Berita Daerah

Pekan Tuli Internasional di Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kesetaraan Hak dan Akses Publik

×

Pekan Tuli Internasional di Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kesetaraan Hak dan Akses Publik

Sebarkan artikel ini
Foto bersama di sela-sela kegiatan.

Palembang,SuaraMetropolitan – Pemerintah Kota Palembang menegaskan komitmennya untuk terus membangun lingkungan yang ramah, terbuka, setara dan inklusif bagi penyandang disabilitas.

Komitmen itu disampaikan Wali Kota Palembang Drs. Ratu Dewa, M.Si., saat membuka Pekan Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional Tahun 2026 di Kota Palembang, Jum’at (26/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ratu Dewa menyampaikan apresiasi kepada DPD GERKATIN Sumatera Selatan, DPC GERKATIN Kota Palembang, PUSBISINDO Sumatera Selatan, panitia serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

Menurut Ratu Dewa, peringatan tersebut tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial. Momentum itu penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesetaraan hak warga Tuli, baik dalam berkomunikasi, memperoleh pendidikan, mendapatkan pelayanan publik, berkarya maupun berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Perbedaan cara berkomunikasi tidak seharusnya menjadi alasan untuk membatasi kesempatan seseorang. Karena itu, kita membutuhkan lingkungan yang mampu mengakomodasi keberagaman dan memberikan akses yang setara bagi seluruh masyarakat,” kata Ratu Dewa.

Baca juga: PSEL Palembang Mulai Bakar Sampah, Ini Tahap Selanjutnya

Kegiatan tersebut mendapat partisipasi cukup besar. Berdasarkan informasi panitia, sekitar 300 teman Tuli hadir. Jika ditambah orang tua, anak-anak Tuli, komunitas dan masyarakat umum, jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 400 orang.

Besarnya partisipasi itu dinilai menunjukkan semakin terbukanya ruang interaksi antara komunitas Tuli dengan masyarakat luas di Kota Palembang.

Ratu Dewa juga mengajak masyarakat meningkatkan pemahaman terhadap komunitas Tuli, termasuk Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Menurutnya, BISINDO bukan sekadar sarana komunikasi, tetapi juga bagian dari identitas dan budaya Tuli.

“Semakin banyak masyarakat yang memahami bahasa isyarat, semakin besar pula peluang untuk mengurangi hambatan komunikasi yang dihadapi teman-teman Tuli dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Pemkot Palembang, lanjut Ratu Dewa, berkomitmen mendorong pelayanan publik yang inklusif dan ramah bagi seluruh masyarakat. Hal itu mencakup akses terhadap pendidikan, kesehatan, administrasi pemerintahan, fasilitas umum, ruang publik hingga berbagai layanan pemerintah.

Baca juga: Tak Cukup Dibersihkan, Pemkot Palembang Minta Sungai Sekanak Dijaga Bersama

Dukungan terhadap penyandang disabilitas juga telah dilakukan Pemkot Palembang. Pada 2024, melalui Dinas Sosial, pemerintah memberikan bantuan 100 alat bantu dengar kepada penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas, kemandirian dan kualitas hidup.

Sementara itu, rangkaian Pekan Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional Tahun 2026 diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari pawai dan kampanye publik, sosialisasi, pameran, bazar, penampilan seni teman-teman Tuli hingga edukasi mengenai Bahasa Isyarat Indonesia.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara komunitas Tuli dan masyarakat umum. Interaksi yang terbangun diharapkan dapat memperluas pemahaman sekaligus mengurangi stigma dan hambatan sosial yang masih dihadapi penyandang disabilitas.

Ratu Dewa juga mendorong teman-teman Tuli untuk terus berkarya, berprestasi, berorganisasi dan mengambil peran dalam berbagai bidang pembangunan. Apresiasi turut diberikan kepada para orang tua dan keluarga yang terus memberikan dukungan serta pendampingan.

“Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, keluarga, dunia usaha dan masyarakat harus terus diperkuat untuk menciptakan Kota Palembang yang semakin ramah dan inklusif bagi seluruh warga,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.