Berita Daerah

Lonjakan 3.506 Kasus TBC, PKK Palembang Fokus pada Dukungan Gizi dan Pemulihan

×

Lonjakan 3.506 Kasus TBC, PKK Palembang Fokus pada Dukungan Gizi dan Pemulihan

Sebarkan artikel ini
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, saat menyalurkan bantuan makanan tambahan bagi pasien Tuberkulosis (TBC) di Puskesmas Sematang Borang, Jumat (31/10/2025). 

Palembang,SuaraMetropolitan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, bersama Dinas Kesehatan Kota Palembang, menyalurkan bantuan makanan tambahan bagi pasien Tuberkulosis (TBC) di Puskesmas Sematang Borang, Jumat (31/10/2025).

Kegiatan ini merupakan inisiatif TP PKK Kota Palembang dalam mendukung keberhasilan pengobatan penyakit TBC di Kota Palembang. Melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), sebanyak 200 pasien TBC di 17 kecamatan mendapatkan asupan bergizi untuk mempercepat proses penyembuhan.

Setiap pasien menerima 2 kilogram telur ayam dan 2 kotak susu tinggi protein, yang disalurkan dalam dua tahap pada bulan Oktober dan November 2025.

Baca juga: Sinergi Daerah Diperkuat, Sekda Palembang Buka Temu Kabag Perencanaan dan Keuangan se-Sumatera Selatan

“Hari ini kita berikan bantuan di Puskesmas Sematang Borang berupa asupan makanan bergizi,” kata Dewi Sastrani.

Ia menjelaskan, dengan adanya PMT ini, diharapkan status gizi pasien TBC dapat meningkat sehingga mereka mampu menyelesaikan pengobatan hingga sembuh.

“Kiranya Bapak Ibu pasien TB yang mendapatkan PMT ini dapat memanfaatkan PMT ini dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat mempercepat penyembuhan dan dapat beraktivitas secara baik,” ujarnya.

Baca juga: Perkawinan Campuran Jadi Sorotan, Imigrasi Palembang dan Kemenag Bentuk Strategi Pengawasan

Berdasarkan pencatatan dalam aplikasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), jumlah kasus TBC terkonfirmasi di Kota Palembang hingga triwulan III tahun 2025 tercatat mencapai 3.506 kasus. Dari jumlah tersebut, 2.743 pasien saat ini tengah menjalani pengobatan, dengan rincian 37,33 persen perempuan dan 3,76 persen (103 kasus) merupakan anak-anak usia 0–14 tahun.

“Selain dukungan gizi, kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak memberi stigma negatif terhadap penderita TBC. Mereka membutuhkan dukungan moral, kasih sayang, dan semangat dari keluarga serta lingkungan sekitar agar dapat pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa,” tutup Dewi Sastrani.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.