Muara Enim,SuaraMetropolitan – Upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Muara Enim kian dimaksimalkan melalui gelaran Gebyar UMKM dan Job Fair Membara 2025 yang resmi dibuka Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru. Didampingi Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Feby Deru, pembukaan berlangsung di Lapangan GOR Pancasila Muara Enim, Kamis (20/11/2025) sore. Agenda ini menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Muara Enim.
Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru memberi apresiasi atas dukungan para direksi dan general manager dari 30 perusahaan yang ambil bagian membuka peluang kerja bagi para pencari kerja.
“Ini sangat membanggakan karena begitu banyak peluang dibuka bagi pemuda-pemudi untuk mendapatkan pekerjaan sesuai bakat, minat, dan kemampuannya,” ujar Herman Deru.
Ia menekankan bahwa perayaan HUT Kabupaten Muara Enim harus menjadi ajang refleksi terhadap perkembangan pembangunan daerah, terutama dalam penguatan ekonomi, penurunan kemiskinan, dan pengurangan pengangguran.
“Semua bertanggung jawab terhadap persoalan yang kita hadapi. Karena itu saya apresiasi Disnaker Muara Enim dan Provinsi yang tak henti mencari peluang bagi generasi muda,” jelasnya.
Baca juga: Konsulat AS Sambangi Palembang, Bahas Peluang Investasi dan Pengembangan SDM
Tak hanya itu, Gubernur juga meminta peserta job fair untuk benar-benar serius memanfaatkan kesempatan yang ada.
“Jangan jadikan ajang ini main-main. Konsistenlah pada tujuan kalian dan konsekuen terhadap komitmen ketika sudah diterima bekerja,” tegasnya.
Herman Deru optimistis kegiatan ini mampu memberi dampak signifikan. Jika sekitar 3.000–4.000 tenaga kerja terserap, maka tingkat pengangguran terbuka Sumsel yang berada di angka 3,9 persen dapat turun lebih jauh.
Terkait UMKM, Gubernur menegaskan bahwa pelaku usaha kecil tak akan berkembang tanpa pendampingan yang berkelanjutan.
“Banyak yang salah kaprah. UMKM dianggap hanya persoalan modal, padahal kunci utamanya adalah keterampilan. Kedua baru permodalan, dan ketiga akses pasar. Pemerintah hadir sebagai penjamin, pembimbing, dan pembuka pasar,” ungkapnya.
Ia turut mendorong agar UMKM Muara Enim memiliki identitas khas yang menjadi pembeda. “Kita sering terbawa tren, padahal identitas itu penting. Dengan identitas dan kolaborasi, Muara Enim bisa semakin hebat,” tutupnya.
Sementara itu, Bupati Muara Enim Edison, S.H. mengatakan bahwa penggabungan dua kegiatan besar—Gebyar UMKM dan Job Fair—dilakukan agar manfaat bagi masyarakat semakin luas.
“UMKM yang berada di sekitar GOR kami sediakan ruang untuk berjualan secara tertib dan terpusat. Sementara job fair diikuti 30 perusahaan dari dalam dan luar Muara Enim estimasi 4.000–5.000 lowongan kerja. Ini sejalan dengan visi kami untuk menyerap 10.000 tenaga kerja,” ujar Bupati Edison.
Ia menambahkan bahwa ke depan, pemerintah daerah bersama Gubernur akan memperluas penyelenggaraan kegiatan ini guna mendorong lahirnya lebih banyak sultan muda—generasi UMKM yang mandiri dan berdaya saing. Program ini juga mendukung visi strategis Pemerintah Provinsi Sumsel: “100.000 Sultan Muda”.
Bupati Edison menegaskan, kegiatan ini tidak hanya mempromosikan produk lokal UMKM, tetapi juga mempertemukan mereka dengan distributor sebagai dukungan teknis dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Rangkaian acara turut diisi penandatanganan SK penerimaan karyawan oleh sejumlah perusahaan, pemberian penghargaan kepada tiga koperasi terbaik, serta penyerahan bantuan puluhan mesin jahit dari Pemerintah Provinsi Sumsel kepada pelaku UMKM di Kabupaten Muara Enim.
Acara ini juga dihadiri Kepala Disnaker Provinsi Sumsel Indra Bangsawan, S.H., M.M., Ir. H. Amiruddin, M.Si., Wakil Bupati Muaraenim Ir. Hj. Sumarni, M.Si., dan Ketua TP PKK Kabupaten Muaraenim Hj. Heni Pertiwi, S.Pd. (*)






