Muba,SuaraMetropolitan – Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali arti perjuangan dan pengabdian di masa kini. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA), Marko Susanto, S.STP, M.Si, menegaskan bahwa semangat kepahlawanan sejatinya tidak boleh berhenti di tugu peringatan, melainkan harus hidup di tengah-tengah masyarakat terutama saat menghadapi bencana.
Dalam wawancara bersama SuaraMetropolitan, Marko menyampaikan bahwa nilai-nilai kepahlawanan kini bisa diwujudkan dalam bentuk pengabdian tulus dan aksi kemanusiaan.
“Pahlawan hari ini adalah mereka yang berani turun tangan ketika orang lain menjauh. ASN, relawan, dan masyarakat yang siaga membantu sesama di tengah bencana adalah wujud nyata kepahlawanan zaman sekarang,” ujar Marko, kepada SuaraMetropolitan Senin (10/11/2025).
Baca juga: Herman Deru Serukan Etos Kerja sebagai Bentuk Kepahlawanan Modern
Marko menilai, bekerja di bidang kebencanaan menuntut keberanian, pengorbanan, dan empati yang sama besarnya dengan perjuangan para pahlawan bangsa. Ia menyebut, banyak petugas dan relawan yang diam-diam mempertaruhkan keselamatan demi menyelamatkan warga.
“Mereka mungkin tidak memegang senjata, tapi mereka memegang komitmen untuk menyelamatkan nyawa. Itu tidak kalah mulianya,” tambahnya.
Baca juga: K MAKI Nilai Dugaan Kriminalisasi Fachrurozi Cemari Semangat Reformasi Polri di Wilayah Polda Sumsel
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya kolaborasi antar instansi dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana, terutama di musim penghujan. Menurutnya, semangat gotong royong dan solidaritas adalah warisan luhur para pahlawan yang relevan hingga kini.
“Kita semua bisa jadi pahlawan, asalkan berani peduli. Tidak perlu menunggu momentum besar cukup lakukan hal kecil dengan hati besar,” tutupnya.






