Palembang,SuaraMetropolitan, — Menyambut datangnya musim hujan yang berpotensi terhadap peningkatnya risiko Demam Berdarah Dengue (DBD), PLTGU Keramasan resmi meluncurkan inovasi BIO SPARK (Bio Spray Anti Nyamuk Ramah Lingkungan Keramasan), dalam kegiatan Gerakan Antisipasi DBD Musim Hujan yang berlangsung di Puskesmas Kertapati. Jum’at (28/11/2025).
Program ini merupakan bagian dari komitmen PLTGU Keramasan untuk mendukung kesehatan masyarakat melalui penguatan program CSR Palembang KITO NIAN, yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat serta pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna.
BIO SPARK dihasilkan dari pemanfaatan air sisa destilasi atsiri yang sebelumnya belum termanfaatkan. Melalui inovasi Media Destilasi (MESSI) yang terbuat dari sampah besi PLTGU Keramasan serta pendampingan dari tim PLTGU Keramasan, residu dari destilasi atsiri tersebut diolah menjadi spray anti nyamuk yang aman, ramah lingkungan, dan efektif menjaga keluarga dari ancaman nyamuk pembawa DBD.
“Inovasi ini bukan sekadar produk. Ini adalah bentuk komitmen kami mendukung pencegahan DBD sekaligus menggerakkan ekonomi warga melalui pemanfaatan limbah secara berkelanjutan,” ujar Rendi Wijaya Putra, Manager Unit Pembangkitan Keramasan.

Dalam kegiatan ini, PLTGU Keramasan bersama Puskesmas Kertapati mendistribusikan produk BIO SPARK kepada Ibu-ibu Posyandu dan Warga setempat yang masuk kategori rentan terhadap DBD.
Selain itu, tim Puskesmas juga memberikan edukasi tentang gerakan 3M Plus, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, dan penggunaan BIO SPARK sebagai pelengkap upaya perlindungan diri.
Kepala Puskesmas Kertapati, dr. Yetti Armagustini, M.KM, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi bersama PLTGU Keramasan.
“Musim hujan selalu meningkatkan kasus DBD. Inisiatif BIO SPARK sangat membantu, terlebih karena produk ini aman, lokal, dan mendukung masyarakat untuk lebih sadar menjaga lingkungan,” ujarnya.
Ke depan, PLTGU Keramasan berencana memperluas pemanfaatan limbah destilasi dan memperkuat UMKM binaan agar BIO SPARK dapat diproduksi lebih masif dan menjangkau lebih banyak warga.











