Connect with us

Entertainment

Agung Hercules Tak Pernah Cerita ke Teman-temannya Kalau Mengidap Kanker Otak Stadium 4

Published

on

Spread the love

SuaraMetropolitan.com, Tangerang – Pelawak Fevi Hermawan Hidayat Kelana atau dikenal dengan panggilan Peppy menjenguk artis komedi Agung Hercules yang tengah dirawat di rumah sakit. Agung diketahui mengidap kanker otak.
Menurut Peppy, ia sempat membicarakan beberapa hal dengan artis komedi yang dikenal berbadan kekar tersebut.
“Ngomongin berat badan dulu, yang dia adalah salah satu motivator saya untuk menurunkan berat badan,” ucap Peppy saat ditemui di RSUD Kota Tangerang, Banten, usai menjenguk Agung, Minggu (16/6/2019) malam.
Peppy mengatakan bahwa obrolan mereka tersebut diselingi dengan canda dan tawa.

“Terus dia ketawa-ketawa, dia nepuk-nepuk perut saya ‘Nah, gini dong’ katanya. Dulu kan saya lumayan gede ya, sekarang saya bisa turun sekitar 20 kilogram gara-gara Mas Agung,” katanya.

Peppy menambahkan bahwa ia baru mengetahui rekannya tersebut terkena sakit yang cukup serius.

“Saya malah tahu dari teman-teman yang lain (bahwa Agung Hercules sakit). Karena pas ketemu pun dia enggak pernah cerita dia sakit apa. Ya mungkin dia punya alasan sendiri,” ujar Peppy.
Agung Hercules dikabarkan mengidap kanker otak glioblastoma stadium empat.
Pria kelahiran Malang, 9 Februari 1968, itu mulai dikenal sejak menelurkan lagu bernuansa komedi berjudul Astuti pada 2003.
Selain itu, Agung juga dikenal lewat perannya dalam sinetron Saras 008 sebagai Milky Man.

Idap Glioblastoma
Komedian Agung Hercules berjuang melawan penyakit Glioblastoma.
Bedu, seorang rekan komedian, mengungkap kondisi eks binarawagawan itu.
Pertumbuhan penyakit tersebut terbilang cepat.

“Sakit cancer di otak kiri, Glioblastoma stadium 4,” kata Bedu saat dihubungi wartawan, Minggu (16/6/2019).
Penyakit tersebut pun dengan cepat menjalar di kepala Agung.
“Pertumbuhannya sangat cepat,” lanjut Bedu.

Saat ini, Agung pun masih dirawat di rumah sakit kota Tangerang.
“Iya RSUD Kota Tangerang,” katanya.
Tumor glioblastoma mulanya menyerang otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini termasuk langka, hanya sekira tiga kasus per seratus orang.
Di kalangan medis, Glioblastoma dikenal sangat agresif, dan menantang untuk diobati.
Bedu pun memohon doa untuk kesembuhan Agung.
“Doa yang terbaik semoga cepat sembuh agar Bisa kembali menghibur pemirsa di rumah Aamiin,” katanya.

 

 

(Sumber, Tribunnews.com)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budaya

Penyerahan Piagam Lomba Arsitektur Tingkat Pelajar Dan Mahasiswa Gunungkidul Oleh PT. Guparindo

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, SuaraMetropolitan.com — Penyampaian piagam dan piala bagi peserta lomba arsitek di rumah edukasi pendidikan SDM Di Plosodoyong, Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul, DIY. (27/01/2021).

Acara penyerahan tersebut dimulai pukul 13.00.WIB. dihadiri oleh perwakilan dari bupati terpilih yakni ketua dari Senthir Cilik Sunaryanta, yaitu Antono Putra beserta lima orang pengurusnya, perwakilan dari pihak sekolah SMK Wonosari, seluruh peserta lomba dan beberapa awak media online.

Sebelum penyampain piagam disampaikan beberapa sambutan baik dari pihak PT. Guparindo maupun dari Senthir Cilik Sunaryanta yang mana keduanya memberikan support kepada peserta lomba.

“Tujuan kami mengadakan lomba ini untuk mempersiapkan SDM para peserta jika nantinya ada PT, atau CV yang akan membuat sebuah bangunan di Gunungkidul”, Ungkap Intan Aprillia.

Ditambahkan juga bahwa peserta lomba yang diadakan ini merupakan gambaran di gunungkidul banyak orang-orang yang mumpuni dibidang arsitektur.

Perwakilan dari bupati terpililh Senthir Cilik Sunaryanta, secara pribadi dalam kesempatan yang sama mengungkapkan rasa bangga didepan hadirin.

“Kami sangat bangga ternyata anak-anak gunungkidul mampu menuangkan ide kreatifnya. Insyaallah akan kami sampaikan kepada Bapak Bupati jika sudah dilantik nanti, agar anak-anak tersebut bisa tersalurkan”, Katanya.

Lebih lanjut Antono Putra menyampaikan pesan dari H.Sunaryanta bupati terpilih di periode ini yakni, anak anak pelajar kedepanya bisa menjadi arsitek tata kelola yang hebat.

“Gunungkidul membangun sebagai generasi Z kita artikan bahwa kita warga Gunungkidul sebagai Subjek dalam pembangunan itu. Semua anak negeri berkarya nyata untuk kemajuan Gunungkidul”, pesan yang disampaikan.

Menurutnya karya tangan anak-anak ini tidak kalah dengan hasil karya dari luar. Tinggal bagaimana peran pemerintah dan peran kita semua menggunakan hasil kreasi mereka”, Pungkasnya.

Penyerahan langsung oleh PT Guparindo melalui perwakilannya, salah satu kepala sekolah SMK 45 Wonosari, dan dari Senthir Cilik Sunaryanta yaitu Antono Putra. Seluruh hadirin tetap mengenakan protokol kesehatan.

(Redaksi)

 

Continue Reading

Entertainment

Kunjungan Kesbangpol Ke DPC AWPI Bantul Untuk Menerangkan Adminitrasi Dan Ormas

Published

on

Spread the love

BANTUL, (SuaraMetropolitan.com)
Kesbangpol mendata kelengkapan adminitrasi dalam kepengurusan DPC AWPI Kabupaten Bantul, dan memberi penjelasan seputar ormas atau organisasi lain.

Berdasarkan sumber yang berhasil kami kutip dari media online MetroIndonesia.co, menerangkan bahwa,
Kesbangpol Kabupaten Bantul datangi DPC (dewan pimpinan cabang) AWPI Kabupaten Bantul di Desa Terong Kecamatan Dlingo dalam rangka meneliti kelengkapan administrasi pada Selasa (16/6/2020).

Tim dari Kesbangpol yaitu Nur Albait, SE dan Ahadi yang datang ke AWPI (Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia) DPC Bantul tersebut diterima ketua DPC Sugiyanto beserta pengurus.

Salah satu Tim dari Kesbangpol Bantul Nur Albait, SE mengatakan jika kedatangan nya ke Sekretariat AWPI dalam rangka meneliti kelengkapan administrasi. Jika masih ada kekurangan dalam syarat-syarat dalam organisasi atau ormas bisa disusulkan.

“Kelengkapan dalam administrasi dan kelengkapan apa saja yang ada di sekretariat DPC AWPI bantul kita data, jika ada kekurangan dalam syarat administrasi dapat disusulkan,” Kata Nur Albait, SE di sekretariat AWPI dlingo Bantul.

Ketua DPC AWPI Bantul Sugiyanto menerima tim Kesbangpol dan akan segera memenuhi administrasi yang belum lengkap.

“Kita pengurus DPC AWPI bantul akan segera melengkapi persyaratan administrasi yang masih kurang. Untuk sementara ini terkait keperluan administrasi DPC kita tanggung bersama,” ungkap Sugiyanto.

Kedatangan tim Kesbangpol Kabupaten Bantul juga dalam rangka memberi penjelasan seputar ormas atau oraganisasi lain serta mendata kelengkapan administrasi dalam kepengurusan.

(Spd)

Continue Reading

Entertainment

Lina Meninggal, Tangis Sule Dan Rizky Febian Pecah

Published

on

KOMPAS.com/Dian Reinis Kumampung Penyanyi Rizky Febian dan sang ayah komedian Sule Sutisna saat diabadikan di Senayan City, Jakarta Pusat, Senin (12/2/2018).
Spread the love

Kabar duka datang dari keluarga penyanyi Rizky Febian.

Sang ibu, Lina, meninggal dunia pada Sabtu (4/1/2020) sekitar pukul 05.30 WIB. Manajer Sule, Panji Komara, melalui Instagram Story-nya mengunggah sebuah video yang memperlihatkan tangis Rizky dan Sule atas meninggalnya Lina.

Awalnya, tatapan mata Rizky kosong dengan bersandar di tembok. Tangannya terlihat sedang membuka botor air mineral.

Sedangkan Sule yang mengenakan pakaian serba hitam terlihat menegarkan Rizky.

Namun tiba-tiba, keduanya tak kuasa menahan tangis. Tangis keduanya pun pecah.

Tangis Rizky Febian dan Sule pecah saat Lina meninggal dunia.

Kuasa hukum Lina, Abdurrahman T Pratomo mengungkapkan kronologi meninggalnya Lina.

Pada Sabtu pukul 04.00 WIB, kata dia, Lina pingsan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Al Islam, Bandung.

Namun pukul 05.30 WIB, dokter menyatakan Lina sudah meninggal dunia.

Abdurrahman mengatakan, Lina memiliki riwayat penyakit lambung dan darah tinggi.

“Posisinya sih tidak seperti itu (bukan meninggal karena penyakit jantung) ya. Jadi, itu kan yang jelas lambung sama darah tinggi,” kata Abdurrahman saat dihubungi, Sabtu (4/1/2020).

Saat ini jenazah Lina dibawa ke rumah duka di sebuah tempat di Bandung.

Jenazah Lina rencananya akan dimakamkan pada Sabtu ini.

Lina dan Sule menikah pada 1997. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat orang anak.

Mereka adalah Rizky Febrian Adriansyach, Putri Delina Andriyani, Rizwan Adriansyach, dan Ferdinan Ardiansyach.

Namun, pernikahan Sule dan Lina berujung perceraian setelah 21 tahun membangun rumah tangga.

Pernikahan mereka diputus cerai oleh Pengadilan Agama (PA) Cimahi, Jawa Barat.

Selepas cerai dari Sule, Lina dikabarkan menikah lagi dengan seorang pria bernama Teddy. Mereka menikah pada Januari 2019.

Penulis: Baharudin Al FarisiEditor: Tri Susanto Setiawan

Sumber: Kompas.com

Continue Reading

Berita Terpopuler