Connect with us

Kesehatan

Defisit BPJS, Menkes Minta RS Kurangi Sesar dan Pasang Ring

Published

on

Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Spread the love

Jakarta, SuaraMetropolitan.com — Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto akan melarang Rumah Sakit (RS) memberikan pelayanan berlebih kepada pasien demi mengurangi biaya tagihan RS ke BPJS Kesehatan. Khususnya, untuk layanan atas diagnosis penyakit jantung dan proses melahirkan dengan operasi sesar (seksio) jika memang belum sesuai diagnosis.

“Kami akan mengarah ke peraturan perundang-undangan, tidak boleh dilanggar kan. Ini kebutuhan kesehatan dasar, nah itu biar pada dirumuskan,” ucap Terawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/11).

Ia menjelaskan kebijakan ini akan ditempuh karena kementerian menemukan kejanggalan dari biaya tagihan RS yang terlalu besar kepada BPJS Kesehatan. Catatannya, total biaya layanan atas penyakit jantung mencapai Rp10,5 triliun dari RS di seluruh Indonesia kepada BPJS Kesehatan.

Ia menduga hal ini karena pihak RS kerap memberi rekomendasi operasi pemasangan ring dalam diagnosis penyakit gagal jantung. Padahal, layanan yang diberikan bisa melalui tindakan lain, misalnya rawat jalan dan obat-obatan jika masih memungkinkan.

“Jantung kemarin Rp10,5 triliun, masuk akal tidak? Ya tidak. Logika saja, tidak masuk akal,” tuturnya.

Begitu pula dengan biaya layanan operasi sesar yang cukup besar, yaitu mencapai lebih dari RP5 triliun. Selain itu, ia mencatat tindakan operasi sesar sudah mencapai 45 persen dari seluruh tindakan persalinan di Indonesia.

Padahal, menurut Terawan, rujukan dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyatakan seharusnya hanya sekitar 20 persen dari total kelahiran di suatu negara.

“Wong WHO cuma 20 persen, itu saja sudah pemborosan lagi,” celetuknya.

Menurut Terawan, perlu ada pembenahan aturan soal batas bagi RS dalam memberikan layanan atas diagnosa penyakit. Sayangnya, ia belum bisa merinci poin-poin dan batasan pengaturan tersebut lantaran masih dikaji bersama organisasi profesi dokter dan BPJS Kesehatan.

“Kami ingin tidak ada ketersinggungan, semua nyaman, tapi ending-nya terlaksana semua,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia meyakini aturan ini bisa memperkecil biaya tagihan layanan RS ke BPJS Kesehatan, sehingga potensi defisit keuangan bisa dikurangi. Proyeksinya, rata-rata pengurangannya beban biaya tagihan bisa mencapai setengah dari saat ini.

“Kalau bisa turun 50 persen saja, itu sudah membuat kita bahagia, Rp5 triliun dihemat. Intinya bisa jauh banget, paling tidak efisiensi membuat defisit bisa ditekan,” pungkasnya.

Sebagai gambaran, defisit keuangan BPJS Kesehatan diperkirakan mencapai Rp28,5 triliun pada tahun ini. Dari defisit ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan kebijakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan mencapai 100 persen mulai 1 Januari 2020. (uli/ain)

 

Sumber: CNN Indonesia

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Internasional

Bertemu Ketua KONI Pusat, Bamsoet Apresiasi KONI Pusat Tambah 12 Atlet Balap Motor di PON 2021

Published

on

Spread the love

 

JAKARTA Suarametropolitan.com – Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengungkapkan IMI dan Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat (KONI Pusat) akan bekerjasama menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Motor Bebek, yang direncanakan memperebutkan Piala Presiden Republik Indonesia. Kerjasama tersebut semakin menguatkan IMI dan KONI dalam memajukan olahraga otomotif di Indonesia.

“Kampanye IMI sepanjang 2021-2024 adalah untuk menjadikan Indonesia Juara, Bebas Narkoba, Taat Berlalu Lintas, dan Langit Biru. Karenanya IMI mengapresiasi langkah cepat KONI Pusat mengabulkan permohonan IMI untuk menambah 12 atlet balap (10 atlet balap motocross dan 2 atlet balap motor) yang akan turun dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua pada Oktober 2021. Dengan demikian kuota atlet balap motor dan motocross dalam PON bertambah dari 104 menjadi 116 atlet,” ujar Bamsoet usai bertemu jajaran KONI Pusat, di Jakarta, Selasa (2/3/21).

Jajaran KONI Pusat yang hadir antara lain Ketua Umum Letjen TNI (purn) Marciano Norman, Wakil Ketua Umum Suwarno, dan Sekretaris Jenderal Ade Lukman. Turut hadir para pengurus IMI Pusat, antara lain Ketua Badan Pengawas Jeffrey JP, Sekretaris Jenderal Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Umum Olahraga Motor Sadikin Aksa, Wakil Ketua Umum Olahraga Mobil Ananda Mikola serta Wakil Ketua Umum Mobilitas Rifat Sungkar.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, penambahan 12 kuota atlet balap dalam PON menunjukan bahwa KONI Pusat bersama IMI memiliki tekad yang sama dalam membina dan meningkatkan prestasi atlet. Kedua belas atlet balap tersebut sebelumnya sudah berlatih keras, bahkan sudah mengikuti pemusatan latihan daerah (Pelatda), sehingga sangat disayangkan apabila mereka tidak bisa berlaga dalam PON.

“Secara keseluruhan, jumlat atlet balap di Indonesia, baik motor maupun mobil, mencapai 435 atlet. Sebanyak 36 diantaranya telah menjadi atlet internasional. IMI bersama KONI Pusat akan bergotong royong melahirkan lebih banyak atlet balap, khususnya agar bisa menembus level internasional. Mengingat jumlah sport clubs Indonesia sangat banyak, mencapai 5.210 sport club. Jika dibina dengan serius, dari sport clubs tersebut seharusnya mampu melahirkan ribuan atlet,” jelas Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI Bidang Hukum & Keamanan ini menerangkan, IMI dan KONI Pusat juga memiliki kesamaan pandangan tentang perlunya kendaraan mobil untuk balap dengan setir di posisi kiri diberikan izin khusus bisa masuk ke Indonesia. Sehingga para atlet balap Indonesia bisa menggunakan kendaraan tersebut untuk berlatih di dalam negeri.

“Berbagai kejuaraan balap mobil internasional selalu menggunakan mobil balap dengan posisi setir di sebelah kiri. Tak heran jika para atlet seringkali kesulitan beradaptasi jika bertanding di luar negeri. Jika mobil balap setir kiri tersebut diizinkan masuk ke Indonesia, para atlet bisa berlatih maksimal, sekaligus bisa mempersembahkan prestasi yang membanggakan untuk Indonesia,” pungkas Bamsoet.

(Redaksi)

Continue Reading

Bencana

Pekan Vaksinasi COVID-19 sebagai Akselerasi Pencapaian Target Vaksin di Sumut

Published

on

Spread the love

 

Medan, Suarametropolitan.com –10 Februari 2021.

“Vaksinasi Massal Provinsi Sumatera Utara ini, merupakan salah satu langkah untuk melaksanakan arahan Menteri Kesehatan dalam percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19” ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, drg. Oscar Primadi, MPH, dalam sambutannya pada Pembukaan Pekan Vaksinasi COVID-19 Prov. Sumatera Utara di Gedung Pendopo Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (10/2).

Hari ini (10/2) tercatat setidaknya sebanyak 2.715 nakes mengikuti vaksinasi COVID-19 massal di Gedung Pendopo (USU), yang sekaligus sebagai tanda pembukaan dari kegiatan Pekan Vaksinasi COVID-19 di Sumut.

Vaksinasi COVID-19 di Sumut sendiri sudah berjalan sejak tanggal 14 Januari 2021. Namun, capaian vaksinasi COVID-19 hingga 8 Februari 2021 kurang menggembirakan, baru lebih kurang 30% dari target 74.000 tenaga kesehatan yang menjadi sasaran vaksinasi.

Pasalnya masih ada tenaga kesehatan (nakes) di Sumut yang ragu untuk di vaksin COVID-19.

“Kalau di tahap satu kemarin, Range gabungan antara yang tidak bisa dan yang masih meragukan sekitar 20% sampai 25%, angka general saat awal, di minggu pertama” ungkap Anggota Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Sumut, Restuti Hidayani Saragih.

Untuk itu, pencanangan pekan vaksinasi COVID-19 di Sumut saat ini menjadi sangat penting, sebagai program percepatan vaksinasi untuk mencapai target nasional.

Disisi lain, drg. Oscar Primadi menambahkan bahwa lambatnya vaksinasi di Sumut dipengaruhi oleh sistem vaksinasi di tahap awal yang belum sempurna. Namun, kendala ini menurutnya telah dikoreksi. Pendaftaran vaksinasi saat ini bisa dilakukan hanya dengan menyerahkan Kartu Tanda Penduduk, atau kartu identitas lainnya.

“Sistem aplikasinya yang dulu membatasi (di Sumut) sekarang sudah terbuka. Untuk itu nakes dimana pun dapat melakukan penyuntikan dimana pun berada” ungkapnya.

Saat ini yang paling penting dilakukan adalah dengan terus mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada tenaga keaehatan akan pentingnya program vaksinasi ini.

“Kita (Kementerian Kesehatan RI) tidak akan melakukan pendekatan _punishment_ kepada nakes yang masih ragu untuk di vaksin, yang harus kita lakukan saat ini adalah terus mendapingi mereka dan berdiskusi agar mau melakukan vaksinasi” pungkasnya.

Terdapat 8 fasilitas kesehatan (faskes) yang menurunkan tenaga vaksinator dan bergabung dalam vaksinasi massal hari ini, yaitu RSUP H. Adam Malik, RS USU dan RS Pirngadi, serta 5 Puskesmas di Kota Medan.

Pekan vaksinasi ini akan dilaksanakan mulai Kamis (11/2) hingga Rabu (17/2) mendatang. Kegiatan ini dicanangkan akibat minimnya jumlah nakes yang telah divaksin.

Turut hadir pada acara, Rektor Universitas Sumatera Utara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota Provinsi Sumatera Utara, Direktur RSUP Adam Malik dan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Sumatera Utara.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (HY/NI)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Widyawati, MKM

sumber: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20210210/5136958/pekan-vaksinasi-covid-19-sebagai-akselerasi-pencapaian-target-vaksin-di-sumut/

Continue Reading

Bencana

Untuk Membunuh Virus Corona Ketua Umum IDI Luncurkan EMA 004 dan EMA 005

Published

on

Spread the love

 

Yogyakarta, (04/01/2021), Suarametropolitan.com — Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng Muhammad Faqih meluncurkan sebuah produk baru untuk mengatasi virus corona. Peluncuran tersebut berlangsung pada hari Senin, 04 Januari 2021 bertempat di Gedung UC UGM, dalam penjelasannya kepada awak media Daeng mengemukakan bahwa akan selalu mendukung dengan segala upaya untuk bisa mengatasi virus corona termasuk trobosan kreatif teknologi yang dinamakan EMA 004 dan EMA 005.
Seperti diketahui, hingga saat ini belum ditemukan anti virus corona di tengah- tengah pandemi ini termasuk anti virus dan anti bakteri, bahkan vaksin juga baru masuk uji klinis, dan yang paling strategis dilakukan ialah upaya pencegahan, karena kita belum tahu obat penyembuhannya, sehingga kita harus berupaya untuk tidak sakit, papar Daeng.
Dia juga menjelaskan bahwa upaya protokol kesehatan yang dilakukan seperti memakai masker , cuci tangan, jaga jarak serta tinggal dirumah juga merupakan sebuah upaya untuk mencegah menjadi sakit.
Dan saat ini ada inovasi teknologi yang mampu membunuh virus bakteri yang ada di ruangan, dan saat ini memang ada hal yang bisa membunuh virus dan bakteri di dalam ruangan dengan menyemprotkan cairan desinfektan , tetapi hal ini tidak aman jika harus terhirup oleh manusia ,dan inilah juga yang menimbulkan bahaya , dan teknologi yang digunakan dalam alat ini mampu memberikan keamanan bagi manusia yang menghirupnya , inilah salah satu kelebihan produk tersebut, terang Daeng.
Dalam kesempatan yang sama Prof Joko selaku pihak yang membuat produk EMA 004 dan EMA 005, menjelaskan bahwa produk yang diproduksinya ini memakai bahan dasar euclyptus atau yang lebih dikenal dengan istilah minyak kayu utih , yang diyakini mampu membunuh virus dan aman bagi manusia .
Karena pada saat kita berkumpul dan kita menggunakan teknologi ini dipakai maka akan aman bagi manusia , karena sejak dahulu kita akrab dengan bau minyak kayu putih ,dan teknologi ini mampu menjangkau tempat virus berada , misalnya di hidung tenggorokan bahkan perut dan paru paru, dengan di masuknya unsur eucalyptus ini kedalam tubuh kita maka ia akan juga sampai di paru paru , hingga perut sehingga mampu untuk melawan virus yang ada, dan mesin ini akan menyemprotkan cairan halus yang mengandung hal tersebut keseluruh ruangan sehingga ruangan akan menjadi aman bagi orang yang berkumpul didalamnya ,paparnya.
Selanjutnya dia juga menjelaskan bahwa produk yang dibuatnya ini meripakan asli karya anak bangsa , dan juga merupakan bagian dari sebuah upayauntuk membuat roda perekonomian yang dijalani UMKM apat berjalan dengan baik.
Mudah mudahan apa yang
dilakukan ini bisa membantu pemerintah untuk menghadapi virus corona yang memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat kita . tutupnya.
Acara peluncuran dihadiri dari berbagai kalangan. (Ponijan)

Continue Reading

Berita Terpopuler