Surabaya,SuaraMetropolitan – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus berupaya memperkuat strategi pelayanan publik dan pengelolaan energi. Salah satunya dilakukan melalui kunjungan kerja Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, ke Pemerintah Kota Surabaya pada Selasa (30/9/2025).
Kunjungan yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Surabaya ini secara khusus membahas pengembangan jaringan gas, sistem pelayanan publik, serta tata kelola reklame yang berhubungan dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Rombongan dari Palembang diterima langsung oleh Agus Imam Sonhaji, Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan.
Baca juga: Rangkap Jabatan Sekretaris dan Plt Kadis, PUPR Palembang Rawan Tumpang Tindih
Dalam forum tersebut, Prima Salam menekankan pentingnya pertukaran pengalaman antar daerah. Menurutnya, Surabaya telah banyak menghadirkan inovasi yang patut dicontoh dalam penyelenggaraan layanan publik.
“Palembang terus berkomitmen untuk belajar dari kota-kota besar yang menghadirkan inovasi pelayanan publik. Surabaya adalah contoh nyata bagaimana sistem terintegrasi meningkatkan transparansi dan efektivitas layanan. Kami ingin membawa semangat itu ke Palembang, dengan menyesuaikan pada kebutuhan masyarakat kota kami,” ujar Prima Salam.
Selain soal jaringan gas, diskusi juga menyoroti masalah reklame. Topik ini dinilai bukan hanya terkait estetika kota, tetapi juga berhubungan erat dengan optimalisasi penerimaan daerah.
Baca juga: BPBD Muba Imbau Waspada Cuaca Ekstrem, Setelah Insiden Pohon Tumbang Jalan Lintas Palembang – Sekayu
Melalui studi tiru tersebut, Pemkot Palembang berharap mampu merumuskan regulasi reklame yang lebih tertib, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi pembangunan kota.
Agus Imam Sonhaji menyambut baik kedatangan rombongan Palembang. Ia menegaskan bahwa Surabaya selalu terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dengan daerah lain.
Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal kerja sama yang lebih erat antara Palembang dan Surabaya. Pemkot Palembang menargetkan hasil studi tiru dapat segera diterapkan untuk memperkuat inovasi pelayanan publik, efisiensi energi, serta penataan reklame yang lebih modern. (*)






