Connect with us

Peristiwa

Detik-detik Trio ‘Ikan Asin’ Dimasukkan ke Rutan Polda Metro

Published

on

Foto: Samsuduha Wildansyah/detikcom
Spread the love

SuaraMetropolitan.com, Jakarta – Polda Metro Jaya resmi menahan tiga tersangka kasus ‘ikan asin’, Rey Utami, Pablo Benua, dan Galih Ginanjar. Ketiganya mulai ditahan siang ini.

Pantauan detikcom, Jumat (12/7/2019) pukul 11.30 WIB, ketiganya keluar dari gedung Biddokes Polda Metro Jaya. Mereka dicek kesehatan di sana sebelum dimasukkan ke sel.

Keluar dari gedung Biddokes Polda Metro Jaya, ketiganya menutupi wajah dengan masker. Mereka lalu dimasukkan ke mobil kerangkeng untuk selanjutnya dibawa ke Rutan Polda Metro Jaya.

Pablo Benua hanya tersenyum ditanya wartawan.Pablo Benua hanya tersenyum saat ditanya wartawan. (Samsuduha Wildansyah/detikcom)

Setiba di Rutan Polda Metro Jaya, ketiganya dibawa ke ruang administrasi dan mengisi buku daftar tahanan. Saat ini ketiganya ditahan di sel masing-masing.

Sementara Galih Ginanjar hanya bungkam.Sedangkan Galih Ginanjar hanya bungkam. (Samsuduha Wildansyah/detikcom)

“Mereka ditahan untuk 20 hari ke depan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (12/7).

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka pencemaran nama baik melalui ITE. Vlog‘ikan asin’ membawa ketiganya ke sel jeruji besi.

Kasus itu dilaporkan oleh Fairuz A Rafiq. Fairuz merasa namanya tercemar oleh mantan suaminya, Galih Ginanjar, yang menyamakannya dengan ‘ikan asin’, yang disebarkan melalui vlog ‘Rey Utami & Benua’.

Rey Utami usai menjalni cek kesehatan di Polda Metro Jaya.Rey Utami setelah menjalani cek kesehatan di Polda Metro Jaya. (Samsuduha Wildansyah/detikcom)
Sumber, Detik.com

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Belum Mengantongi Ijin IMB, Pembangunan Tower Diduga Ilegal

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, Suarametropolitan.com, — Pembangunan tower atau menara Base Transceiver Station (BTS) untuk menara telekomunikasi di wilayah Padukuhan Kedung,  Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul diduga belum mengantongi Ijin (IMB)

Ironisnya, ditengah pandemi Covid-19, yang terdapat Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro, ada sejumlah pekerja dari luar wilayah Gunungkidul yang ikut terlibat dalam pembangunan proyek namun tidak disertai dengan surat kesehatan bebas Covid.

Salah seorang perwakilan dari perusahaan, Agus menjelaskan bahwa tower tersebut milik PT. Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk. Dan saat ini sudah mulai melakukan proses pembangunan.

“Saat ini sudah masuk dalam tahap pengecoran pondasi,” terangnya.

Disinggung mengenai Ijin Mendirikan Bangunan, Agus megatakan bahwa pihaknya belum mengetahuinya. Dalam proyek tersebut, pihaknya bertugas untuk menyelesaikan perijinan dari lingkungan sampai tingkat Kapanewon.

“Untuk IMB kami komunikasikan dengan perusahaan dulu.” jelasnya.

Diketahui bahwa dalam pendirian suatu menara telekomunikasi yang tidak disertai izin lengkap itu termasuk ilegal, Dimana peraturan pembangunan menara telekomunikasi tersebut terdapat dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 02/Per/M.Kominfo/03/2008 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Menara Bersama Telekomunikasi (Permenkominfo 02/2008). Dimana pada Pasal 21 disebutkan, bahwa Pemerintah dan/atau Penerintah Daerah dapat memberikan sanksi administratif berupa teguran, peringatan, pengenaan denda, atau pencabutan izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Sementara, Lurah Karangtengah Siswanto Anwar membenarkan jika proyek pembangunan menara tersebut sudah berlangsung beberapa hari, dan terdapat pekerja dari luar daerah.

“Memang ada beberapa pekerja yang berasal dari luar Gunungkidul.” tuturnya

Namun begitu, pihaknya tidak mengetahui apakah pekerja dari luar tersebut sudah mengantongi surat keterangan bebas Covid atau belum, sesuai dengan paturan pemerintah

(Redaksi)

.

Continue Reading

Nasional

Gunungkidul: Gantung Diri Belum Ada Solusi, Masih Ada Juga Yang Nekat

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, (26/05/2021), Suarametropolitan.com, — Terjerjadi orang meninggal dengan cara gantung diri, identitas korban bernama Suprapto, Gunungkidul, 09 Juli 1960, Kasihan, Balong, Girisubo, Gunungkidul, DIY.

Sekira pukul 06.30, Tukiyah kerumah korban untuk mengantar sarapan. Sewaktu akan membuka pintu depan ternyata masih terkunci sehingga saksi lewat pintu belakang, sesampai didalam rumah Tukiyah terkejut melihat korban sudah tergantung diruang tengah. Melihat hal tersebut kemudian memanggil tetangga lainya mengabarkan bahwa korban meninggal gantung diri lalu melaporkan kepihak kepolisian setempat.

Setelah polisi menerima laporan kemudian langsung mendatangi TKP dan melaksanakan olah TKP, selanjutnya Koordinasi dengan petugas Puskesmas, mengidentitas saksi dan korban lalu melaksanakan visum luar bersama petugas puskesma Girisubo.

“Pada tubuh korban tidak ada tanda tanda bekas penganiayaan atau luka yang tidak wajar, selama hidupnya korban tidak memiliki keluhan penyakit apapun”, terang salah satu petugas kepolisian polsek Girisubo.

Kapolsek Gieisubo, AKP Wasdiyanto menerangkan bahwa peristiwa tersebut di ketahui pertama kali oleh kerabat Suprapto yang pagi itu hendak mengantar makanan. Namun ketika akan masuk rumah, masih mendapatinointu dalam keadaan terkunci.

“Kemudian Tukiyah masuk melalui pintu belakang, dan mendapati Suprapyo sudah dalam keadaan tergantung dengan seutas tali di ruang tengah rumahnya.” jelasnya

Diketahui latar belakang korban ber KTP di padukuhan lain yaitu di dudun Kasihan Kalurahan Balong kemudian korban tinggal sendir di rumah kerabat yang berada di dusun Balong Kalurahan Balong.

Setelah dilaksankan oleh TKP kemudian korban diserahkan kepada keluarga korban, untuk dimakamkan.

(Redaksi)

 

Continue Reading

Kesehatan

Sularto Yang Dinyatakan Hilang Sudah Diketemukan Oleh Tim SAR DIY Distrik Gunungkidul

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, Suarametropolitan.com — Pada hari ini Rabu 19 mei 2021 pukul 10:39 wib telah di ketemukan survivor yang bernama Sularto, Padukuhan Ngelo, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, yang telah meninggalkan rumah pada Senin 17 Mei 2021, yang kemudian dilakukan pencarian pada Hari Kamis malam 18 Mei 2021, dilaporkan sudah di ketemukan.

Menurut keterangan salah satu anggota SAR DIY, yakni Nyanyang diketemukan orang yang dinyatakan hilang tersebut di area ladang karang anyar wilayah pedukuhan Dayakan, Kalurahan Kemiri Kapenawon Tanjungsari. (team SAR Diy Distrik Gunung Kidul, Nyanyang cs)

“Beberapa hari lalu Sularto di nyatakan hilang oleh pihak keluarga, dan pada siang ini, Rabu 19 Mei 2021 berhasil diketemukan oleh tim dalam keadaan lemas”, Terang Nyanyang.

Dikatakan juga timnya dibantu dukungan armada dari Tagana untuk evakuasi ke pihak keluarga dan langsung di bawa ke puskesmas Terdekat untuk ditangani oleh tim medis dikarenakan ada beberapa luka ringan di tangan dan pada kaki.

(Redaksi)

Continue Reading

Berita Terpopuler