Connect with us

Budaya

CAPING MERAPI: BEBERKAN CARA TANAM, AJAK MASYARAKAT JOGJA TANAM SUPERFOOD SAYUR KALE

Published

on

Spread the love

 

Sleman, Merencanakan bisnis pada saat pandemi covid-19 sepertinya menjadi keharusan para pelaku usaha saat ini. Pandemi mewajibkan para pelaku usaha berfokus pada kemampuan yang keras agar usahanya tetap jalan dan eksis. Sebuah keharusan para pelaku usaha putar otak dan memastikan sejumlah strategi bisa dijalankan guna menyesuaikan situasi yang saat ini terjadi.
Salah satu bisnis yang saat ini eksis berjalan di saat pandemi adalah Agroedukasi Caping Merapi. Beralamat di Jl. Tajem KM. 2,5 Wedomartani Ngemplak Sleman. Usaha Agro Edukasi yang melayani pelatihan budidaya tanaman sayur, produk sayur sehat, kelengkapan berkebun seperti bibit sayuran dan herbal serta bibit tanaman hias, media tanam dan pupuk kandang, serta pupuk cair organik.
Pada awal masa pandemi pemilik sekaligus pengelola Caping Merapi (CM) mengakui sangat terpukul dan merasakan berat serta diperparah oleh ketidaktahuan pandemi covid-19 akan berhenti kapan.

Akhirnya dua orang pemilik dan pengelola agroedukasi CM yaitu Panggih Dwi Atmojo dan Mashudi melakukan kajian yang mendalam atas fokus bisnis, produk yang dihasilkan dan potensi pasar CM. Melalui kajian tersebut akhirnya diputuskan bahwa usaha yang sudah dilakoni sejak 3 tahun yang lalu tersebut harus tetap jalan di masa pandemi.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Panggih, CM bergerak pada bidang primer yaitu kebutuhan pokok terkait dengan makanan sehingga produk-produk CM sangat dibutuhkan masyarakat. Salah satu dampak krisis pandemi covid-19 sangat dirasakan pemerintah.

Ekonomi Nasional mengalami konstraksi dan akhirnya resesi. Hal ini sangat terkait dengan daya beli masyarakat yang akhir-akhir ini turun. Masyarakat memilih membelanjakan pada produk-produk makanan pokok.
Panggih melanjutkan, diawal masa pandemi masyarakat melakukan upaya memutus mata rantai penyebaran virus. Banyak masyarakat yang akhir bosan didalam rumah. Aktifitas diluar rumah tetap produktif dengan mengatasi rasa bosan yaitu berkebun.

Panggih melanjutkan, diawal masa pandemi masyarakat melakukan stay at home sebagai bentuk social distancing atau pembatasan sosial tetap berdiam diri di dalam rumah, Lama kelamaan masyarakat mengalami kebosan sehingga butuh kegiatan yang produktif. Berkebun dihalaman rumah adalah solusi mengatasi kebosanan di dalam rumah.

Selain itu berkebun di rumah pada saat pandemi merupakan salah satu trend keluarga menengah ke atas.
CM menfasilitasi dengan bibit sayur, herbs dan tanaman hias. CM mengalami kewalahan melayani banyaknya permintaan, terang Panggih.

Pada masa pandemi tidak dapat dipungkiri banyak perusahaan yang menampilkan sisi empati, peduli dan memberi solusi terhadap masalah yang sedang dialami pelanggan dan konsumen.

Panggih menambahkan bahwa pada masa pandemi seperti ini masyarakat sangat membutuhkan daya tahan tubuh yang tinggi. Oleh karena itu mereka sangat membutuhkan makanan yang bergizi dan berkualitas.
Melalui penelitian yang dilakukan oleh CM menemukan salah satu jenis sayur berdaun hijau yang kandungan di dalam sayur tersebut sangat kaya manfaat. Yaitu sayur kale. Kandungan pada dalam sayur kale diperkaya oleh nutrisi, vitamin, zat besi, magnesium, potasium dan kalsium. Sayur kale masuk dalam kategori superfood karena kandungan di dalamnya sangat kaya dan mampu mengobati beberapa penyakit kronis, mencegah penuaan dini dan dipercaya mampu membantu menjaga imunitas tubuh. Diantara sesama sayur yang masuk dalam kategori sayur superfood, sayur kale dikenal sebagai ratu sayuran atau queen of veggie. Sebagaimana disampaikan dalam penelitian menyampaikan fakta kandungan satu gelas jus kale, kalsiumnya sama denga susu. Penelitian lain menyimpulkan zat besi dalam 1 gram sayur kale 4 kali lipat dibanding sayur bayam.

Sangat diakui bahwasannya sayur kale belum dikenal di Indonesia tetapi sudah sejak lama dikenal di daerah Amerika dan Eropa. Sempat booming di Amerika pada tahun 2014 dan pada waktu itu Presiden Obama merupakan sponsor konsumai sayur kale di America.
Untuk itu CM memutuskan untuk membudidayakan sayur kale di atas lahannya. Dalam jangka waktu 2 bulan CM berhasil menanam dan panen sayur kale. Jika diperhatikan sayur kale termasuk tanaman yang tumbuhnya keatas dan selama 1 tahun bisa terus kita konsumsi dengan memanennya dengan jangka waktu 3-4 hari sekali. Secara produktifitas sangat tinggi, dengan lahan seluas 500 m2 yang dimiliki CM mereka bisa menanam sekitar 1000 batang sayur kale. Satu tanaman sayur kale swkali panen kita bisa dapat 10 ons daun kale.
Selain produktifitasnya yang sangat tinggi, sayur kale sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Panggih berharap kedepan CM perlu mensoialisasikan manfaat sayur kale yang kandungannya sangat kaya manfaat. Salah satu manfaat dari kandungan sayur kale adalah mampu menjaga imunitas tubuh masyarakat. Untuk itu Panggih mengajak masyarakat dan petani di jogja utk menanam sayur kale yang sangat kaya manfaat.

Wawancara : Panggih Priyanto Dwi Atmojo (Pemilik & Pengelola Agro Edukasi Caping Merapi)

Kontributor: Gie Rahardjo/ M Sanusi

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budaya

Dihadapan Keluarga Besar Putra-Putri Polri, Bamsoet Ingatkan Tingginya Angka Kejahatan Siber di Indonesia

Published

on

Spread the love

 

JAKARTA Suarametropolitan.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyoroti tingginya angka kejahatan Siber di Indonesia yang naik hampir empat kali lipat selama pandemi Covid-19. Terlihat pada periode Januari hingga Agustus 2019, jumlah serangan siber mencapai 39,3 juta. Sedangkan pada periode Januari hingga Agustus 2021, naik drastis menjadi hampir 190 juta serangan siber.

“Tingginya serangan siber tersebut seiring dengan meningkatnya penetrasi internet di Indonesia yang mencapai 73,7 persen. Artinya sekitar 199 juta jiwa dari total 270 juta penduduk Indonesia telah menggunakan akses internet. Namun sayangnya, kemampuan adaptasi kita dalam membangun literasi teknologi masih rendah,” ujar Bamsoet dalam Musyawarah Nasional ke-V Keluarga Besar Putra-Putri Polri (KBPP), di Jakarta, Senin (1/3/21).

Ketua DPR RI ke-20 ini memaparkan, menurut hasil survei literasi digital Nasional 2020 yang dilakukan Kementerian KOMINFO pada November 2020, indeks literasi digital Indonesia belum mencapai skor “baik” dengan indeks 4. Baru sedikit di atas kategori “sedang” dengan indeks 3.

“Butuh kecerdasan bersama yang didukung segenap elemen bangsa, khususnya organisasi kemasyarakatan seperti KBPP, untuk menghadirkan ruang siber yang bersih, terbebas dari polusi kejahatan maupun penyebaran hoax dan hate speech,” papar Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengingatkan, sebagai sebuah organisasi, KBPP yang dimimpin oleh Bimo, maupun ormas lainnya akan selalu dihadapkan pada tantangan dan dinamika zaman. Untuk dapat bertahan, setidaknya perlu memperhatikan tiga komitmen. Pertama, komitmen untuk membangun soliditas organisasi, merapatkan barisan di semua lini, tidak mudah terpecah belah, dan menjadikan visi organisasi sebagai cita bersama yang menyatukan segenap kader KBPP.

“Kedua, komitmen mengoptimalkan potensi diri dan sumberdaya yang dimiliki KBPP untuk berperan serta dan berkontribusi dalam pembangunan sumberdaya manusia dan pembangunan nasional, melalui berbagai media dan saluran partisipasi. Selaras dengan hakikat fungsi pendirian ormas, yaitu untuk meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat,” jelas Bamsoet.

Hal ketiga, lanjut Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini, perlu komitmen untuk tetap konsisten dalam mengaktualisasikan diri melalui berbagai program dan kegiatan organisasi, membangun sinergi dengan organisasi lain. Untuk mewujudkan cita-cita Indonesia maju, adil dan sejahtera, dengan menempatkan Pancasila sebagai landasan ideologi bersama.

“Saya yakin dalam penyelenggaraan MUNAS ke-5 KBPPP kali ini, ketiga komitmen tersebut dapat diimplementasikan sebagai kesadaran kolektif segenap kader KBPP. Dengan memegang teguh tiga komitmen tersebut, saya yakin KBPPP akan tumbuh menjadi organisasi yang semakin maju dan disegani,” pungkas Bamsoet.

 

(Bamsoet)

Continue Reading

Budaya

Terima Imam Jamaica Muslim Center New York, Muhammad Shamsi Ali

Published

on

Spread the love

 

JAKARTA Suarametropolitan.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi langkah Yayasan Inka Nusantara dibawah kepemimpinan Imam Shamsi Ali, yang sedang merencanakan pembangunan Pesantren Nur Inka Nusantara Madani, di Connecticut, Amerika Serikat. Menjadikannya sebagai pesantren pertama yang didirikan di negara Amerika Serikat, dibangun di atas lahan seluas 10 hektar lebih.

“Indonesia patut berbangga karena bisa menyebarkan ajaran Islam secara damai di Amerika Serikat. Menunjukan bahwa penduduk muslim Indonesia yang terkenal di dunia sebagai pemeluk Islam yang Rahmatan Lil Alamin, dengan mengedepankan nilai tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawassuth (moderat), dan ta’adul (keadilan), sangat bisa mempengaruhi potret wajah Islam di mata dunia,” ujar Bamsoet usai menerima Pengurus Yayasan Inka Nusantara Madani, di Jakarta, Kamis (18/2/21).

Turut hadir antara lain Ketua Dewan Pembina Yayasan Inka Nusantara Madani yang juga Direktur/Imam Jamaica Muslim Center New York, Muhammad Shamsi Ali dan anggota Dewan Pembina Yayasan Inka Nusantara Madani yang juga Anggota DPD RI, Tamsil Linrung.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, berbagai bangunan yang berada dalam kompleks Pesantren Nur Inka Nusantara Madani didesain oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, serta tim arsitek Urbane Indonesia. Sebagai wujud gotong royong sesama anak bangsa. Biaya pembangunannya berasal dari donasi gotong royong seluruh anak bangsa dan juga para donatur luar negeri lainnya melalui Nusantara Foundation.

“Kehadiran Pesantren Nur Inka Nusantara Madani di Amerika Serikat semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai Islam’s Center of Gravity. Karena selain memiliki penduduk dengan jumlah muslim terbesar dunia, mencapai 229,6 juta jiwa (87,2 persen dari total penduduk Indonesia, pemeluk Islam Indonesia juga bisa diterima dengan baik di berbagai negara lain, seperti Amerika,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, mengingat lahan pesantren yang sangat luas mencapai 10 hektar lebih, tak ada salahnya jika dalam komplek pesantren turut dibangun pusat penjualan berbagai produk asal Indonesia dari mulai kopi, kerajinan tangan, hingga furniture dan perlengkapan fashion. Selain untuk memajukan produk Indonesia di Amerika Serikat, sekaligus bisa menjadi sumber pendapatan ekonomi untuk menunjang kegiatan operasional pesantren.

“Pesantren bisa bekerjasama dengan Kedutaan Besar Indonesia di Amerika Serikat. Karena Presiden Joko Widodo juga sudah menugaskan seluruh duta besar Indonesia, selain memainkan peranan diplomasi kenegaraan, juga berperan sebagai marketing atas berbagai produk asal Indonesia sambil menyebarkan Islam yang damai, rahmatan lil’alamin,” pungkas Bamsoet.

(Rep/Spd)

Continue Reading

Bencana

Paguyuban Dukuh Janaloka Adakan Bakti Sosial Korban Banjir Di Girisubo

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, Suarametropolitan.com — Paguyuban Dukuh Gunungkidul atau Janaloka melaksanakan bakti sosial memberikan bantuan sembako untuk korban banjir di Girisubo.(09/02/2021)

Menurut ketua umum Janaloka Suteja memberikan penjelasan kegiatan bakti sosial diadakan untuk meringankan beban para korban banjir dan merupakan kepedulian para dukuh se-Gunungkidul atas terjadinya musibah banjir di Girisubo.

Kegiatan ini dimulai pukul 14.00 WIB dengan titik kumpul bertempat di rumah Iduk Sudiyanto di Jeruk Wudel.Personil yang membagikan bantuan di wakili oleh pengurus harian dan koordinator Kapanewo n dengan membagikan 85 paket sembako yang di distribusikan ke 3 wilayah kalurahan yang terdampak banjir yaitu Song Banyu, Nglindur dan Jeruk Wudel. Pendistribusian khusus di Song Banyu hanya bisa diantarkan sampai jembatan yang putus karena akses jalan tidak bisa dilewati sehingga dalam pendistribusianya diberikan dengan cara “ranting” di terima oleh para dukuh Song Banyu mewakili warga yang terdampak banjir dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang di berikan oleh paguyuban dukuh se-Gunungkidul.

Kegiatan bakti sosial menurut bendahara Janaloka Suprapti terkumpul donasi dari anggota sebesar Rp.6.945.000,- harapannya mudah mudahan dengan sedikit bantuan ini dapat meringankan beban korban banjir dan mendoakan bagi para pemberi bantuan mendapat imbalan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa.

(Redaksi)

 

 

Continue Reading

Berita Terpopuler