Sekayu,SuaraMetropolitan – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang membahas Penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026, Laporan Hasil Reses II Tahun 2026, serta Pokok-Pokok Pikiran DPRD Tahun 2027.
Dalam rapat tersebut, muncul interupsi dari salah satu anggota DPRD Muba yang meminta agar Bupati Musi Banyuasin H. Toha Tohet segera menanyakan langsung kepada Menteri Keuangan Purbaya terkait Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Kabupaten Muba yang disebut mencapai Rp1,2 triliun.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Muba H. Toha Tohet menyampaikan harapannya agar DPRD Muba tetap optimistis dan tidak patah semangat menunggu pencairan dana tersebut.
“Terkait dana bagi hasil 1,2 triliun, mudah-mudahan DPRD Muba tidak patah semangat,” ujar Bupati Toha, saat di wawancarai SuaraMetropolitan usai menghadiri rapat paripurna terkait Propemperda Tahun 2026, Laporan Hasil Reses II Tahun 2026, serta Pokok-Pokok Pikiran DPRD Tahun 2027 digelar di Sekayu, Senin (9/2/2026).
Baca juga: Panitia Liga Pelajar Piala Wali Kota Palembang Bantah Isu Kericuhan
Ia menjelaskan, apabila dana bagi hasil tersebut segera cair, maka Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan yang saat ini banyak mengalami kerusakan.
“Kalau dana tersebut segera cair maka yang akan jadi prioritas kita tentu infrastruktur, karena saat ini di Kabupaten Musi Banyuasin banyak sekali jalan rusak dan akan segera kita perbaiki mulai sekarang, tahun depan dan seterusnya,” tegasnya.
Menurut Toha, perbaikan infrastruktur sangat penting agar tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi petani yang membutuhkan akses jalan yang baik untuk mengangkut hasil pertanian.
“Supaya infrastruktur seperti jalan mudah-mudahan tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Musi Banyuasin,” katanya.
Baca juga: Peringatan Harlah NU 2026 di Muba, Wabup: NU Kuatkan Islam Moderat dan Toleransi
Selain infrastruktur, Toha menegaskan sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun ia menilai, infrastruktur harus menjadi fokus utama karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan kebutuhan masyarakat.
“Begitu juga dengan pendidikan dan kesehatan harus tetap diprioritaskan, tapi yang lebih penting lagi infrastruktur, karena masyarakat petani ingin membawa hasil buminya. Bagaimana mereka akan membawa hasilnya kalau jalan rusak,” ungkapnya.
Bupati Toha menambahkan, Pemkab Muba akan fokus pada pembangunan infrastruktur sekaligus menekan angka kemiskinan, serta terus menjaga prioritas di bidang pendidikan dan kesehatan.
“Maka fokus kita infrastruktur dan menekan angka kemiskinan, pendidikan dan kesehatan,” tutupnya.








