BeritaPendidikan

Tasawuf Hijau Jadi Inspirasi Baru dalam Menjawab Krisis Ekologis Modern

×

Tasawuf Hijau Jadi Inspirasi Baru dalam Menjawab Krisis Ekologis Modern

Sebarkan artikel ini
Seminar Tasawuf Nasional bertema “Paradigma Integratif Tasawuf dan Psikoterapi Kontemporer”.

Kediri,SuaraMetropolitan Gagasan tentang Green Sufism atau Tasawuf Hijau menjadi sorotan utama dalam Seminar Tasawuf Nasional bertema “Paradigma Integratif Tasawuf dan Psikoterapi Kontemporer” yang digelar di Auditorium Perpustakaan UIN Syekh Wasil Kediri, Kamis (30/10/2025).

Kegiatan ini menjadi ajang ilmiah untuk mempertemukan pemikiran spiritual Islam dengan pendekatan psikologi modern dalam menjawab tantangan kemanusiaan dan lingkungan hidup.

Seminar yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar terkemuka, di antaranya Prof. Dr. A. Halil Thahir, M.HI (Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Syekh Wasil Kediri), Prof. Dr. H. Asror Yusuf, M.Ag (UIN Syekh Wasil Kediri), Prof. Dr. Moh. Sholeh, M.Pd (UIN Sunan Ampel Surabaya), serta Assoc. Prof. Dr. Wijaya, M.Si. dari UIN Raden Fatah Palembang.

Dalam forum ilmiah tersebut, Assoc. Prof. Dr. Wijaya, M.Si. menyampaikan gagasan reflektif tentang Green Sufism sebagai pendekatan spiritual kontemporer yang mampu menjawab krisis ekologis modern.

Menurutnya, kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini bukan hanya persoalan teknologi dan kebijakan, tetapi juga akibat dari krisis spiritual manusia.

“Banyak tambang beroperasi tanpa landasan sufistik, sehingga yang terjadi adalah eksploitasi besar-besaran,” ujarnya.

Wijaya menjelaskan bahwa Green Sufism memandang bumi sebagai entitas spiritual yang harus dihormati dan dijaga. Ia menekankan bahwa manusia sebagai khalifah di muka bumi memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Paradigma tasawuf, katanya, tidak boleh berhenti pada ritual zikir dan penyucian jiwa, tetapi perlu diterjemahkan dalam tindakan sosial dan ekologis yang nyata.

“Spiritualitas harus menjadi kekuatan penyembuh bagi bumi dan kemanusiaan,” tegasnya.

Lebih jauh, Wijaya mengajak kalangan akademisi dan praktisi keagamaan untuk mengembangkan kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai sufistik. Dengan menghidupkan kembali tasawuf dalam konteks kehidupan modern, manusia dapat menemukan kembali harmoni antara jiwa, alam, dan Sang Pencipta.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.