Berita Daerah

BPS Catat Inflasi Sumsel Januari 2026 Sebesar 3,33 Persen

×

BPS Catat Inflasi Sumsel Januari 2026 Sebesar 3,33 Persen

Sebarkan artikel ini
Tituk Indrawati, saat di wawancarai, Senin (2/2/2026).

Palembang,SuaraMetropolitan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan mencatat inflasi year on year (y-on-y) pada Januari 2026 sebesar 3,33 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,18.

Berdasarkan wilayah, inflasi tertinggi terjadi di Kota Lubuklinggau sebesar 3,57 persen dengan IHK 108,55, sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Muara Enim sebesar 2,96 persen dengan IHK 112,29.

Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan, melalui Tituk Indrawati, menjelaskan bahwa inflasi Sumsel pada Januari 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan Januari 2025. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh low base effect pada tahun sebelumnya.

“Inflasi Sumatera Selatan Januari 2026 lebih tinggi dibanding Januari 2025 karena adanya low base effect. Seperti yang disampaikan Deputi BPS, basis inflasi pada tahun lalu relatif rendah,” ujar Tituk.

Baca juga: Jelang Sensus Ekonomi 2026, DPR Tekankan Pentingnya Strategi Komunikasi Petugas di Sumsel

Sementara itu, secara month to month (m-to-m), inflasi Sumatera Selatan pada Januari 2026 tercatat sebesar 0,05 persen, begitu pula dengan inflasi year to date (y-to-d) yang berada pada angka 0,05 persen.

Tituk menyampaikan, inflasi m-to-m tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga emas serta komoditas makanan. Meski beberapa komoditas tengah memasuki masa panen, masih terjadi kelangkaan pada sejumlah bahan pangan di Sumatera Selatan.

“Inflasi m-to-m Januari 2026 sebesar 0,05 persen disebabkan oleh harga emas. Selain itu, dari kelompok makanan, meskipun ada beberapa komoditas yang banyak panen, masih terjadi kelangkaan, khususnya tomat, bawang putih, dan kacang panjang,” jelasnya.

Namun demikian, beberapa komoditas strategis tercatat mengalami penurunan harga. “Untuk bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit Alhamdulillah sudah mengalami deflasi,” tambah Tituk.

Baca juga: Camat se-Kota Palembang Diminta Pahami Kondisi Riil Wilayah dan Respons Cepat Aspirasi Warga

Ia juga menilai inflasi pada Desember yang tercatat sebesar 0,49 persen masih tergolong rendah dan relatif terjangkau, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Inflasi Desember sebesar 0,49 persen masih dalam tren yang terkendali dan Alhamdulillah lebih rendah dibandingkan Desember 2025,” katanya.

Ke depan, BPS Sumsel mengingatkan adanya potensi tekanan inflasi yang perlu diwaspadai, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta sektor transportasi.

“Ke depan yang perlu diwaspadai adalah sektor makanan, minuman, dan tembakau. Selain itu, pada Maret nanti juga perlu dicermati sektor transportasi seperti angkutan udara dan tarif tol. Namun, hal tersebut bergantung pada kebijakan dari pemerintah pusat dan diharapkan tetap dapat terkendali,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.