Kediri,SuaraMetropolitan – Konferensi Nasional IX Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia (KOTATERAPI) resmi digelar di Aula Hotel Merdeka Kediri, Rabu (29/10/2025) malam. Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan membahas posisi strategis, tantangan, serta arah pengembangan ilmu Tasawuf dan Psikoterapi di era modern.
Ketua Panitia, Yuli Darwati, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa konferensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar pegiat Tasawuf dan Psikoterapi dari berbagai latar belakang.
“Kegiatan ini bukan sekadar forum ilmiah, tetapi juga ruang silaturahmi intelektual dan spiritual. Kami berharap dari pertemuan ini lahir gagasan dan kerja sama konkret untuk memajukan Tasawuf Psikoterapi agar semakin dikenal dan diakui oleh masyarakat modern,” ujarnya.
Baca juga: MUI Tegaskan Pentingnya Gizi Halal untuk Wujudkan Generasi Hebat
Sementara itu, Ketua Umum KOTATERAPI, Assoc. Prof. Dr. R. Wijaya, M.Si., menyoroti posisi strategis Tasawuf Psikoterapi dari tiga aspek utama, yuridis, sosiologis, dan epistemologis. Ia menilai pengakuan terhadap profesi dan program studi masih perlu diperkuat agar memiliki legitimasi akademik yang lebih jelas.
“Tasawuf Psikoterapi menawarkan keseimbangan antara pendekatan spiritual dan psikologis. Integrasi keduanya penting agar terapi yang dihasilkan tidak hanya ilmiah, tetapi juga menyentuh sisi batin manusia,” jelasnya.
“Dari aspek yuridis, kita perlu memperjuangkan legitimasi profesi agar diakui secara formal. Sementara secara sosiologis, Tasawuf Psikoterapi memiliki peran besar dalam menjawab problem kemanusiaan modern seperti dekadensi moral dan kehampaan makna hidup,” tambahnya.
Baca juga: Heboh! Bank SumselBabel Diduga Salah Input Dana Rp 2,1 Triliun, Gubernur Babel Lapor Polisi
Konferensi dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Dimyati Huda, Wakil Rektor III UIN Syeh Wasil Kediri, yang memberikan apresiasi atas peran KOTATERAPI dalam pengembangan keilmuan tasawuf di Indonesia.
“Kami berharap konferensi ini menjadi ruang ilmiah dan spiritual yang memperkuat posisi akademik Tasawuf Psikoterapi di Indonesia,” katanya.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Prof. Dr. KH. Halil Thahir, M.HI., Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Syeh Wasil. Setelah itu, peserta melanjutkan sesi diskusi dan pemantapan organisasi yang membahas penguatan struktur kelembagaan serta strategi pengembangan keilmuan di masa mendatang.








