukung kemudahan transportasi publik di Kota Palembang. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Selatan resmi meluncurkan layanan QRIS Tap DAMRI bertepatan dengan gelaran QRIS Run Bidar Fest di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Sabtu (16/8/2025).

Layanan ini memungkinkan penumpang DAMRI membayar tiket cukup dengan sekali sentuhan kartu atau perangkat berteknologi nirkontak. Praktis, aman, dan sesuai dengan tren digitalisasi pembayaran masa kini.

Wakil Gubernur Sumsel, H. Cik Ujang, yang hadir meresmikan layanan tersebut menegaskan pentingnya inovasi dalam sektor transportasi.

Baca juga: BPBD Muba Kawal Persiapan Pembangun Jembatan Tanjung Agung Timur

“Dengan QRIS Tap DAMRI, masyarakat tidak perlu repot lagi mencari uang tunai. Cukup dengan satu sentuhan, transaksi selesai,” jelasnya.

Ia menambahkan, digitalisasi bukan hanya memberi kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan efisiensi layanan. “Transportasi publik yang modern harus sejalan dengan sistem pembayaran yang modern pula,” tegasnya.

Menurut data Bank Indonesia, penggunaan QRIS terus menunjukkan tren positif. Pada awal 2025, tercatat lebih dari 790,79 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp 80,88 triliun. Di Sumsel sendiri, QRIS telah digunakan lebih dari 1,18 juta pengguna dengan 739 ribu merchant, di mana Kota Palembang menyumbang hingga 63 persen dari total transaksi.

Baca juga: Kebersamaan dan Sportivitas Warnai Perlombaan HUT ke-80 RI di Lanud SMH

Kepala BI Sumsel, Bambang Pramono, menyampaikan apresiasinya kepada Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang atas dukungan terhadap digitalisasi layanan publik.

“QRIS Tap DAMRI adalah salah satu wujud nyata inovasi pembayaran digital yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari,” ujarnya.

Bambang juga menekankan pentingnya membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan. “Kami berharap layanan ini bisa menjadi model untuk sektor layanan publik lain, termasuk kesehatan dan pendidikan,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.