Palembang,SuaraMetropolitan – Wali Kota Palembang Ratu Dewa membuka secara resmi Festival Generasi Islam Kreatif 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Qomar Palembang. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembukaan festival seni kreatif Islam serta peresmian Taman Kanak-Kanak (TK) di lingkungan pondok pesantren tersebut.
Dalam sambutannya, Ratu Dewa menegaskan pentingnya penguatan literasi dan pemahaman Al-Qur’an sejak usia dini sebagai bagian dari pembinaan karakter generasi muda.
“Kami berharap dari Pondok Pesantren Nurul Qomar ini lahir generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki pemahaman, etika, dan akhlak karimah yang baik,” ujar Ratu Dewa.
Ia menyampaikan bahwa pembinaan generasi muda, khususnya umat muslim, membutuhkan sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan, termasuk pondok pesantren.
“Pembinaan generasi muda, termasuk penguatan pemahaman Al-Qur’an, merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan pondok pesantren,” katanya.

Baca juga: Dilantik Bersama Pengurus Se-Sumsel, Yudi Gautama Nahkodai ORADO Palembang
Ratu Dewa juga menyoroti pentingnya keterbukaan wawasan dan literasi di berbagai bidang, termasuk pendidikan, kebudayaan, keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital.
“Generasi muda harus mampu memahami perkembangan zaman, termasuk digitalisasi dan media sosial. Pesantren diharapkan dapat membekali santri dengan kemampuan menyajikan konten yang baik dan positif,” tambahnya.
Sementara itu, Pembina Pondok Pesantren Nurul Qomar Palembang, Dr. H Wijaya, didampingi, Ketua Yayasan Nurul Qomar, H Rizal Rivai, SH, MH., menjelaskan bahwa Festival Generasi Islam Kreatif dirancang untuk membentuk generasi muda yang islami, berkemampuan intelektual, serta memiliki mental dan spiritual yang tangguh.
“Kami tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psikomotorik. Peserta dibekali pemahaman, penghayatan, hingga implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan pemahaman Islam yang inklusif dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Baca juga: DPR RI Nilai Regulasi BUMD Perbankan Masih Tumpang Tindih
“Melalui lomba-lomba ini, kami ingin menunjukkan bahwa Islam tidak eksklusif dan tidak sulit dipahami, sehingga generasi muda mampu memaknai Islam secara utuh,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Mudhir Pondok Pesantren Nurul Qomar, Ustadz Orbit Rupawan, menyampaikan bahwa festival ini diikuti oleh 84 lembaga dengan total 428 peserta, yang mengikuti delapan rangkaian lomba selama pelaksanaan kegiatan pada 26 hingga 28 Februari 2026.
“Alhamdulillah, kegiatan ini diikuti 84 lembaga dengan 428 peserta. Kami berharap festival ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan tersebut mendapat dukungan pendanaan, termasuk sumbangan pribadi dari Wali Kota Palembang.
“Total dana yang terkumpul sekitar Rp42 juta, termasuk sumbangan pribadi dari Pak Wali Kota Palembang sebesar Rp20 juta,” katanya.
Melalui Festival Generasi Islam Kreatif 2026, Pondok Pesantren Nurul Qomar berharap dapat mencetak generasi muda Qurani yang memiliki kemampuan dasar membaca, menerjemahkan, serta memahami Al-Qur’an sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Turut Hadir dalam kegiatan, Asisten III Bidang Admistrasi Setda Ahmad Bastari, ST, MT, IPM, ASEAN Eng, Kasat Pol PP Kota Palembang, Dr Herison, SH, MH., Kepala Dinas Pendidikan, Affan Pranpanca, ST, MT., Kepala Dinas Kominfo, Adi Zahri, S.Ikom, Plt Kepala Dinas Pariwisata, M. Irman, S.STP, M.Si, Kabag Protokol Kota Palembang, Parameswari, S.STP., M.Si, serta Plt Camat Ilir Timur II, serta lurah di kecamatan di wilayah kecamatan IT II.






