Palembang,SuaraMetropolitan – Menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 pada 28 Oktober 2025, DPD Organisasi Pemuda Shiddiqiyah (OPSHID) Cabang Palembang kembali menggelar aksi sosial dengan membangun rumah layak huni bagi warga kurang mampu. Tahun ini, OPSHID melanjutkan tradisi yang telah dilakukan sebelumnya, dan seluruh proses pembangunan digerakkan secara mandiri tanpa bantuan pemerintah setempat.
Ketua DPD OPSHID Palembang, Ishadi Chandra Budiman, menegaskan bahwa pembangunan rumah tersebut merupakan wujud rasa syukur dan cinta tanah air para pemuda Shiddiqiyah atas nilai persatuan yang diwariskan lewat Sumpah Pemuda.
“Sumpah Pemuda adalah momen penting, embrio dari lahirnya Indonesia merdeka. Tanpa persatuan, kemerdekaan tak mungkin tercapai. Maka rasa syukur kami wujudkan dengan membangun rumah layak huni bagi saudara-saudara kita yang kurang beruntung,” ujarnya.
Ishadi menambahkan, tahun ini OPSHID menargetkan pembangunan 96 unit rumah, meningkat dari 80 unit pada tahun sebelumnya. Proses seleksi penerima bantuan dilakukan melalui survei langsung di lapangan.
“Kami punya tim khusus yang menganalisis kondisi calon penerima. Syarat utamanya adalah pemilik tanah harus fakir miskin yang benar-benar tidak mampu, bahkan untuk kebutuhan makan sehari-hari,” jelasnya.

Pembangunan rumah dilakukan secara gotong royong dengan dana dan material yang dikumpulkan dari warga serta murid Shiddiqiyah. Hingga kini, kegiatan tersebut belum mendapat bantuan dari pemerintah, namun tetap berjalan lancar.
“Alhamdulillah meski tanpa dorongan pemerintah, kami bisa membangun rumah ini dengan kebersamaan warga. Mudah-mudahan menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat,” tambah Ishadi.
Meski begitu, Ishadi menegaskan OPSHID tidak pernah meminta atau mengajukan proposal bantuan kepada pemerintah maupun pihak swasta. Namun hal tersebut bukan berarti mereka menutup diri.
“Kami tidak pernah meminta, tapi jika ada pihak yang ingin membantu tentu kami sangat terbuka. Prinsipnya, kami bergerak dengan semangat pengabdian, bukan ketergantungan,” jelasnya.
Menariknya, para pemuda OPSHID yang terlibat dalam kegiatan ini bukanlah dari kalangan berlimpah harta. Mereka berasal dari latar belakang sederhana, namun semangat kebersamaan dan pengabdian membuat mereka mampu mewujudkan pembangunan rumah bagi sesama.

Baca juga: Dishub Palembang Tertibkan Parkir Liar di Jalan POM IX, Ada Setoran ke Oknum
“Kami bukan orang-orang mampu, tapi dengan semangat gotong royong kami bisa membantu. Itulah yang diajarkan guru kami, bahwa kepedulian lebih besar nilainya daripada sekadar kemampuan materi,” tegas Ishadi.
Salah satu penerima bantuan, Haryanti (54), seorang ibu tunggal, mengaku terharu rumahnya dipilih untuk dibedah.
“Alhamdulillah, saya benar-benar bersyukur. Tidak bisa berkata-kata selain mengucapkan syukur,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Dukungan juga datang dari Ketua RT 03 RW 01 Kelurahan Talang Aman, Ifan Rifanto. Ia menyebut langkah OPSHID sangat membantu warganya.
“Rumah yang sebelumnya kumuh kini menjadi layak huni. Kami dari warga turut mendukung, terutama dari segi keamanan karena pembangunan dilakukan siang-malam selama 35 hari. Ini sudah kedua kalinya OPSHID membangun di wilayah kami,” jelasnya.
Ifan menambahkan, di wilayahnya masih ada tiga hingga empat rumah semi permanen yang membutuhkan perhatian serupa. Namun keputusan tetap berada di pihak OPSHID melalui tim survei internal mereka.






