Berita Daerah

Seleksi PKN II dan PKP 2026, Polda Sumsel Perkuat Etika dan Profesionalisme Aparatur

×

Seleksi PKN II dan PKP 2026, Polda Sumsel Perkuat Etika dan Profesionalisme Aparatur

Sebarkan artikel ini
Pengambilan Sumpah serta Penandatanganan Pakta Integritas Seleksi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Tahun Anggaran 2026.

Palembang,SuaraMetropolitan Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun aparatur yang berintegritas dan profesional melalui Pengambilan Sumpah serta Penandatanganan Pakta Integritas Seleksi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Lantai 7 Gedung Utama Presisi Mapolda Sumsel, Jalan Jenderal Sudirman Palembang, Selasa (13/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian seleksi kepemimpinan yang tidak hanya bersifat administratif, namun juga menekankan penguatan etika, moral, dan tanggung jawab birokrasi bagi setiap aparatur yang akan mengikuti pendidikan kepemimpinan. Isu integritas aparatur menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan seleksi tahun ini.

Pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Polda di Indonesia melalui konferensi video Zoom, yang dipimpin langsung oleh Karo Dalpers SSDM Polri Brigjen Pol Erthel Stephan, SH, S.I.K., M.Si.

Baca juga: Satpol PP Dijaga Satpam? Logika APBD Kota Palembang Dipertanyakan

Dari Polda Sumsel, seleksi PKN Tingkat II diikuti oleh tujuh peserta yang terdiri dari enam polisi laki-laki (Polki) dan satu polisi wanita (Polwan). Sementara itu, seleksi PKP diikuti oleh 20 peserta, dengan komposisi enam pria dan 14 wanita. Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan unsur pengawas, di antaranya Irwasda yang diwakili Kombes Pol Fijar, SIK, Karo SDM Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, SIK, MSi, Kabag Dalpers AKBP Sopiyan, SIK, Kabag Psikologi AKBP Suparyono, MPsi, Kasubbag PNS Ro SDM Penata TK I Tri Yanti, SH, para ketua tim dari 13 komponen, serta perwakilan pengawas internal dari Itwasda, Bid Propam, dan Paminal Polda Sumsel.

Dalam arahannya, pimpinan pusat menegaskan bahwa PKN dan PKP memiliki peran strategis dalam pengembangan kompetensi dan karier aparatur, bukan sekadar pelatihan rutin.

“PKN dan PKP ini adalah bagian dari kesempatan untuk pengembangan karir Pegawai Negeri Sipil Polri. Untuk diketahui, PKN tingkat II dan PKP ini dulunya disebut Diklatpim atau Diklat Kepemimpinan,” ungkapnya.

Baca juga: Dugaan Kader Parpol Lolos Seleksi Direksi Perumda Pasar, Komitmen Bersih Pemkot Palembang Diragukan

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, SIK, MH, menjelaskan perubahan nomenklatur sekaligus tujuan utama dari pelatihan kepemimpinan tersebut.

“Diklatpim IV ini sekarang menjadi Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP), sedangkan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat II adalah Program pengembangan Kompetensi strategis untuk pejabat administrator senior (Eselon II) di instansi pemerintah yang bertujuan mencetak pemimpin birokrasi visioner yang mampu merancang, memimpin, dan mengolah perubahan organisasi untuk mendukung terwujudnya birokrasi melalui inovasi dan kepemimpinan berbasis kinerja, profesionalisme, serta orientasi hasil,” ungkap mantan Kapolresta Pekanbaru Polda Riau tersebut.

Melalui kegiatan ini, Polri berharap setiap peserta benar-benar memahami pentingnya menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas dan amanah organisasi, seiring dengan meningkatnya tuntutan publik terhadap transparansi dan kualitas pelayanan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, mencerminkan sinergi yang solid antara peserta dan jajaran Polda Sumsel. Penandatanganan Pakta Integritas menjadi simbol komitmen aparatur Polri untuk bekerja secara jujur, disiplin, dan siap membawa perubahan positif di lingkungan institusi. (*)

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.