Connect with us

Budaya

Batu Pertama Diletakan Segera Dibangun Taman Wisata Umbul Pleret Kali Tepus

Published

on

Spread the love

Sleman – (10/08/2020), Suarametropolitan.com, Wakil Rakyat dari Fraksi PKB DPR RI, Haji Sukamto SH membuka rencana Pembangunan Wisata Umbul Pleret Kali Tepus sekaligus meletakkan batu pertama di lokasi pinggir Kali Tepus di Kampung Jetak, Kelurahan Selomartani Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (09/08/2020).

Dalam sambutanya Haji Sukamto SH mengatakan, sangat mengapresiasi kepada warga masyarakat Jetak, karna punya inisiatif dan kreatif, sehingga kedepan sangat diperlukan hal – hal yang seperti ini.

” Saat ini ada yang namanya Wisata Desa, artinya Wisata yang tempatnya di dalam maupun di ujung Desa, pengelola, gagasan pemeliharaanya juga dari Desa setempat, hasilnyapun untuk warga masyarakat setempat, hal ini bisa diujutkan Perikanan, Perkebunan, kolam pemancingan dan lain – lain sehingga bisa menambah lnkam untuk masyarakat, ” ungkapnya.

Selain itu H. Sukamto SH juga menyampaikan bahwa, yang paling utama adalah untuk konsolidasi masyarakat, agar masyarakat bisa bersatu dan setiap keluarga bisa membentuk suatu pertemuan, apalagi saat ini kita semua di Era Ekonomi yang agak sulit, kadang-kadang masyarakat lakukan konsolidasi kampung ini di abaikan, kemudian mengutamakan cari kerja maksimal untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga masing – masing.

Dengan sarana dan prasarana yang ada saat ini diharapkan bisa untuk menambah Inkam yang lebih besar lagi.

Ia berjanji akan mengawal Pembangunan Wisata Umbul Pleret kali tepus tersebut sampai selesai, namun rencana kegiatan pembangunan wisata Desa ini tidak ada kaitanya dengan kegiatan Reses.

Camat Kalasan Ibu Siti Anggraeni Susilo Prapti SH. MM, menambahkan, bahwa di Padukuhan Jetak Kelurahan Selomartani Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman, saat ini ada Taman Wisata Umbul Pleret kali tepus, namun nama ini masih sementara dan bisa di rubah.

” Nama Wisata Umbul Pleret Kali Tepus ini sifatnya sementara, dan nantinya bisa kita rubah. Kemudian UMKM yang ada di wilayah Padukuhan Jetak ini harus sejalan dengan peningkatan Wisata Desa yang ada di Padukuhan Jetak.
Pada Pandemi Covid-19 Penerintah Kabupaten Sleman juga sudah berusaha memberikan bantuan kepada Wisata-Wisata yang ada di Kabupaten Sleman, untuk melakukan uji coba pembukaan Wisata di Kabupaten Sleman, artinya belum sepenuhnya sesuai dengan Kapasitas, namun hanya sekian persennya dari sejumlah pengunjung Wisata karna dampak Pandemi Covid-19, ” jelas Camat Kalasan.

Di tempat terpisah
Kuwat, S.Pd
Selaku tokoh masyarakat dan salah satu pemrakarsa kegiatan ini berharap dengan di bukanya destinasi wisata taman dan air ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan dan penghuninya terutama bagi anak anak sebagai wahana bermain dan berolahraga air dan paling tidak mengurangi anak pergi keluar kampung dimasa pandemi ini, selain itu bagi masyarakat secara umum bisa menghidupkan kembali semangat gotong royong merawat lingkungan syukur syukur dapat menambah penghasilan jika nanti terwujud sebuah destinasi wisata untuk masyarakat luas.

Yang hadir dalam kegiatan tersebut Muspika setempat dan para pejabat setingkat Padukuhan Jetak serta warga masarakat sekitar pembangunan Taman Wisata Umbul Pleret Kali Tepus, dalam pelaksanaan acara tersebut tetap berpedoman pada Protokol kesehatan, semuanya memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan air mengalir.

(Ponijan)

Budaya

Danang: Ditutupnya Kalahari Resto Pegawai Akan Jadi Relawan Bantu Tim Medis

Published

on

Spread the love

Gunungkidul, Suarametropolitan.com — Lonjakan penularan Covid-19 kian meningkat. Korban jiwa berjatuhan dimana-mana, rumah sakit mengaku kekurangan tenaga medis, oksigen dan ruang ICU. Kondisi seperti ini sangat mengetuk bagi siapa saja untuk peduli terhadap keselamatan bersama.

Situasi wilayah Gunungkidul yang demikian, kepedulian pihak Kalahari Resto and Cafe yang merupakan sebuah perusahaan kuliner di Kecamatan Wonosari, akan meliburkan tempat usahanya. Tidak hanya itu, sebagai bentuk lain support terhadap upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19, sejumlah pegawai Kalahari dengan sadar rela menjadi relawan.

Menurut owner yakni Danang Ardianta, bawasanya keputusan meliburkan restoran dan cafe yang tengah naik daun dengan konsep nuansa Bali-Jawa ini bukan tanpa alasan kuat. Hal tersebut dilakukan karena kondisi penyebaran covid-19, yang sangat massive di Gunungkidul.

Sifatnya penutupan sementara tempat usaha ini, sebagai bentuk keprihatinan kami di dunia kesehatan dan mengedukasi kepada masyarakat akan pentingnya kesehatan, menjaga keselamatan diri, keluarga dan kerabat agar tidak terpapar Virus yang berbahaya atau Covid-19,ini.

“Melindungi keluarga saya dan seluruh pegawai Kalahari juga lingkungan sekitar,” kata Danang Ardianta, pemilik Resto Kalahari, Rabu (30/06/2021).

Lebih lanjut Danang mengatakan bahwa penutupan dilakukan mulai Tanggal 1 Juli sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Ini adalah inisiatif sendiri berdasarkan kesadaran, bukan karena salah satu dari pihak Kalahari ada yang terpapar covid atau paksaan dari pihak manapun,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta maaf kepada pelanggan yang sudah reservasi tempat, dengan sangat terpaksa membatalkannya.

“Kami hanya melayani pembelian makan minum dengan reservasi online ke nomor WA 081325257474,” terangnya.

Harapan Danang (Owner Kafe), berawal dari gerakan ini, seluruh masyarakat memiliki kesadaran yang sama, menjunjung tinggi himbauan pemerintah dan membantu dalam upaya menghentikan penyebaran covid-19 untuk senantiasa menerapkan PROKES dimanapun berada.

(Reporter).

Continue Reading

Budaya

Pesan H.Sunaryanta: Jangan Sampai Hal Yang Berkaitan Dengan Alam Dijual Belikan

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, (21/04/2021), Suarametropolitan.com — Menurut laporan kegiatan humas kriminal 2 yang disampaikan melalui Grup Whatsapp, pada Hari Selasa tanggal 20 April 2021 Pukul 16.30 wib di komplek masjid Al Falah dan balai Kalurahan Nglindur dilaksanakan kegiatan buka bersama.

Hadir dalam acara buka bersama tersebut, Bupati Gunungkidul H.Sunaryanta, Panewu Girisubo Alsito,S.Sos, Kapolres Gunungkidul
AKBP Agus Setiawan S.I.K, Dandim 0730 Gunungkidul Letkol Noppy Laksana Armyanto,Kapolsek Girisubo
Akp Wasdiyanto, SH, Danposmil Peltu Hervianto.

Takmir masjid Al Falah memberi sambutan berisikan harapan kepada pemerintah kabupaten Gunungkidul, agar mendampingi supaya wilayahnya tidak dikuasai oleh pihak lain.
“Semoga pemerintah kabupaten agar senantiasa mendampingi agar wilayah tidak dikuasai oleh pihak lain
-semoga bapak bupati bisa mengayomi dan sukses selalu, dan menjadi pantutan bagi warga gunungkidul yang sejahtera”, sambut Takmir.

Kemudian H.Sunaryanta memberikan tanggapan sebagai bentuk terimakasih atas pengadaan buka bersama, dan menyampaikan beberapa prediksi kedepan untuk wilayah Girisubo.

“Mudah-mudahan senantiasa diberikan kelancaran lahir dan bathin bagi warga girisubo dan sekitarnya
-suatu kebanggaan bisa berkumpul dalam acara ini karna dalam sekian banyaknya masjid tidak sempat dikunjungi semua, masjid al falah, nglindur, girisubo adalah masjid pertama kali bagi saya berkunjung,
wilayah selatan suatu saat nanti bisa jadi bukan milik masyarakat, bisa jadi milik orang lain atau diambil alih, di tahun 2023 akan terkoneksi semua, tentu ekonomi akan meningkat, untuk itu jangan sampai hal yang berkaitan dengan alam dijual belikan, karna tidak tau kedepannya akan seperti apa
fenomena yang terjadi di gunungkidul, perceraian termasuk kasus yg cukup luar biasa di gunungkidul dan kasus bunuh diri juga dimohon dengan sangat tolong orang-orang terdekat agar dikasih tau, dan memberi pencerahan kepada orang-orang tersebut.sampah dibuang sembarangan tolong jangan sampai ada kejadian lagi maupun kejadian kekerasan yang sekarang ini sedang marak maraknya”, sambutnya.

Dalam acara tersebut juga menyampaikan bentuk bingkisan bantuan dana romadhon sebesar 3 juta rupiah, Bingkisan safari romadhon 3 unit wireless portable, serta Bingkisan bantuan tempat ibadah dari sarpras Kabupaten Gunungkidul sejumlah 5 juta rupiah.

(Rep/post: Supadiyono)

Continue Reading

Budaya

Rumah Sehat Grand Wijaya Hadir Di Palembang

Published

on

Spread the love

Palembang, Suarametropolitan.com — Manager Unit Pelayanan Pengendalian Pembangkit Sektor Keramasan, Daryanto meresmikan Rumah Sehat Grand Wijaya Persada di Jalan Pendawa No 50, Minggu (11/04). Peresmian klinik kesehatan bagi karyawan PT. Grand Wijaya dan masyarakat umum ini dilakukan secara simbolis dengan pemotongan pita dan didampingi oleh Owner PT. Grand Wijaya, Haji Wijaya dan Penanggung jawab Rumah Sehat dr. RR. Dita Nurul Savitri.

Dalam sambutannya, Daryanto menyampaikan apresiasinya terhadap PT. Grand Wijaya Persada karena hal ini adalah terobosan yang baru dilakukan oleh mitra PT. PLN (Persero). “Kami akan mensupport sepenuhnya terhadap terobosan ini. Dan bilamana perlu dikembangkan di wilayah UPPDK Keramasan, karena banyak mitra PLN yang memiliki karyawan di sana,” ungkapnya.

Menurut sang owner, Haji Wijaya, PT. Grand Wijaya telah banyak membuat program guna kepentingan karyawannya. Rumah Sehat Grand Wijaya Persada ini merupakan salah satu terobosan baru di bidang pelayanan yang bertujuan untuk memanusiakan manusia.

Masyarakat yang berhak mengakses Rumah Sehat Grand Wijaya bukan hanya karyawan, tetapi juga masyarakat umum, baik yang tinggal di sekitar perusahaan, maupun dari tempat lain. Kami tetap memberikan pelayanan yang sama dan terbaik untuk masyarakat yang datang,” ungkap H Wijaya.

Rumah Sehat Grand Wijaya Persada saat ini memiliki dua dokter, satu apoteker, satu asisten apoteker, dan dua perawat. Pelayanan dibuka setiap hari kecuali hari libur, mulai pukul 09.00 – 14.00 lalu jam 18.00 – 21.00. Syarat bagi pasien cukup mendaftarkan diri di rumah sehat baik secara umum, maupun sebagai pengguna BPJS Kesehatan.

Kedepan manajemen PT. Grand Wijaya Persada akan memperluas cakupan rumah sehat. Tidak hanya di Palembang saja, tetapi juga ke kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan. Pastinya, Rumah Sehat Grand Wijaya bekerja sama dengan berbagai rumah sakit, baik tipe A, B, atau C sehingga pasien Rumah Sehat Grand Wijaya Persada dapat terlayani dengan baik.

Sumber: mattanews.co

Continue Reading

Berita Terpopuler