Berita Daerah

Feby Deru Tampil Energik Menari di Reuni Sanggar Seni Cempako

×

Feby Deru Tampil Energik Menari di Reuni Sanggar Seni Cempako

Sebarkan artikel ini
Momen Ketua TP PKK Sumatera Selatan yang juga sebagai Ketua Sanggar Seni Cempako, Feby Deru, menari bersama para penari Sanggar Seni Cempako, di Griya Agung, Sabtu (17/1/2026). 

Palembang,SuaraMetropolitan Ketua TP PKK Sumatera Selatan yang juga sebagai Ketua Sanggar Seni Cempako, Feby Deru, menunjukkan kepercayaan diri dan semangat tinggi saat kembali menari bersama para penari Sanggar Seni Cempako. Penampilan tersebut ia suguhkan dalam acara reuni sanggar yang berlangsung di Griya Agung, Sabtu (17/1/2026).

Dalam momen tersebut, Feby Deru membawakan sejumlah tarian tradisional, seperti Tari Patah Sembilan, Serampang Dua Belas, dan Mak Inang. Seluruh tarian ditampilkan dengan penghayatan mendalam bersama para penari lintas generasi Sanggar Seni Cempako.

Suasana semakin semarak dengan kehadiran Ketua KORMI Sumatera Selatan, Samantha Tivani HD, yang turut menari bersama Feby Deru dengan penuh semangat dan antusiasme.

Usai penampilan, Feby Deru mengaku masih mengingat dengan baik setiap gerakan tarian yang dibawakannya. Menurutnya, hal tersebut karena dirinya benar-benar menjiwai setiap tarian, meskipun sudah cukup lama tidak tampil secara langsung di atas panggung.

“Menari itu soal rasa dan penghayatan. Kalau kita menjiwai, gerakannya akan tetap melekat meski sudah lama tidak tampil,” ujarnya.

Baca juga: Bupati OKI Tinjau Banjir Air Sugihan, Empat Pintu Air Segera Diperbaiki

Feby juga menyampaikan bahwa peserta reuni kali ini baru sebagian dari alumni Sanggar Seni Cempako. Ke depan, ia membuka peluang digelarnya reuni akbar yang melibatkan lebih banyak penari dari berbagai angkatan.

“Reuni ini digagas oleh angkatan senior dan menjadi ajang silaturahmi lintas generasi,” tambahnya.

Ia kemudian mengenang sejarah berdirinya Sanggar Seni Cempako yang berawal dari Baturaja dengan nama Sanggar Seni Sebimbing Sekundang. Sanggar tersebut didirikan oleh almarhumah Ailuni Husni, sebelum akhirnya berpindah ke Palembang dan resmi berganti nama menjadi Sanggar Seni Cempako pada April 1994.

“Setelah ibu Ailuni wafat, saya melanjutkan sanggar ini. Saya tidak ingin kegiatan seni di sini vakum, apalagi masih banyak penari yang aktif dan terus berlatih,” jelas Feby.

Menurut Feby, dunia tari menuntut kedisiplinan dan penghayatan yang tinggi. Ia menegaskan bahwa menari tidak dapat dilakukan secara sembarangan, bahkan dapat menjadi sumber mata pencaharian jika ditekuni dengan serius.

Baca juga: Ratu Dewa Ingatkan Kader PMII Jaga Idealisme dan Prestasi Akademik

“Kepada penari junior, saya tekankan pentingnya disiplin tinggi. Disiplin adalah kunci. Saya akan terus memantau perkembangan para penari di sanggar ini,” tegasnya.

Feby berharap Sanggar Seni Cempako terus berkarya dan berperan aktif dalam melestarikan tarian tradisional khas Sumatera Selatan agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru turut hadir menyapa para alumni dan penari Sanggar Seni Cempako yang mengikuti kegiatan reuni tersebut.

Rangkaian acara semakin meriah dengan penampilan berbagai tarian daerah, seperti Teluk Semangko, Tamborina, Nindai, Ambenan Tinggi, Kipas Elok, Zapin Serumpun, Bedana Kipas, Pirdi, Panen, Senandung Kipas, Rodat, Zapin Payung, hingga Tari Tanggai.

Usai seluruh rangkaian kegiatan seni, para alumni Sanggar Seni Cempako melanjutkan agenda ziarah ke makam almarhum Husni, almarhumah Ailuni Husni, serta almarhumah Percha Leanpuri di pemakaman Gandus sebagai bentuk penghormatan dan doa.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.