Palembang,SuaraMetropolitan – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menggelar Kuliah Iftitah bertajuk moderasi beragama yang menghadirkan sinergi antara kampus, Densus 88 Anti teror, dan PT Wijaya Riset Institusi. Kegiatan ini menyoroti pentingnya mahasiswa menjadi agen penyebar toleransi sekaligus benteng melawan radikalisme dan terorisme, terutama di era digital.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Raden Fatah, Dr. Syahril Jamil, M.Ag, menekankan perlunya memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat di kalangan mahasiswa.
“Kuliah iftitah ini sejatinya untuk mendalami model beragama yang fungsional, toleran, dan tidak berbenturan dengan nilai-nilai NKRI. Harapannya, mahasiswa kita menjadi insan yang moderat dalam pengamalan keagamaan, serta mampu menebarkan isu-isu toleransi di berbagai media yang mereka miliki,” ujarnya, Rabu (10/9/2025).
Ia menegaskan, media sosial kerap menjadi ruang yang rentan memengaruhi mahasiswa. Karena itu, kampus hadir membekali mereka agar tidak mudah terjerumus.
“Kita sulit membatasi mahasiswa bermedia sosial, tetapi kita bisa membekali mereka supaya justru aktif menyebarkan konten yang mengajak pada sikap keagamaan yang moderat,” tambahnya.
Baca juga: Korupsi Proyek LRT Sumsel, PB Kini Ditahan di Rutan Palembang
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pencegahan Densus 88 Anti teror Polri, Kombes Pol. Moh Dofir, S.Ag., SH., MH., menegaskan bahwa media sosial menjadi lahan subur penyebaran intoleransi yang bisa bermuara pada radikalisme.
“Masalah intoleransi dan radikalisme sangat rentan, apalagi lewat media sosial. Karena itu, mahasiswa perlu berhati-hati agar tidak terpengaruh. Kita harus mencari guru yang benar, membaca yang benar, supaya tidak disusupi paham yang dilarang negara,” jelasnya.
Menurutnya, intoleransi adalah pintu masuk menuju terorisme. Karena itu, mahasiswa harus mampu menjadi garda depan dalam menyebarkan semangat moderasi beragama.
“Intoleransi, radikalisme, hingga terorisme hanya bisa dikalahkan dengan cinta. Indonesia kuat karena Pancasila, dan dunia luar belajar dari kita soal toleransi beragama. Itulah yang harus kita jaga bersama,” tandas Dofir.
Baca juga: Dua Tersangka OTT Pemerasan di Kantor Camat Pagar Gunung Diserahkan ke Jaksa
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Wijaya Riset Institusi sekaligus pengelola media Suara Metropolitan, Dr. Wijaya, menambahkan bahwa pihaknya hadir sebagai fasilitator sinergi antara UIN Raden Fatah dan Densus 88.
“Fakultas Dakwah dengan lima program studi akan disinergikan dalam rangka modernisasi beragama. Pelatihan kader-kader moderasi beragama akan dilatih oleh Densus 88, sementara UIN Raden Fatah menyiapkan SDM-nya. Kami memfasilitasi kedua pihak agar program ini bisa berjalan dan diimplementasikan,” ujarnya.
Atas fasilitasi ini, pihak UIN Raden Fatah maupun Densus 88 menyampaikan apresiasi kepada PT Wijaya Riset Institusi dan Suara Metropolitan yang telah menjembatani kolaborasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi mahasiswa UIN Raden Fatah yang mampu menjadi pelopor toleransi dan agen moderasi beragama, baik di ruang nyata maupun di media sosial.






