Jakarta,SuaraMetropolitan – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), didampingi Wakil Ketua Umum Edhie Baskoro Yudhoyono dan Sekretaris Jenderal Herman Khaeron, menyampaikan sikap resmi partai terkait perkembangan situasi terkini di tanah air.
“Malam ini, saya dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat menyampaikan sikap, pandangan, dan sekaligus melaporkan kepada segenap masyarakat Indonesia apa yang tengah kami lakukan menyikapi situasi terkini di tanah air,” ujar AHY dalam keterangan resminya.
Dalam kesempatan itu, AHY menegaskan Partai Demokrat mendukung penuh langkah-langkah yang telah diambil Presiden Prabowo Subianto dalam meredakan situasi nasional. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan mencari solusi terbaik sekaligus mencegah jatuhnya korban jiwa maupun kerusakan di berbagai daerah.
Baca juga: NasDem Ambil Langkah Tegas, Sahroni dan Nafa Urbach Dicopot dari DPR
“Partai Demokrat mendukung penuh langkah-langkah yang telah ditetapkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah mencari solusi yang terbaik, meredakan situasi, dan yang paling penting mencegah terjadinya korban jiwa dan kerusakan di berbagai daerah,” tegas AHY.
Selain itu, AHY juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Affan Kurniawan serta sejumlah korban di berbagai kota. Ia menekankan bahwa demokrasi dan kebebasan harus ditempatkan dalam koridor konstitusi, undang-undang, dan aturan yang berlaku.
Baca juga: Dishub Palembang Evakuasi Avanza Dibakar Massa di Simpang Lambi Daro
Baca juga: 82 Proyek Pokir DPRD Palembang Disorot, K-MAKI: Anggaran Misterius Harus Diusut
“Hukum harus ditegakkan dan berlaku untuk semua. Investigasi terhadap insiden yang terjadi juga harus diungkap secara transparan dan akuntabel,” kata AHY.
Ia pun menginstruksikan seluruh kader Demokrat agar menjaga sikap dan tidak menyakiti hati masyarakat. Demokrat, lanjutnya, harus menjadi rumah aspirasi rakyat yang membuka ruang dialog.
“Pesan saya agar Partai Demokrat menjadi rumah aspirasi yang membuka ruang dialog. Ingatlah, ini rakyat kita sendiri, konstituen yang kita wakili. Kalau bukan karena rakyat, tidak mungkin kita semua ada di sini. Sejatinya, suara rakyat adalah suara Tuhan,” tutur AHY.








