Berita Daerah

Tradisi Sedekah Bedusun di Muara Enim Jadi Penguat Pembangunan Desa

×

Tradisi Sedekah Bedusun di Muara Enim Jadi Penguat Pembangunan Desa

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumsel, Herman Deru, berinteraksi dengan warga, saat menghadiri kegiatan Sedekah Bedusun, Selasa (3/2/2026). 

Muara Enim,SuaraMetropolitan Tradisi Sedekah Bedusun yang digelar masyarakat Desa Muara Lematang, Kecamatan Sungai Rotan, kabupaten Muara Enim, dimaknai sebagai sarana memperkuat pembangunan desa yang berlandaskan kearifan lokal.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru saat menghadiri langsung kegiatan Sedekah Bedusun, Selasa (3/2/2026).

Menurut Herman Deru, pembangunan tidak boleh menghilangkan akar budaya masyarakat. Nilai-nilai lokal justru harus menjadi pondasi utama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan agar selaras dengan karakter sosial serta lingkungan setempat.

Ia menilai Sedekah Bedusun sebagai simbol rasa syukur, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang hingga kini masih terpelihara dengan baik di tengah masyarakat.

Baca juga: TERUNGKAP! 56 Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higienis Masih Beroperasi di Palembang

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Gubernur juga menegaskan pentingnya pertemuan langsung antara pemimpin dan masyarakat guna menyerap aspirasi secara utuh dan menyeluruh.

Desa Muara Lematang yang berada di perlintasan Sungai Lematang dan Sungai Musi, lanjutnya, menghadapi tantangan abrasi akibat aktivitas tongkang serta gelombang sungai yang cukup besar.

Menanggapi hal tersebut, Herman Deru memastikan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan mengambil langkah antisipatif melalui pembangunan tanggul yang akan dikoordinasikan bersama pemerintah pusat.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap mempertahankan rumah panggung sebagai warisan arsitektur lokal yang adaptif terhadap kondisi lingkungan sungai.

Baca juga: DPRD Palembang Naik Pitam Siswa Keracunan Usai Santap MBG, Tegur Keras Pihak Terkait

“Rumah panggung adalah bukti kearifan lokal yang telah teruji oleh waktu,” katanya.

Dalam dialog terbuka, warga menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari kebutuhan benih pertanian, dampak limbah industri terhadap lahan pertanian, hingga harapan agar tenaga kerja lokal mendapat prioritas.

Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur menyatakan komitmennya untuk mengoordinasikan berbagai persoalan dengan instansi terkait agar dapat segera ditindaklanjuti dan dicarikan solusi.

Selain itu, ia mendorong agar sejarah berdirinya dusun serta perkembangan pembangunan desa dicatat secara rutin setiap tahun sebagai bahan evaluasi bersama.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.