Berita Daerah

Pengurus PMI Baru Dilantik, Herman Deru Minta Tidak Ada Markup dan Kegiatan Fiktif

×

Pengurus PMI Baru Dilantik, Herman Deru Minta Tidak Ada Markup dan Kegiatan Fiktif

Sebarkan artikel ini
Foto bersama di sela-sela kegiatan pelantikan kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lubuk Linggau, Kota Prabumulih, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dan Kabupaten PALI di Griya Agung Palembang, Sabtu (23/5/2026). 

Palembang,SuaraMetropolitan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menghadiri pelantikan kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lubuk Linggau, Kota Prabumulih, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dan Kabupaten PALI di Griya Agung Palembang, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bergerak Bersama, Berbakti untuk Kemanusiaan” itu diawali dengan pembacaan tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Setelah itu, Sekretaris PMI Sumsel M. Susman Surya Dinata membacakan surat keputusan kepengurusan baru sebelum proses pelantikan dilakukan oleh Ketua PMI Sumsel, Feby Herman Deru, melalui penandatanganan berita acara dan penyematan pin organisasi.

Dalam arahannya selaku Pelindung PMI Sumsel, Herman Deru menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang tertib dan transparan. Ia menyebut tantangan dalam pengelolaan PMI dapat diatasi apabila pengurus memiliki keberanian serta dasar hukum yang kuat.

“Administrasi harus tertib. Buatkan payung hukum atau peraturan organisasi internal yang tetap sesuai dengan aturan PMI Pusat. Selain itu, kita harus memulai era transaksi non-tunai agar perputaran dana, baik dari hibah maupun CSR, tercatat dengan jelas keluar dan masuknya. Saya minta Bank Sumsel Babel mendampingi proses ini,” tegas Herman Deru.

Ia juga meminta pengurus yang baru dilantik segera menggandeng Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) atau inspektorat daerah guna mendampingi pengelolaan Unit Donor Darah (UDD) dan dana hibah sejak dini.

Baca juga: HGU Bermasalah di Sumsel Tak Kunjung Tuntas, Negara Berpihak ke Siapa?

Herman Deru turut mengingatkan empat prinsip utama dalam pengelolaan anggaran PMI, yakni seluruh transaksi dilakukan secara non-tunai, tidak ada markup dalam setiap transaksi, tidak ada kegiatan fiktif, serta seluruh kegiatan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pak Sekda, saya minta dibuatkan surat tembusan ke kabupaten/kota agar meminta pendampingan dari inspektorat masing-masing,” tambahnya.

Selain soal tata kelola, Herman Deru juga mendorong PMI agar aktif menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU), meningkatkan kesiapsiagaan bencana, serta rutin menggelar sosialisasi pertolongan pertama dengan melibatkan Palang Merah Remaja (PMR).

Sementara itu, Ketua PMI Sumsel, Feby Herman Deru, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus kabupaten/kota yang baru dilantik karena telah bersedia mengemban tugas kemanusiaan.

Baca juga: Tim Tabur Kejati Sumsel Tangkap Buron Kasus Kekerasan Seksual di Sekayu

“Selamat kepada kepengurusan yang baru dilantik. Amanah yang diemban ini bukan sekadar atribut, melainkan kepercayaan untuk berbuat tanpa pamrih. Niat baik saja tidak cukup, kita tetap dituntut bertanggung jawab melalui laporan keuangan yang akuntabel,” ujar Feby.

Ia juga menyarankan agar bantuan kemanusiaan diprioritaskan dalam bentuk barang agar penyalurannya lebih cepat dan pertanggungjawabannya berjalan sesuai prosedur.

Selain itu, PMI didorong lebih aktif memenuhi kebutuhan darah melalui sistem jemput bola serta memperluas jaringan organisasi hingga tingkat desa.

“Kebutuhan darah sangat tinggi, bukan hanya untuk korban kecelakaan, tetapi juga ibu hamil dan anak penderita talasemia. Kita bisa memaksimalkan gerakan gotong royong, salah satunya melalui program PMI Goes to School,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Sumsel Edward Candra, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumsel Desy Edward Candra, serta para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.