Berita Daerah

Budaya Jadi Prioritas, Ratu Dewa Minta Perwali Tari Sambut Difinalisasi

×

Budaya Jadi Prioritas, Ratu Dewa Minta Perwali Tari Sambut Difinalisasi

Sebarkan artikel ini
Walikota Palembang Ratu Dewa.

Palembang,SuaraMetropolitan Wali Kota Palembang Ratu Dewa kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga budaya lokal. Usai penandatanganan 9 poin Fakta Integritas Kebudayaan, ia langsung menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, terutama Dinas Kebudayaan, untuk segera merampungkan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Tari Sambut Palembang.

Instruksi tegas itu disampaikan saat rapat bersama Tim Percepatan Pemajuan Kebudayaan (TPPK) atau Tim 11, yang digelar di rumah dinas Wali Kota, Jalan Tasik, Jumat (19/9/2025). Ratu Dewa memberikan tenggat waktu maksimal satu bulan agar regulasi tersebut tuntas.

“Kita sudah sepakat, budaya adalah wajah Palembang. Maka OPD harus bergerak cepat, tidak boleh lamban,” tegas Ratu Dewa.

Baca juga: Selidiki Dugaan Pungli SPH Rp5 Juta di Kecamatan SU II, Sejumlah RT dan RW Dipanggil Inspektorat kota Palembang

Menurutnya, penetapan Tari Sambut sebagai tarian resmi kota merupakan kebutuhan mendesak. Pasalnya, hingga kini Palembang belum memiliki tarian sambut yang diformalkan, berbeda dengan Provinsi Sumatera Selatan yang sudah menetapkan Tari Gending Sriwijaya dan Tari Tangai.

Sementara itu, Ketua TPPK Kota Palembang Hidayatul Fikri alias Mang Dayat menegaskan bahwa 9 poin Fakta Integritas Kebudayaan yang ditandatangani bersama pasangan Ratu Dewa – Prima Salam bukan sekadar janji politik, melainkan deklarasi moral untuk mengembalikan jati diri Palembang sebagai kota budaya.

Baca juga: Dishub Palembang Tertibkan Parkir Liar di Jalan POM IX, Ada Setoran ke Oknum

Adapun sembilan poin itu mencakup perlindungan situs sejarah dan makam raja serta sultan, revitalisasi kawasan budaya dan arsitektur khas Palembang, penguatan identitas Kesultanan Palembang, peringatan hari jadi Kesultanan (3 Maret) dan Kota Palembang (16 Juni), penggunaan aksara Melayu di ruang publik, penyusunan Perwali Tari Sambut, peningkatan anggaran dan regulasi kebudayaan, pengakuan adat melalui forum FGD, serta pemberdayaan komunitas seni dan budaya lokal.

“Salah satu isu paling mendesak adalah pengakuan Tari Sambut Palembang,” ungkap Mang Dayat.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga arsitektur khas Palembang yang mulai terpinggirkan oleh pembangunan modern, serta menghidupkan kembali aksara Melayu.

“Aksara Melayu bukan sekadar tulisan, tapi simbol peradaban kita,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.