Connect with us

Uncategorized

Akses Di Tutup Sementara, Pedagang Pantai Gunungkidul Beraktivitas Dirumah

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, SuaraMetropolitan.com – Tempat usaha dagang dan penyedia jasa di seluruh destinasi wisata pantai Gunungkidul, tidak buka kesemuanya pulang ke dusun masing – masing untuk kembali bertani bagi yang punya lahan.
Hal demikian karena tidak ada pengunjung yang datang terkait himbauan pemerintah di tutupnya tempat wisata Gunungkidul, untuk mencegah penularan virus berbahaya (covid – 19), atau memutus mata rantai penyebaranya.

Para penyedia jasa tersebut juga bisa menerima dan mengikuti anjuran yang di sampaikan melalui dinas terkait dan melalui pemerintah desa agar tidak beraktivitas di lokasi wisata untuk sementara waktu, hingga himbauan tersebut di sudahi oleh pemerintah daerah atau pusat.

Namun demikian mereka berharap kepada pemerintah supaya bisa memberi kebijakan khusus bagi para nasabah bank baik swasta maupun negeri mengenai pinjaman mereka, karena jelas akan kesulitan membayar angsuranya.

Kepada awak media, Wawan (46) pemilik warung makan berharap pihak-pihak terkait memberi kebijakan yang meringankan.
“Saya berharap semua pihak terkait perbankan baik swasta maupun negeri bisa memberi kebijakan dan keringanan melalui himbauan pemerintah pusat dan daerah,” paparnya.

Dari berbagi kabar yang berhasil kami himpun, para penyedia jasa tersebut kembali ke dusun sembari mengurus lahan atau ladang yang memang sudah di tanami sejak beberapa bulan yang lalu, untuk menyongsong musim panen di lahan garapanya masing – masing sambil menunggu himbauan dari pemerintah selanjutnya.

Menurut keterangan juru kunci pantai Watu Lawang yakni ‘Mbah Dalang’, bahwa dirinya patuh terhadap anjuran pemeritah dan Ia pulang ke rumah tinggalnya, Dusun Singkil, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Gunungkidul, dan disanalah kembali beraktivitas di ladang atau bertani.

“Saya sekarang ngurus tanaman karena sebentar lagi panen jagung. Kemudian akan di susul panen padi mas, mudah-mudahan virus corona ini segera bisa di atasi dan kami bisa kembali beraktivitas di pantai lagi,” papar Mbah Dalang kepada awak media SuaraMetropolitan.com, (28/03/202).

Sementara itu untuk para penyedia jasa tempat wisata pantai yang lainya juga mengatakan hal serupa, yaitu kembali bertani karena mereka semua memang memiliki lahan garapan atau ladang untuk tanaman palawija.

SM~(Supadiyono)

Budaya

GKR MANGKUBUMI HADIR MENDUKUNG PENYERAHAN SUMUR BOR PURWODADI

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, 24 November 2020, Suarametropolitan.com — Calon Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul 2020 dari PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) menyerahkan bantuan sumur bor kepada masyarakat Purwodadi, Tepus, Gunungkidul.

Masyarakat padukuhan Winangun, Purwodadi, Kapanewon Tepus telah sekian lama menunggu tersedianya air bersih.

Gayung bersambut, pasangan Bambang Wisnu dan Benyamin memfasilitasi dan menjawab penantian warga ini dengan melakukan pengeboran tahap pertama. Selanjutnya akan dilakukan pipanisasi untuk menjangkau 11 (sebelas) Padukuhan Purwodadi.

Masyarakat bangga karena penyerahan fasilitasi ini pasangan Bambang Wisnu dan Benyamin didampingi secara langsung oleh putri pertama Sultan Hamengkubuwono X, yaitu Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi. Dalam kesempatan ini, GKR Mangkubumi yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua KADIN DIY berpesan agar masyarakat Purwodadi selalu menjaga lingkungan dan kesehatan.

“Apa yang sudah diupayakan dan diberikan oleh Pak Bambang dan Pak Benyamin mohon untuk dirawat. Pak Bambang dan Pak Benyamin ingin warga hidup sejahtera. Perencanaan dan percepatan pembangunan demi kemaslahatan warga Gunungkidul itulah yang menjadi tujuan kepemimpinan Pak Bambang dan Pak Benyamin”, demikian komentar singkat GKR Mangkubumi.

Mewakili masyarakat Purwodadi, Bambang Sulur mengucapkan terima kasih atas bantuan sumur bor ini.

“Kami bersyukur karena Pak Bambang dan Pak Benyamin memperhatikan dan memiliki kepedulian kepada warga di pesisir. Bantuan ini merupakan solusi yang nyata dan sungguh menjawab kebutuhan utama masyarakat Purwodadi, yaitu ketersediaan air bersih,” demikian ungkap Bambang Sulur.

Red

 

Continue Reading

Artis

Deklarasi: Seniman Se-Gunungkidul Di RM Sego Abang Siraman Dukung BaBe

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, Deklarasi sahabat BaBe yang ke 4 di RM Sego Abang, Siraman, Gunungkidul, dihadiri oleh Dadang Iskandar, dan seluruh sahabat BaBe yang meliputi diantaranya tokoh – tokoh masyarakat dan juga LSM serta beberapa awak media online.
Acara dimulai Pukul 13:00 Wib. hingga selesai dengan diramaikan oleh beberapa grup seniman diantaranya,
PAGUYUBAN SENIMAN CAMPURSARI Se-kabupaten Gunungkidul, Tamu kehormatan Om Bondan Nusantara, sutradara ketoprak kondang, dan beberapa seniman lainya.

Dalam kesempatan kali ini mereka (Seniman Gunungkidul) ikut mendeklarasikan dukungan Paslon no 3 Bambang Wisnu Handoyo dan Benyamin Sudarmadi untuk memenangkan pilkada Gunungkidul 9 Des 2020 nanti.

“Saya mengajak untuk mengangkat pasangan BABE menjadi Bupati Gunungkidul, karena beliau sudah terbukti selama 20 tahun dalam mengabdi kepada pemerintah dan masyarakat,” tegas Mbah Waluyo dalam penyampaiannya.

Menurut Mbah Waluyo kerja nyata saat inipun sudah terbukti. Contohnya pengeboran air di Gunungkidul untuk mencukupi kebutuhan air sudah mencapai 51 titik. “Jadi Pak Bambang Wisnu tidak main-main dalam memperhatikan kebutuhan air di Gunungkidul,” tegasnya.

Dalam sambutanya Dadang, mempercayakan penuh kepada para pelaku seni dan seluruh awak media, bahwa pelaku seni dan para awak media memiliki power ketika memberikan arahan kepada warga masyarakat khususnya.

“Saya percaya bahwa sahabat BaBe memiliki kekuatan memberikan arahan untuk memilih calon pemimpin Gunungkidul yang terbaik pada 9 Desember nanti. Harapan saya kaian bisa mengarahkan warga masyarakat agar memilih pasangan Bambang-Benyamin”, Ujarnya.

(spd)

Continue Reading

Bencana

115 Dokter Gugur, Buya Syafii WA Presiden: Bangsa Ini Bisa Oleng

Published

on

Spread the love

Sumatera, (14/09/2020), Suarametropolitan.com – 115 Dokter Gugur, Buya Syafii Maarif sangat prihatin. Karena itu dia berkirim pesan lewat WhatsApp ke Presiden Joko Widodo. Mengutip media PWMU.CO, Penulis/Editor Mohammad Nurfatoni

– Tim Mitigasi Dokter Pandemi Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia merilis jumlah dokter yang meninggal karena Covid-19, Sabtu (12/9/2020).

Ada 115 dokter yang sudah meninggal dunia. Terdiri dari 57 dokter umum, 51 dokter spesialis, dan 7 guru besar.

Mereka tersebar di Aceh (2), Banten (1), NTB (1), Papua Barat (1), DIY (2), Kepulauan Riau (2), Riau (1), Kalimantan Timur (3), Sumatera Selatan (4), Kalimantan Selatan (4), Bali (4), Sulawesi Selatan (6), Jawa Tengah (8), Jawa Barat (11), DKI Jakarta (15), Sumatera Utara (21), dan Jawa Timur (29).

Sementara itu data yang dihimpun Kompas total kasus Covid-19 di Indonesia per Sabtu (12/9/2020) pukul 16.15 WIB: positif (214.746), dirawat (53.638), meninggal (8650), dan sembuh (152.458).

Data sebaran dokter yang meninggal dunia di Indonesia per Sabtu, 12 September 2020.

Buya Syafii WA Presiden

Fakta tersebut membuat prihatin banyak kalangan, termasuk bagi Prof Dr Ahmad Syafii Maarif—atau yang akrab disapa Buya Syafii.

“Jika begini terus, para dokter bisa punah. Bangsa ini bisa oleng tanpa dokter yang cukup,” ujarnya pada PWMU.CO, Ahad (13/9/2020) pagi.

Bahkan Buya Syafii sempat berkirim pesan WhatsApp (WA) Ahad pagi ke Presiden Joko Widodo agar lebih memperhatikan persoalan ini.

Berikut isi WA Ketua (Umum) Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 1998–2005 itu.

Yang Mulia Presiden Republik Indonesia

Sebagai salah seorang yang tertua di negeri ini, batin saya menjerit dan goncang membaca berita kematian para dokter yang sudah berada pada angka 115 pagi ini plus tenaga medis yang juga wafat dalam jumlah besar pula.

Pak Presiden, mohon diperintahkan kepada Menteri Kesehatan dan jajarannya untuk berupaya semaksimal mungkin menolong nyawa para dokter ini. Jika begini terus, bangsa ini bisa oleng karena kematian para dokter saban hari dalam tugas kemanusiaannya di garis paling depan.

Terima kasih Pak Presiden.
Ahmad Syafii Maarif

Redaksi

Foto: Tangkapan layar

Continue Reading

Berita Terpopuler