OKU,SuaraMetropolitan – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menambah sejumlah peralatan penanggulangan bencana. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap ancaman banjir, longsor, puting beliung, serta bencana hidrometeorologi lainnya di wilayah Bumi Sebimbing Sekundang.
Penyerahan peralatan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, S.STP., M.M., M.Pd., di halaman Kantor Dinas PUPR Kabupaten OKU, Jumat (12/12/2025).
Adapun peralatan yang diserahkan meliputi satu unit excavator untuk Dinas PUPR Kabupaten OKU. Sementara itu, BPBD OKU menerima mesin pompa air berkapasitas 8 inci, dua unit perahu rafting, gergaji mesin, serta alat pendeteksi ketinggian air. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKU juga mendapatkan tambahan armada operasional berupa satu unit mobil dan tiga unit sepeda motor.
Dalam sambutannya, Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah menegaskan bahwa penambahan peralatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.
Baca juga: 39 Pejabat OKU Bersaing Rebut 9 Jabatan JPT Lewat Asesmen Terbuka
“Ini merupakan bentuk komitmen kita dalam kesiapsiagaan dan antisipasi terhadap potensi bencana banjir, longsor, dan puting beliung. Kami berkomitmen untuk menjamin keselamatan masyarakat, karena keselamatan masyarakat adalah yang utama,” ujar Bupati.
Bupati Teddy juga menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten OKU telah ditetapkan dalam status siaga bencana seiring dengan perkembangan kondisi cuaca. Sebagai langkah antisipasi, Pemkab OKU telah memasang tiga unit alat pendeteksi ketinggian air di sejumlah titik pantau, di antaranya wilayah Ulu Ogan dan Lengkiti. Alat tersebut dapat diakses oleh seluruh masyarakat OKU.
Menurutnya, alat pendeteksi ketinggian air memiliki peran penting sebagai sistem peringatan dini, sehingga masyarakat dari wilayah hulu hingga hilir dapat mengetahui lebih cepat apabila terjadi peningkatan debit air.
“Seluruh masyarakat dapat mengakses alat pendeteksi ini sehingga bisa bersiap apabila ketinggian air sudah melebihi ambang batas. Saya minta kepada Kalaksa BPBD agar alat ini disosialisasikan secara masif kepada masyarakat,” tegasnya.
Baca juga: UIN Ar-Raniry Terjunkan 23 Relawan Mahasiswa Bantu Korban Bencana di Aceh
Belajar dari pengalaman bencana sebelumnya, Bupati OKU juga meminta BPBD untuk terus melakukan pemetaan wilayah rawan bencana serta meningkatkan koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Selain itu, BPBD diminta membentuk satuan tugas kebencanaan hingga tingkat desa dan kelurahan guna mempercepat respons penanganan ketika bencana terjadi.
“Persiapkan dengan baik, terutama logistik dan peralatan. Bentuk satgas hingga ke seluruh desa agar respon penanganan bencana bisa lebih cepat. Berikan juga edukasi kepada masyarakat agar dapat melakukan antisipasi dan tidak terjadi kepanikan. Mudah-mudahan Kabupaten OKU dijauhkan dari segala bencana,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten OKU, Januar Efendi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah kesiapsiagaan, mulai dari pemetaan daerah rawan bencana, pengaktifan posko siaga, hingga pengendalian operasi serta penyiapan logistik dan peralatan pendukung.
“Termasuk penambahan peralatan penanggulangan bencana yang diserahkan hari ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, BPBD OKU juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan alat pendeteksi ketinggian air dan akan terus menggencarkan kegiatan tersebut ke depannya. (*)






