Berita

Audiensi dengan Kemendes PDTT, Prof Wijaya Dorong Pemberdayaan Desa Berbasis Kekuatan Mental dan Spiritual

×

Audiensi dengan Kemendes PDTT, Prof Wijaya Dorong Pemberdayaan Desa Berbasis Kekuatan Mental dan Spiritual

Sebarkan artikel ini
Prof Wijaya, bersama Wakil Menteri Kemendes PDTT Riza Patria.

Jakarta,SuaraMetropolitan  – Akademisi sekaligus penggagas psikosufistik, Prof. Dr. H. R. Wijaya, M.Si., melakukan audiensi strategis dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) pada Kamis (13/8/2026).

Audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya Prof. Wijaya dalam menawarkan gagasan “Bela Negara Non-militer”. Konsep ini menitikberatkan pada penguatan mental masyarakat sebagai fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi.

Prof. Wijaya menjelaskan bahwa persoalan kemiskinan sering kali keliru dipahami secara utuh. Menurutnya, kondisi finansial bukanlah masalah utama, melainkan bagaimana respons psikologis masyarakat terhadap kondisi tersebut.

“Kekuatan mental adalah kunci. Kemiskinan sebenarnya tidak masalah, yang menjadi masalah adalah bagaimana cara orang menghadapi kemiskinan tersebut,” ujar Wijaya.

Ia menambahkan bahwa ada lima jenis kemiskinan yang membelenggu masyarakat, yakni kemiskinan absolut, relatif, struktural, kultural, serta alamiah akibat keterbatasan Sumber Daya Alam (SDA). Kondisi tersebut membutuhkan pendampingan mental agar masyarakat tidak terjebak dalam siklus keterbelakangan.

Prof. Wijaya juga memperkenalkan Konsorsium Tasawuf Psikoterapi serta menggagas “majelis taklim berkurikulum” sebagai wadah edukasi masyarakat yang terstruktur. Dalam pemaparannya, ia juga mempresentasikan strategi agar zakat bisa lebih produktif sebagai penggerak ekonomi. Ia mendorong agar setiap masjid dapat membuat Baitul Mal wa Tamwil (BMT), yang nantinya bisa digunakan untuk membackup cita cita luhur pemerintah melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara nyata, kita juga menawarkan konsep student / society preneur agar kemandirian ekonomi masyarakat dapat terbentuk,” tegasnya.

Menanggapi pemaparan dan gagasan strategis tersebut, Wakil Menteri Desa PDTT, Riza Patria, menyambut baik serta memberikan apresiasi terhadap inisiatif yang ditawarkan. Ia menilai pendekatan ini sangat sejalan dengan arah dan visi kementerian.

“Kami punya cita-cita bagaimana mengatasi kesenjangan antarwilayah dengan meningkatkan kualitas SDM. Kita ingin SDM yang bukan hanya cerdas akalnya dan kuat mentalnya, tapi juga tangguh spiritualnya. Terutama menghadapi adanya ketertinggalan masyarakat dan sulitnya adaptasi dengan teknologi, serta kurangnya lapangan kerja maka pemberdayaan seperti inilah yang kita lakukan,” ungkap Riza Patria.

Melalui audiensi ini, Wijaya berharap pendekatan-pendekatan tersebut dapat diintegrasikan dalam program pembangunan desa. Sehingga, pemberdayaan masyarakat tidak hanya bersifat material, tetapi juga preventif dan transformatif dalam membangun kesehatan mental serta kemandirian ekonomi secara konsisten.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.