Palembang, Suaramtropolitan.com – Dalam rangka memperingati Dies Natalis KOHATI ke-59 KOHATI BADKO HMI Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama KOHATI HMI Cabang Palembang sukses menggelar Seminar Nasional yang mengusung tema “Refleksi Perjalanan KOHATI–FORHATI: Dari Kaderisasi ke Kontribusi Nyata.”
Bertempat di Rumah Dinas Walikota Palembang, Pada Hari Senin lalu (29/09). acara diikuti oleh kader KOHATI–HMI se-Sumbagsel, alumni HMI, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi Cipayung Plus dan komunitas.
Dua tokoh nasional hadir sebagai narasumber utama:
• Ayunda Cut Emma Mutia Ratna, S.H., M.H – Presidium FORHATI Nasional, dengan materi “Peran dan kontribusi alumni KOHATI (FORHATI) dalam penguatan peran perempuan di ruang publik.”
• Ayunda Andi Maraida, S.P., M.M – Ketua Umum KOHATI PB HMI Periode 2004–2006, dengan materi “Refleksi perjalanan KOHATI: kiprah masa lalu, tantangan masa kini, dan proyeksi masa depan.”
Sebagai simbol syukur dan penghormatan atas perjalanan panjang organisasi, kegiatan ini turut dirangkaikan dengan prosesi pemotongan tumpeng Dies Natalis KOHATI ke-59.
Dalam sambutannya, Meta Firdayanti selaku Ketua Umum KOHATI BADKO HMI Sumbagsel menegaskan bahwa usia 59 tahun adalah momentum penting untuk memperkuat komitmen dan arah perjuangan.
“Dies Natalis ini bukan hanya sekadar perayaan usia, melainkan refleksi atas pengabdian panjang KOHATI. Kami ingin memastikan kaderisasi berjalan berkesinambungan, sehingga kontribusi perempuan muslimah semakin nyata dalam kehidupan bangsa.”
Beliau juga menambahkan pesan mendalam mengenai pentingnya pendidikan bagi perempuan:
“Jika satu laki-laki dididik maka yang terdidik hanyalah satu laki-laki. Namun jika satu perempuan dididik, maka sesungguhnya kita sedang mendidik generasi demi generasi. Inilah esensi perjuangan KOHATI: mencetak muslimah berdaya yang mampu melahirkan peradaban.”
Sementara itu, Ketua Umum BADKO HMI Sumbagsel yang diwakili oleh Sekretaris Umum BADKO HMI Sumbagsel menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta menekankan pentingnya memahami perjalanan KOHATI–FORHATI.
“KOHATI–FORHATI bukan hanya sejarah organisasi perempuan di tubuh HMI, melainkan juga cermin perjuangan perempuan muslimah dalam lintasan bangsa. Pemahaman atas perjalanan ini penting agar setiap kader mampu mengambil pelajaran dari masa lalu, merespon tantangan masa kini, dan merumuskan strategi masa depan.”
Turut hadir pula Presidium Periodik FORHATI Wilayah Sumsel, Dewi Kartika Sari, S.Pd., M.Pd yang menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya agenda ini sebagai ruang sinergi lintas generasi.
“KOHATI adalah rumah kaderisasi, sementara FORHATI adalah rumah pengabdian alumni. Keduanya harus saling terhubung. Kolaborasi lokal di Sumatera Selatan ini penting, karena di sinilah kader muda ditempa dan alumni berkontribusi nyata bagi masyarakat. Momentum Dies Natalis ini harus memperkuat simpul perjuangan KOHATI–FORHATI di tingkat wilayah.”
Sementara itu, Presidium FORHATI Nasional dalam sambutannya menegaskan bahwa kiprah dan kontribusi alumni KOHATI tidak hanya hadir di ruang-ruang intelektual, tetapi juga di ruang publik dan kebijakan strategis bangsa.
“FORHATI adalah bukti nyata bahwa kaderisasi KOHATI berhasil melahirkan perempuan muslimah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berperan dalam membangun bangsa. Dari dunia pendidikan, sosial, politik, hingga profesi strategis lainnya, alumni KOHATI selalu membawa semangat keislaman, keindonesiaan, dan keperempuanan. Kolaborasi KOHATI–FORHATI adalah kunci untuk menjawab tantangan Indonesia 2045.”
Selain itu, turut hadir memberikan dukungan Rebo Iskandar Pohan, S.Pd yang mewakili Pengurus Majelis Nasional KAHMI. Kehadirannya menegaskan eratnya sinergi antara KAHMI, FORHATI, dan KOHATI sebagai satu kesatuan gerakan dalam membangun bangsa.
“KAHMI senantiasa mendukung langkah KOHATI dan FORHATI. Karena melalui kaderisasi yang berkesinambungan, lahir generasi muslimah yang siap berkontribusi dalam pembangunan nasional. Inilah bukti nyata bahwa HMI dan seluruh badan otonomnya selalu relevan dalam perjalanan bangsa.”
Melalui seminar nasional ini, KOHATI BADKO HMI Sumbagsel berharap lahir gagasan-gagasan baru, terjalin sinergi yang lebih kokoh antara KOHATI, FORHATI, dan KAHMI, serta terwujud peran perempuan muslimah yang semakin strategis dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045. (Rel)






