BeritaNasional

Anak Lulus Tes Rekrutmen Security Pertamina RU III Palembang Tapi Gugur Misterius, Ibu Ini Curhat dan Tagih Keadilan ke Presiden Prabowo

×

Anak Lulus Tes Rekrutmen Security Pertamina RU III Palembang Tapi Gugur Misterius, Ibu Ini Curhat dan Tagih Keadilan ke Presiden Prabowo

Sebarkan artikel ini
Ibu Yuliana.

Palembang,SuaraMetropolitan Seorang ibu bernama Yuliana mengaku sangat kecewa terhadap proses perekrutan tenaga keamanan (security) di Pertamina RU III Palembang. Kekecewaan itu ia sampaikan melalui media sosial hingga videonya viral dan ditonton ratusan ribu kali.

Dalam video tersebut, Yuliana secara terbuka meminta perhatian dan keadilan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, agar dugaan ketidakjujuran dalam proses rekrutmen tersebut dapat ditindaklanjuti.

“Saya minta tolong kebijaksanaan dari Bapak dan juga kepada Bapak General Manager UP III dan jajaran security serta Ibu Ara yang mewakili PT PTC,” ujar Yuliana.

Saat ditemui wartawan di kediamannya Jum’at (9/1/2026), Yuliana menceritakan kronologi yang membuat dirinya akhirnya memilih menyuarakan keluhan ke ruang publik.

Ia menjelaskan, sekitar enam bulan lalu, anaknya yang bernama Bastari Saputra mengikuti seleksi calon security Pertamina RU III Palembang.

Baca juga: Ancam Generasi Muda, Modus Narkoba Lewat Liquid Vape Jadi Perhatian Pemkot Palembang

Berdasarkan hasil tes yang diikuti, Bastari dinyatakan lulus dan berada di peringkat tujuh, serta disebut selalu unggul dalam sejumlah tahapan seleksi.

“Sekitar enam bulan lalu anak saya, Bastari Saputra, mengikuti tes calon security Pertamina RU III di Palembang,” ungkap Yuliana dengan suara tersedu-sedu.

Masalah mulai muncul pada Desember lalu, ketika Yuliana menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal atas nama Ara, yang mengaku berasal dari PT Pertamina Training & Consulting (PT PTC). Dalam pesan tersebut, disebutkan bahwa Bastari telah lulus dan diminta hadir pada waktu yang telah ditentukan.

“Saat itu saya dan anak saya senang karena merasa lulus murni. Tapi selang beberapa menit kemudian pesan WhatsApp itu dihapus dengan keterangan salah kirim, dan kami diminta menunggu panggilan selanjutnya,” tuturnya.

Hal tersebut menimbulkan kecurigaan mendalam bagi Yuliana. Ia menilai ada kejanggalan dan menduga adanya permainan di balik proses rekrutmen security Pertamina RU III yang berada di bawah naungan PT PTC.

Baca juga: Banjir Rusak Jembatan di OKU Timur, Gubernur Sumsel Pastikan Segera Diperbaiki

“Bagaimana bisa dibilang salah kirim, padahal nama anak saya tertulis jelas, waktu pemanggilan untuk penandatanganan dokumen sudah ditentukan, bahkan seragam juga sudah disebutkan. Ini benar-benar zholim,” ucapnya.

Menurut Yuliana, alasan “salah kirim” tersebut sulit diterima.

“Setahu saya salah kirim itu kalau sudah sering berkomunikasi. Ini baru pertama kali menghubungi, tapi nama anak saya disebutkan dengan jelas,” paparnya.

Yuliana juga mengaku sempat mendatangi Kantor Pertamina RU III Plaju untuk meminta penjelasan secara langsung. Namun, upaya tersebut justru membuatnya merasa diperlakukan tidak wajar.

“Saya justru tidak diperbolehkan masuk, nama saya diblokir. Padahal saya hanya ingin bertanya. Kalau memang saya salah, kenapa mereka takut menjelaskan langsung kepada saya,” ulasnya.

Baca juga: Wawako Bertha Hadiri Natal Oikumene, Tegaskan Komitmen Pagar Alam sebagai Kota Harmonis

Atas kejadian itu, Yuliana meminta General Manager Pertamina RU III untuk segera turun tangan dan mengevaluasi rekanan, agar ke depan proses perekrutan security, khususnya di RU III Plaju, berjalan transparan dan bebas dari kepentingan.

Sementara itu, Kepala Security  Pertamina RU III Plaju, Suhariyanto, saat dikonfirmasi wartawan Figurnews.com menegaskan pihaknya tidak terlibat dalam proses rekrutmen tenaga keamanan tersebut.

“Maaf, terkait rekrutmen TAD security saya kurang tahu ya, karena itu ranah internal dari PT PTC kantor pusat Jakarta. Kami (Pertamina RU III) hanya sebagai user/pengguna, menerima dan menggunakan manpower untuk pengelolaan pengamanan di wilayah kerja RU III,” ujarnya singkat.

Di sisi lain, pihak PT Pertamina Training & Consulting (PT PTC) melalui Admin PT PTC Tiara juga membantah adanya manipulasi data.

“Untuk berita yang viral tersebut saya nyatakan tidak benar. Saya tidak pernah memanipulasi data sedikit pun. Data yang saya bagikan langsung dari pusat dan tidak ada yang dimanipulasi,” tegasnya, sebagaimana dilansir dari Figurnews.com.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.