Jakarta,SuaraMetropolitan – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Prof. KH. Asrorun Ni’am Sholeh, MA, menegaskan bahwa pemenuhan gizi yang halal dan bergizi seimbang menjadi kunci utama dalam mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.
Hal ini disampaikan Prof. Ni’am saat menghadiri Program Aksi Pendekatan Terpadu bertajuk “Pencegahan Stunting, Pemberian Makan Bergizi Terstandar di Madrasah dan Pesantren, serta Penguatan Ketahanan Keluarga” yang diselenggarakan oleh Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Rabu (29/10/2025).
Dalam sambutannya, Prof. Ni’am menegaskan bahwa menciptakan generasi sehat dan terdidik merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia mengingatkan bahwa pencegahan terhadap gangguan tumbuh kembang anak, seperti stunting dan gizi buruk, harus dilakukan sejak masa kehamilan.
Baca juga: MUI Kecewa Biduan Tampil di Peresmian Masjid: “Merusak Nilai Kesakralan Rumah Allah”
“Kita wajib memastikan bahwa generasi berikutnya adalah generasi yang sehat dan terdidik. Karena itu, pencegahan terhadap unsur yang mengganggu proses tumbuh kembang, seperti stunting dan gizi buruk, menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Menurutnya, pemberian asupan gizi yang halal dan bergizi seimbang sejak awal proses konsepsi hingga masa menyusui berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang janin secara optimal.
Selain intervensi material, Prof. Ni’am juga menekankan pentingnya pendekatan spiritual dalam menjaga kualitas generasi penerus.
Baca juga: Heboh! Bank SumselBabel Diduga Salah Input Dana Rp 2,1 Triliun, Gubernur Babel Lapor Polisi
“Di samping hal yang bersifat material, ada pula intervensi imaterial, yakni bagaimana kita mendekatkan diri kepada Allah SWT, memilih rezeki yang halal, serta memberikan hak dasar anak seperti air susu ibu hingga dua tahun,” tambahnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif dalam pengasuhan anak, termasuk pentingnya pemberian ASI eksklusif, perilaku hidup sehat, serta kesadaran terhadap gizi halal sebagai bagian dari upaya melahirkan generasi yang kuat dan berakhlak mulia.
“Perilaku baik ini harus menjadi kesadaran bersama. Kita perlu membangun tanggung jawab kolektif untuk memberikan asupan gizi yang cukup, ASI eksklusif, dan perilaku sehat demi mewujudkan generasi yang hebat,” tegasnya. (*)







