Jakarta,SuaraMetropolitan – Kabupaten Banyuasin kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Sepanjang tahun 2025, Banyuasin tercatat sebagai daerah dengan produksi beras tertinggi di Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan target swasembada pangan nasional.
Atas capaian tersebut, Bupati Banyuasin, Askolani, menerima penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan perannya dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Kabupaten Banyuasin menempati peringkat pertama produksi beras nasional tahun 2025. Posisi tersebut disusul Kabupaten Sukabumi di peringkat kedua dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur di peringkat ketiga.
Baca juga: Ponpes Nurul Qomar Audiensi dengan Wali Kota Palembang, Bahas Pelaksanaan FGIK 2026
Selain itu, Banyuasin juga tercatat sebagai penghasil gabah terbesar di Sumatera dan berada di peringkat kedua nasional dengan total produksi mencapai 1.176.108 ton Gabah Kering Giling (GKG) hingga akhir tahun 2025.
Capaian tersebut menjadi salah satu penopang utama keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada pangan, sebagaimana diumumkan Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kerja di Kabupaten Karawang pada Rabu (7/1/25) lalu.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa hingga akhir tahun 2025, Indonesia memiliki cadangan beras lebih dari 3 juta ton yang tersimpan di gudang pemerintah. Kondisi tersebut menunjukkan keberhasilan kebijakan pangan nasional sekaligus menegaskan kemampuan Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri dalam memenuhi kebutuhan pangan rakyat.
Adapun daftar peringkat daerah dengan produksi beras tertinggi di Indonesia periode 2024–2025 meliputi,
- Kabupaten Banyuasin,
- Kabupaten Sukabumi,
- Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur,
- Kabupaten Bojonegoro,
- Kabupaten Cianjur,
- Kabupaten Tasikmalaya,
- Kabupaten Bone,
- Kabupaten Wajo,
- Kabupaten Indramayu, dan
- Kabupaten Karawang.






