Berita DaerahEkonomi & Bisnis

Dukung Ekonomi Sirkular, PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP Indralaya Jalankan Program Pemberdayaan Kelompok Jamur Ogan Ilir Sepanjang 2025

×

Dukung Ekonomi Sirkular, PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP Indralaya Jalankan Program Pemberdayaan Kelompok Jamur Ogan Ilir Sepanjang 2025

Sebarkan artikel ini
Jamur tiram yang telah dipanen dan siap untuk pasarkan.

Sumsel-Ogan Ilir, SuaraMetropolitan,– PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Keramasan melalui Unit Pembangkitan (UP) Indralaya terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis keberlanjutan. Sepanjang tahun 2025, PLN IP UBP Keramasan UP Indralaya melaksanakan rangkaian program pemberdayaan masyarakat dengan menyalurkan bantuan pengadaan kumbung, alat sterilisasi, serta sarana penunjang budidaya jamur berbasis prinsip ekonomi sirkular guna meningkatkan produktivitas dan kemandirian kelompok tani jamur di Kabupaten Ogan Ilir.

Program pemberdayaan ini menyasar tiga kelompok budidaya jamur, yakni Kelompok Jamur Sejati, Kelompok Jamur Rifda, dan Kelompok Jamur Tiram Payakabung, yang selama ini menjadi mitra binaan PLN IP UBP Keramasan UP Indralaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang berorientasi pada penguatan ekonomi lokal dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Melalui program ini, PLN IP UBP Keramasan UP Indralaya memberikan bantuan sarana dan prasarana budidaya yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok.

Untuk Kelompok Jamur Sejati, PLN IP UP Indralaya memberikan bantuan berupa pengadaan kumbung budidaya jamur dengan inovasi main filter, serta alat pendukung budidaya lainnya. Inovasi ini bertujuan menciptakan lingkungan produksi yang lebih terkontrol dan higienis, sehingga dapat meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus kapasitas produksi jamur secara berkelanjutan.

Jamur tiram yang telah siap untuk dipanen

Sementara itu, Kelompok Jamur Rifda menerima bantuan pengadaan alat sterilisasi dan sarana pengolahan limbah budidaya jamur. Limbah budidaya yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini diolah menjadi sistem filtrasi, sebagai penerapan nyata prinsip ekonomi sirkular. Inisiatif ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga meningkatkan efisiensi proses produksi serta menambah nilai guna dari sisa hasil budidaya.

Adapun Kelompok Jamur Tiram Payakabung mendapatkan bantuan pengadaan kumbung produksi serta nutrilogger sebagai alat pemantau kondisi budidaya. Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu mendorong praktik budidaya jamur berbasis data, sehingga proses produksi menjadi lebih presisi, efisien, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan.

Manager PLN Indonesia Power UBP Keramasan, Syafi’i, menyampaikan bahwa rangkaian bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan secara berkelanjutan sepanjang tahun 2025.

“Program ini merupakan wujud komitmen PLN Indonesia Power UBP Keramasan dalam mendukung peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat sekitar perusahaan. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, kami berharap masyarakat tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga menerapkan praktik usaha yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Syafi’i.

Ia menambahkan, PLN Indonesia Power tidak hanya berfokus pada penyediaan energi listrik, tetapi juga berupaya hadir dan tumbuh bersama masyarakat melalui program-program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata dan jangka panjang.

Dengan adanya program ini, PLN IP UBP Keramasan UP Indralaya berharap kelompok-kelompok budidaya jamur di Kabupaten Ogan Ilir dapat semakin mandiri, berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya, sekaligus menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular di sektor pertanian dan UMKM berbasis komunitas.(*)

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.