Palembang, SuaraMetropolitan – World Cleanup Day (WCD) Sumsel sukses menggelar aksi bersih-bersih serentak dalam memperingati Hari World Cleanup Day Sedunia, pada Sabtu (20/9/2025). Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Sekanak dan Rumah Susun, Kecamatan Bukit Kecil, ini berhasil mengumpulkan 1,2 ton sampah dengan partisipasi 500 relawan dari berbagai komunitas, pelajar, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel.
Ketua WCD Sumsel, Fajar, menyatakan bahwa aksi ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Tujuannya tentu untuk mengajak sebanyak-banyaknya masyarakat, terutama anak muda, untuk aktif menjaga lingkungan dan bumi,” jelas Fajar saat diwawancarai.
Ia mengungkapkan, lokasi awal sebenarnya direncanakan di Sungai Kebudayaan, Jakabaring. Namun, setelah berkoordinasi dengan DLHP, dipilihlah kawasan Sungai Sekanak dan Rumah Susun.
“Pertimbangannya, pertama, lokasi lebih dekat dengan pusat kota. Kedua, aksesnya lebih mudah, mengingat ada tokoh atau pejabat yang hadir. Ketiga, tempat ini juga sangat cocok untuk aksi clean up karena banyak sampah yang menumpuk,” ungkap Fajar.
Sampah Plastik Dominasi Sampah yang Dikumpulkan
Fajar menyebutkan, dari 1,2 ton sampah yang berhasil dikumpulkan, jenis sampah plastik masih mendominasi.
“Dari segi kemudahan, sampah plastik sangat mudah untuk dikumpulkan. Jadi, yang terbanyak masih didominasi oleh sampah plastik,” ujarnya.
Mengenai partisipan, target 500 orang tercapai dengan rincian 350 orang dari undangan DLHP dan 150 orang merupakan relawan WCD yang direkrut melalui media sosial dan undangan komunitas.
Baca juga : BPBD Muba: TNI Selalu Hadir Bersama Kami Saat Bencana
Relawan: Kondisi di Lokasi ‘Miris’
Salah seorang relawan, Nadia (24), mengungkapkan antusiasmenya untuk turut serta memberi dampak positif bagi lingkungan.
“Ini interesting. Saya ingin tahu secara langsung kondisi lokasi dan ingin impactful bersama teman-teman di sini,” jelas Nadia.
Di sisi lain, ia mengaku tidak menyangka bahwa fokus bersih-bersih juga dilakukan di sekitar Rumah Susun. Nadia menyayangkan masih rendahnya kesadaran masyarakat setempat dalam membuang sampah pada tempatnya.
“Ternyata di sekitar rusun sampahnya membludak dan miris banget. Masyarakat, khususnya di daerah rusun ini, sepertinya belum ada kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya,” ungkapnya usai aksi.
Melalui aksi ini, WCD Sumsel dan para relawan berharap dapat menjadi edukasi bagi masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan dimulai dari diri sendiri. Partisipasi aktif anak muda juga diharapkan dapat melahirkan generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. (Yas)






