Palembang,SuaraMetropolitan – Pemerintah Kota Palembang terus mematangkan langkah strategis dalam pengelolaan aset dan penataan infrastruktur guna mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurai persoalan lalu lintas. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui audiensi antara Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dan General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Palembang, Nunu Husnul Khitam, pada Senin (5/1/2026) di Ruang Audiensi Lantai 8 Kantor Sekretariat Daerah Kota Palembang.
Audiensi itu membahas rencana pemanfaatan aset milik PT Pelindo seluas kurang lebih 200 hektare yang berada di kawasan Sungai Lais, Palembang. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Palembang turut hadir, di antaranya Dinas Perhubungan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyambut positif rencana tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN dalam mengoptimalkan aset strategis demi kepentingan pembangunan kota. Ia menyebutkan, saat ini lahan tersebut masih dalam tahap penyusunan feasibility study (FS) sebagai dasar perencanaan pemanfaatan ke depan.
“Tadi saya sudah minta untuk dikoordinasikan dengan pihak Pemerintah Kota, baik itu dengan Dinas Perhubungan maupun Dinas PUPR,” ujar Ratu Dewa.
Baca juga: Sepanjang 2025, Uji KIR Kendaraan di Palembang Capai 24.688 Unit
Lebih lanjut, Ratu Dewa menekankan bahwa pembukaan akses menuju kawasan Sungai Lais menjadi prioritas utama. Menurutnya, akses jalan yang memadai akan berdampak langsung pada pengurangan kepadatan lalu lintas, khususnya akibat aktivitas kendaraan bertonase besar yang selama ini melintasi kawasan Bom Baru.
“Yang penting buat kita adalah membuka akses ke sana, sehingga tidak terjadi lagi krodit mobil-mobil bertonase besar yang masuk ke Bom Baru,” tambahnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Ratu Dewa juga mengusulkan pembangunan jalan lingkar timur. Ia menilai, keberadaan jalan tersebut akan menjadi alternatif jalur distribusi yang efektif sekaligus mampu menekan tingkat kemacetan di dalam kota.
“Jika dilakukan pembuatan jalan lingkar timur, tingkat kemacetan bisa berkurang. Dan itu bisa menjadi solusi,” tegasnya.
Baca juga: 19 Extra Flight, Utilisasi Slot Bandara SMB II Capai 93 Persen Selama Nataru
Dalam waktu dekat, Pemkot Palembang bersama PT Pelindo berencana menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas secara lebih mendalam rencana pembukaan akses ke kawasan Sungai Lais. Forum ini diharapkan dapat merumuskan langkah-langkah konkret serta menyelaraskan kepentingan antar pihak terkait.
Pada kesempatan yang sama, Ratu Dewa juga mengungkapkan bahwa kawasan Sungai Lais mulai dilirik oleh investor. Hal ini membuka peluang besar bagi pengembangan kawasan tersebut sebagai pusat industri baru di Kota Palembang.
“Kata GM-nya tadi juga, sudah ada beberapa investor yang melirik untuk pembangunan wilayah tersebut, khususnya di pelataran kawasan Sungai Lais,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara Pemkot Palembang dan PT Pelindo, kawasan Sungai Lais diharapkan dapat berkembang menjadi kawasan industri terpadu yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan daya saing Kota Palembang di tingkat nasional maupun internasional.






