Berita Daerah

Sumsel Tembus 10 Besar Nasional Infrastruktur Terbaik 2025, Herman Deru: Bukan Sekadar Jalan dan Jembatan

×

Sumsel Tembus 10 Besar Nasional Infrastruktur Terbaik 2025, Herman Deru: Bukan Sekadar Jalan dan Jembatan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumsel Herman Deru saat menghadiri penandatanganan berita acara kesepakatan pembangunan ulang jembatan, Sabtu (30/8/2025).

Palembang,SuaraMetropolitan Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menorehkan capaian gemilang di tingkat nasional. Berdasarkan laporan terbaru GoodStats yang dirilis melalui akun Instagram resminya pada Selasa (2/9/2025), Sumsel berhasil menempati posisi ke-7 sebagai provinsi dengan kualitas pembangunan infrastruktur terbaik tahun 2025.

Capaian ini menjadi bukti bahwa komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Herman Deru dalam membangun infrastruktur yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan telah diakui secara nasional.

GoodStats mencatat, Sumsel meraih nilai 3,63% dan menjadi satu dari dua provinsi di luar Pulau Jawa yang berhasil masuk 10 besar, bersama Sumatera Utara yang berada di peringkat kelima (3,92%). Sementara itu, provinsi lainnya didominasi daerah di Pulau Jawa, yakni Jawa Timur di peringkat pertama (4,51), DKI Jakarta kedua (4,37), Jawa Barat ketiga (4,07), dan Jawa Tengah keempat (4,06). Posisi keenam ditempati Banten (3,71), disusul Sumsel di peringkat ketujuh (3,63), Sulawesi Selatan kedelapan (3,52), Bali kesembilan (3,39), dan Lampung kesepuluh (3,34).

Fakta ini menegaskan bahwa Sumsel merupakan provinsi dengan infrastruktur terbaik kedua di Sumatera, sekaligus mampu bersaing dengan daerah-daerah maju di Pulau Jawa.

Baca juga: SPH Rp5 Juta di Kecamatan Seberang Ulu II, Feri Kurniawan: Pelayanan Masyarakat Jadi Layanan VIP Berbayar

Menurut GoodStats, peringkat tersebut disusun berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dengan indikator kualitas jalan, bandara, pelabuhan, hingga jaringan kereta api.

Sejak awal masa jabatannya, Herman Deru selalu menekankan pentingnya infrastruktur sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi. Ia menegaskan, konektivitas antardaerah harus dipercepat agar pelayanan publik dan distribusi ekonomi berjalan lebih efektif.

“Pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun jalan atau jembatan. Ini tentang membuka akses, mempercepat konektivitas, dan memastikan semua masyarakat merasakan manfaatnya,” ujar Herman Deru.

Data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel mencatat adanya lompatan signifikan dalam pembangunan infrastruktur, khususnya di sektor jalan. Persentase jalan mantap provinsi meningkat dari 61,22% pada 2018 menjadi 93,94% pada 2021.

Baca juga: Polda Sumsel Bongkar Aksi Perusakan: 9 Ditahan, 2 Positif Narkoba

Salah satu terobosan besar adalah peresmian ruas jalan Simpang Semambang – Cecar SP 9 – Simpang Kulim (batas PALI) pada 2023. Jalan ini memangkas waktu tempuh dari Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Muratara menuju Palembang dari 7–8 jam menjadi hanya sekitar 4 jam.

GoodStats menilai, pembangunan infrastruktur di Sumsel berdampak langsung pada masyarakat, terutama dalam kelancaran distribusi barang dan peningkatan produktivitas ekonomi.

Pemprov Sumsel memastikan pembangunan tidak berhenti di sini. Melalui program “Infrastruktur Tuntas Merata”, pemerintah berkomitmen agar seluruh daerah, termasuk wilayah perbatasan dan terpencil, merasakan pemerataan pembangunan.

Dengan capaian ini, Sumsel tidak hanya memperkuat posisinya sebagai provinsi dengan infrastruktur terbaik di Sumatera, tetapi juga membuktikan diri mampu bersaing di tingkat nasional dengan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.