OKUS,SuaraMetropolitan – Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Abusama, mengajak generasi muda untuk turut menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah, salah satunya melalui tradisi Sambai Adat yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Ranau Raya.
Ajakan tersebut disampaikan Abusama saat membuka secara resmi Lomba Sambai Adat tingkat pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) se-Ranau Raya, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Kompas Ranau Bersatu (KRB) itu berlangsung di Sekretariat KRB, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, Kabupaten OKU Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Abusama didampingi Ketua TP PKK Kabupaten OKU Selatan, Ny. Yohana Abusama.
Penyelenggaraan lomba ini menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan kelestarian adat dan budaya lokal sekaligus menanamkan kecintaan generasi muda terhadap warisan leluhur.
Dalam sambutannya, Abusama menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-6 KRB. Ia juga memberikan apresiasi atas konsistensi organisasi tersebut dalam menjaga lingkungan hidup di kawasan Danau Ranau serta melestarikan nilai-nilai adat dan budaya setempat.
“Enam tahun berkiprah tentu bukan waktu yang singkat. Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada KRB yang terus konsisten menunjukkan kepeduliannya, tidak hanya pada kelestarian lingkungan hidup di kawasan Danau Ranau, tetapi juga pada kelestarian nilai-nilai adat dan budaya lokal,” ujar Abusama.
Baca juga: Bukan Sekadar Menang, MTQ ke-6 Nurul Qomar Tekankan Akhlak dan Kebaikan
Ia menjelaskan, Sambai Adat bukan sekadar seni bertutur, melainkan warisan leluhur yang memiliki nilai penting dalam kehidupan masyarakat. Tradisi tersebut juga menjadi identitas budaya, sarana menyampaikan petuah bijak, serta media untuk mempererat silaturahmi yang mengandung nilai estetika dan etika.
Menurut Abusama, pelestarian budaya daerah semakin penting di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi digital. Generasi muda diharapkan mampu mengikuti perkembangan modernisasi tanpa meninggalkan identitas serta nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.
“Menjadi modern adalah keharusan, namun melupakan akar budaya bangsa adalah kekeliruan. Melalui lomba ini, kalian sedang belajar menghargai sejarah dan identitas diri sebagai generasi muda Ranau Raya yang berkarakter,” tegasnya.
Abusama mengaku bangga melihat partisipasi para pelajar SLTP dan SLTA dalam perlombaan tersebut. Ia menilai keterlibatan pelajar menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya daerah agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten OKU Selatan akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang bertujuan memajukan kebudayaan lokal dan mendorong pembangunan kepemudaan.
Selain sebagai upaya pelestarian budaya, Abusama menilai kekayaan tradisi Sambai Adat perlu berjalan beriringan dengan potensi alam Danau Ranau. Sinergi keduanya dinilai dapat mendukung pengembangan pariwisata daerah sekaligus menjaga warisan leluhur agar tetap lestari.
Baca juga: Dorong Penempatan Jabatan Tepat Sasaran, Banyuasin Petakan Kompetensi ASN
Kepada seluruh peserta, Abusama berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh percaya diri, menampilkan kemampuan terbaik, serta menjunjung tinggi sportivitas. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk belajar sekaligus memperdalam kecintaan terhadap budaya sendiri.
“Dalam pelestarian budaya, tidak ada yang kalah. Kalian semua yang berdiri di sini untuk membawakan Sambai Adat adalah pemenang dan pahlawan budaya sejati,” ungkapnya.
Abusama juga meminta dewan juri agar melaksanakan penilaian secara objektif dan adil. Ia turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia KRB atas kerja keras dan kontribusinya dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Kegiatan ini turut dihadiri Plt. Asisten III, Staf Ahli Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, anggota DPRD, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, para camat se-Ranau Raya, unsur terkait, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Melalui peringatan HUT ke-6 KRB dan penyelenggaraan Lomba Sambai Adat, diharapkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal semakin tumbuh. Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menjaga identitas dan kearifan lokal Ranau Raya.
Pemerintah Kabupaten OKU Selatan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya melestarikan adat dan budaya daerah serta membentuk generasi muda yang berkarakter dan bangga terhadap warisan leluhurnya. (*)






