Palembang,SuaraMetropolitan – Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang mencatat peningkatan aktivitas penerbangan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Salah satu indikatornya adalah terealisasinya 19 penerbangan tambahan (extra flight) serta utilisasi slot penerbangan yang mencapai 93,3 persen.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, mengatakan bahwa extra flight tersebut dioperasikan untuk mengakomodasi meningkatnya kebutuhan perjalanan masyarakat selama masa libur Nataru.
“Selama pelaksanaan Posko Terpadu Transportasi Angkutan Udara Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, utilisasi slot penerbangan di Bandara SMB II mencapai 93,3 persen dan terealisasi 19 extra flight,” ujar Ahmad Syaugi Shahab, Senin (5/1/2026).
Baca juga: Perkuat Mobilitas dan Investasi, Rute Udara Pagar Alam–Jakarta Resmi Dibuka
Posko Terpadu Transportasi Angkutan Udara Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Bandara SMB II Palembang berlangsung sejak 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Dalam periode tersebut, bandara melayani 192.312 penumpang dengan total 1.305 pergerakan pesawat. Dibandingkan periode sebelumnya, jumlah pergerakan pesawat tumbuh 9,8 persen, sementara jumlah penumpang meningkat 4,4 persen.
Dari sisi operasional, Bandara SMB II juga mencatat On Time Performance (OTP) sebesar 70 persen dan Load Factor mencapai 81,6 persen. Secara umum, pelaksanaan posko dinilai berjalan aman, tertib, dan terkendali berkat koordinasi serta kesiapsiagaan seluruh stakeholder bandara.
Ahmad Syaugi Shahab menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, AirNav Indonesia, BMKG, maskapai penerbangan, ground handling, instansi pemerintah terkait, hingga jajaran internal bandara.
“Capaian ini merupakan hasil sinergi dan kerja sama seluruh stakeholder bandara yang terus terjaga selama pelaksanaan posko terpadu,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil pelaksanaan posko tetap menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya dalam peningkatan ketepatan waktu penerbangan, pengelolaan kepadatan penumpang pada jam sibuk, serta optimalisasi komunikasi operasional, guna memastikan pelayanan transportasi udara yang semakin aman dan nyaman bagi pengguna jasa bandara.






