Purworejo, SuaraMetropolitan,– Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo menjadi ruang dialog strategis yang menandai langkah awal penyatuan visi antara pemerintah daerah dan PT Wijaya Riset Institusi dalam upaya memperkuat ekosistem pendidikan yang berdaya saing. Pertemuan ini membuka ruang kolaborasi yang berfokus pada pengembangan pendidikan, kebudayaan, serta penguatan profesi keguruan di wilayah Purworejo. Senin (19/01/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, menyambut positif tawaran kerja sama yang disampaikan PT Wijaya Riset Institusi. Ia menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kolaborasi yang mampu memberikan dampak langsung bagi sekolah dan tenaga pendidik.
“Kami sangat terbuka atas kerjasama yang membawa manfaat nyata bagi sekolah dan guru, khususnya dalam penguatan karakter dan potensi siswa,” ujar Yudhie.
Sementara itu, Direktur Utama PT Wijaya Riset Institusi, Wijaya, menegaskan komitmen perusahaannya untuk mendukung dunia pendidikan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi akademik.
“Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran budaya dan kemandirian kreatif di kalangan pendidik dan peserta didik,” ungkap Wijaya.
Pertemuan ini, lanjut Wijaya,dilandasi kesadaran bersama bahwa pendidikan tidak semata bertumpu pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga harus menguatkan karakter, kreativitas, dan nilai-nilai budaya.
Dalam kesempatan tersebut, Wijaya diperkenalkan sebagai penggagas Rumah Budaya Wijaya yang berakar dari Desa Tuntungpait, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo. Jejaring Rumah Budaya Wijaya kini telah berkembang lintas daerah, mulai dari Purworejo hingga Palembang, Padang, Bangka di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung.
Selain dikenal sebagai akademisi, Wijaya juga merupakan penggiat budaya, sosiolog, dan pengusaha. Latar belakang tersebut mendorong pendekatan kolaborasi yang memadukan perspektif keilmuan, sosial, dan kewirausahaan. Kerja sama yang ditawarkan mencakup bidang edukasi, sosialisasi, serta pengembangan profesi guru, dengan tujuan memperluas peran pendidik dan peserta didik sebagai agen perubahan.
Salah satu bentuk kegiatan yang dibahas adalah penyelenggaraan seminar bagi guru guna meningkatkan profesionalitas dan kapasitas pedagogik. Seminar ini dirancang untuk mendorong pengembangan tiga ranah pendidikan, termasuk penguatan minat dan bakat peserta didik. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian, keterampilan, dan daya cipta. Guru diposisikan sebagai fasilitator yang membuka ruang eksplorasi potensi siswa sesuai karakter dan bakat masing-masing.
Ditambah lagi,dia mengatakan penguatan akademik, kolaborasi ini juga memberi perhatian besar pada pengembangan seni, budaya, dan olahraga sebagai sarana pembentukan karakter dan identitas lokal. Melalui kejuaraan, pelatihan, dan kegiatan kreatif, peserta didik didorong untuk mengekspresikan diri, mengapresiasi warisan budaya, serta menumbuhkan nilai sportivitas dan kerja sama. Di saat yang sama, bidang sastra dan kreativitas bernilai ekonomis diperkenalkan sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran bahwa karya dan ide kreatif dapat menjadi sumber penghidupan yang bermartabat.
Sebagai langkah strategis jangka panjang, pertemuan ini juga menekankan pentingnya pendidikan sejak dini dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif. Peserta didik diperkenalkan pada pola pikir inovatif, kewirausahaan, serta pemanfaatan potensi lokal agar tumbuh menjadi generasi yang adaptif terhadap perubahan zaman dan mampu menciptakan peluang di masa depan.
Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan gagasan kerja sama melalui rapat lanjutan, kajian internal, dan perumusan program yang lebih konkret dan berkelanjutan. Seluruh rencana tersebut masih berada pada tahap perumusan dan belum memasuki proses penerimaan atau pengesahan resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sinergi yang diawali dari ruang dialog ini diharapkan menjadi fondasi awal dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya secara budaya, kreatif secara ekonomi, dan tangguh menghadapi tantangan masa depan.







