Palembang,SuaraMetropolitan – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah berjalan dengan pengawasan ketat, terutama pada aspek kualitas makanan dan kondisi fisik pelaksanaannya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Affan Pranpanca, ST, MT, menegaskan bahwa program MBG bukan hanya menjadi tanggung jawab Disdik semata, melainkan membutuhkan keterlibatan banyak pihak secara bersamaan.
“Yang pasti mbg ini adalah kerja bersama bukan hanya dinas pendidikan tapi juga melibatkan satuan -satuan dan institusi lain yang tentu secara bersama-sama secara paralel terkait dengan pelaksanaannya khusus untuk Disdik sendiri kami akan pastikan bahwa sekolah-sekolah yang sudah kita siapkan dan laksanakan dengan sebaik-baiknya mulai dari pengawasan penilaian fisik dan makanan itu jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang membuat anak-anak kita menjadi tercemar ataupun terdampak dari makanan yang kita bagikan,” ujar Affan, Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Ombudsman Apresiasi Palembang, Tapi Ingatkan Persoalan PJU, SPH hingga Genangan Air
Ia menyebutkan, hingga saat ini program MBG telah diterima oleh sekitar 82 persen sekolah di Palembang dari total 1.300 satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta. Program tersebut mencakup jenjang TK, SD hingga SMP.
Namun demikian, masih terdapat sekitar 18 persen sekolah yang belum menerima program tersebut. Kendala utamanya disebabkan oleh keterbatasan ketersediaan KPPG.
Affan berharap pihak BGN dapat segera memenuhi kebutuhan tersebut agar distribusi program MBG dapat merata ke seluruh sekolah.
Baca juga: Ada Hotline dan Posko Aduan, SMPN 9 Palembang Raih Nilai Tinggi dari Ombudsman
“Kami berharap agar dari BGN ini segera menyiapkan pemenuhan dan sekarang masih dalam proses di BGN ada sebagian yang sudah difungsikan dan juga dapur-dapur yang akan melayani itu sudah dilakukan kajian,” jelasnya.
Selain itu, Affan juga mengungkapkan bahwa terdapat beberapa sekolah di Kota Palembang yang memilih tidak mengikuti program MBG, terutama dari sekolah swasta. Hal itu dikarenakan pihak sekolah merasa mampu menyediakan program makan bergizi secara mandiri.
“Sejauh ini memang ada di kota Palembang sekolah yang menolak dari pemberian mbg gratis ini yaitu sekolah swasta yang memang mereka menganggap bahwa mereka akan melakukannya secara mandiri,” pungkasnya.







