BeritaEkonomi & Bisnis

Dari Limbah Jadi Berkah, PLN Indonesia Power UBP Keramasan Dorong Ekonomi Sirkular Petani Jamur Tiram Payakabung Indralaya

×

Dari Limbah Jadi Berkah, PLN Indonesia Power UBP Keramasan Dorong Ekonomi Sirkular Petani Jamur Tiram Payakabung Indralaya

Sebarkan artikel ini
Praktik pencetakan briket arang aktif dari limbah baglog jamur tiram untuk filtrasi air bersih.

Ogan Ilir,SuaraMetropolitan Dalam semangat mendukung pemberdayaan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Keramasan melalui Unit Pembangkitan (UP) Indralaya kembali menggulirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menghadirkan pelatihan pengolahan limbah berbasis inovasi ramah lingkungan.

Program yang digelar di Desa Payakabung, Kabupaten Ogan Ilir ini mengusung tema “Carbonisasi Limbah Baglog Jamur Tiram untuk Filtrasi Air Bersih”, serta melibatkan kelompok Tani Jamur Tiram Payakabung sebagai peserta utama. Dalam pelatihan ini, PLN IP UP Indralaya menghadirkan praktisi akademisi dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Ferdinand Hukuma Taqwa beserta tim dari Unsri sebagai narasumber, untuk memberikan pembekalan teknis sekaligus pendampingan praktek lapangan (20/08).

Turut hadir dalam kesempatan ini, Kepala Desa Payakabung, Faula Rosi, yang menyampaikan apresiasi dan harapan agar program yang telah berjalan sejak empat tahun lalu ini terus berkelanjutan.

Limbah baglog jamur tiram selama ini kerap menjadi masalah di kalangan petani. Baglog afkir (media tanam jamur yang sudah habis masa pakainya) biasanya hanya menumpuk tanpa ada nilai guna. Melalui pelatihan carbonisasi, limbah tersebut kini bisa diproses menjadi arang aktif berbentuk briket yang memiliki fungsi nyata untuk filtrasi air bersih.

Briket arang aktif yang sudah dicetak dari limbah baglog jamur tiram untuk filtrasi air bersih.

Inovasi ini menjadi lanjutan dari program PLN IP UP Indralaya tahun sebelumnya, di mana limbah baglog diolah menjadi asap cair untuk kebutuhan pertanian. Tahun ini, inovasi ditingkatkan agar masyarakat bisa memiliki alternatif produk baru yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga bernilai ekonomi.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Payakabung, Faula Rosi, menyampaikan rasa syukur atas konsistensi PLN IP UP Indralaya dalam mendampingi masyarakatnya. Ini sebagai harapan ekonomi baru bagi warga masyarakat desa Payakabung.

“Kami menyadari bahwa lapangan pekerjaan di desa masih terbatas. Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat bisa memanfaatkan limbah untuk dijadikan peluang usaha. Ini bukan hanya tentang mengolah sampah, tetapi juga membuka jalan untuk menambah penghasilan keluarga. Program PLN ini sudah masuk tahun keempat, dan manfaatnya benar-benar dirasakan warga. Harapannya Desa Payakabung tetap menjadi prioritas binaan PLN dan potensi lain di luar jamur tiram juga bisa dikembangkan,” ungkap Faula.

Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif peserta dalam sesi tanya jawab maupun praktek lapangan. Ari, salah seorang petani jamur tiram, menyampaikan bahwa pelatihan ini membuka mata petani terhadap potensi yang sebelumnya tidak terpikirkan.

“Kami sering kesulitan membuang limbah baglog yang menumpuk. Ternyata, limbah itu masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai. Dengan adanya pelatihan ini, kami bisa belajar mengolah baglog menjadi arang aktif yang bisa dipakai untuk filtrasi air bahkan dijual. Terima kasih kepada PLN IP UP Indralaya yang sudah peduli dengan kami. Pelatihan ini benar-benar memberikan pengalaman berharga,” ujar Ari.

Di tempat terpisah, Manager PLN IP UBP Keramasan, Syafi’i, menegaskan bahwa program pelatihan ini merupakan bagian dari tanggung jawab PLN untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan, lingkungan terjaga, masyarakat sejahtera.

“PLN Indonesia Power tidak hanya hadir sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai mitra masyarakat. Melalui TJSL, kami berkomitmen agar masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan mampu berdaya dan mandiri. Pelatihan carbonisasi ini adalah salah satu contoh nyata bagaimana limbah bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat, baik untuk lingkungan maupun ekonomi warga. Kami ingin Desa Payakabung bisa menjadi contoh praktik ekonomi sirkular berbasis potensi lokal,” jelas Syafi’i.

Program pelatihan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi komitmen global, antara lain SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui penciptaan peluang kerja baru dan peningkatan pendapatan, SDGs 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dengan memanfaatkan limbah secara berkelanjutan, SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim, dengan mengurangi potensi pencemaran dari limbah organik.

PLN Indonesia Power berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program TJSL yang berkelanjutan, inovatif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pelatihan carbonisasi limbah baglog ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan potensi lokal, sehingga tercipta masyarakat yang mandiri, sejahtera, sekaligus berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan.

 

Sekilas Tentang PLN Indonesia Power

PT PLN Indonesia Power adalah Generation Company terbesar se-Asia Tenggara Sub Holding BUMN kelistrikan yaitu PT PLN (Persero). PLN Indonesia Power selalu berkomitmen untuk menjadi perusahaan energi yang berbasis teknologi, inovasi, dan berorientasi pada masa depan menuju The NEW PLN 4.0 UNLEASHING ENERGY and BEYOND.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.