Berita

Peti Kemas Naik 8 Persen, Pelindo Optimistis Arus Logistik Terus Menguat

×

Peti Kemas Naik 8 Persen, Pelindo Optimistis Arus Logistik Terus Menguat

Sebarkan artikel ini
Manager Komersial Pelindo Regional 2, Darmawi, saat di wawancarai, Kamis (18/12/2025).

Palembang,SuaraMetropolitan Aktivitas kepelabuhanan di Pelabuhan tertua wilayah Sumatera Selatan Boom Baru Palembang menunjukkan tren positif sepanjang tahun ini. Pelindo Regional 2 Palembang mencatat adanya peningkatan arus peti kemas hingga 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring pertumbuhan lalu lintas kapal dan bongkar muat barang konvensional.

Manager Komersial Pelindo Regional 2, Darmawi, mengatakan peningkatan ini menjadi sinyal optimisme terhadap pergeseran arus logistik ke wilayah Sumatera Selatan, terutama setelah Tol Jambi rampung dan beroperasi penuh.

“Tahun ini peti kemas mengalami peningkatan sekitar 8 persen. Kami optimistis ke depan, ketika Tol Jambi sudah selesai, daerah pertengahan dan wilayah perbatasan akan beralih ke sini,” ujar Darmawi.

Meski demikian, Darmawi mengakui masih terdapat tantangan pada sejumlah titik perbatasan. Namun, untuk komoditas konvensional justru menunjukkan peningkatan, khususnya pada muatan Crude Palm Oil (CPO) cair yang cenderung cerah sepanjang tahun ini.

Baca juga: Opsen PKB Tak Cukup Dongkrak PAD Pajak Kota Palembang, Pejabat Tidak Malu Terima Upah Pungut?

Sementara itu, terjadi penurunan pada impor pupuk bahan baku. Hal tersebut disebabkan peralihan sistem pengiriman dari curah kering ke sistem bag, dengan bahan baku yang kini lebih banyak disuplai dari dalam negeri, khususnya dari Pusri.

“Impor pupuk bahan baku memang mengalami penurunan karena sekarang beralih dari curah kering ke bag. Bahannya dari Pusri, sehingga impornya langsung terlihat berkurang dibanding tahun lalu,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Darmawi menyebut arus barang konvensional tetap mengalami peningkatan, termasuk peti kemas dan trafik kapal, terutama kapal luar negeri.

“Traffic kapal luar negeri ada sedikit peningkatan. Kapal-kapal impor ini rata-rata berukuran kecil karena menyesuaikan alur pelayaran,” katanya.

Baca juga: Pelayanan Samsat Harus Prima, Gubernur Sumsel: Wajib Pajak Itu Raja

Untuk arus peti kemas, volume tercatat meningkat dari sekitar 112.000 TEUs pada tahun sebelumnya menjadi 116.260 TEUs pada tahun ini. Sementara untuk barang tertentu yang sudah terjadwal, volumenya relatif stabil tanpa peningkatan signifikan.

Darmawi juga memaparkan bahwa negara tujuan ekspor terbesar masih didominasi Cina dan India, dengan komoditas utama berupa karet. Sedangkan impor terbesar berasal dari Vietnam, khususnya bahan baku pupuk. Adapun barang-barang konstruksi seperti mesin, sebagian besar didatangkan dari Cina.

Dalam operasional harian, arus peti kemas tercatat cukup padat dengan rata-rata sekitar 28 call per bulan, bahkan aktivitas bongkar muat berlangsung setiap hari karena tidak terikat jadwal tetap.

Baca juga: Ikon Sejarah Palembang Tertutup Puluhan Tahun Segera Bisa Diakses Publik, Ini Kata Wali Kota Ratu Dewa

Terkait kondisi pelabuhan tertua, Darmawi memastikan tidak ada kendala berarti karena perawatan rutin dilakukan setiap tahun.

“Alhamdulillah, pelabuhan tertua ini tidak ada kendala. Perawatan rutin setiap tahun membuat kondisi pelabuhan tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pelindo juga terus menyesuaikan diri dengan perkembangan regulasi, terutama terkait kepatuhan lingkungan.

“Saat ini kami harus memenuhi ketentuan proper lingkungan. Dua tahun terakhir, penilaian lingkungan kami mendapatkan kategori biru. Ini menunjukkan kepatuhan terhadap standar lingkungan sudah berjalan dengan baik,” pungkas Darmawi.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.