Connect with us

Umum

Dibujuk Cari Bunga, Modus Petani Cabuli Anak Yatim di Cirebon

Published

on

Pelaku pencabulan anak yatim di Cirebon (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Spread the love

Cirebon – Sat Reskrim Polresta Cirebon menangkap AR (45) alias R yang mencabuli anak yatim di Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Modus pria bekerja sebagai petani ini mengajak korban mencari bunga di sawah.

“Tersangka ini mengaku spontanitas. Tersangka melihat korban dan rekannya sedang bermain di salah satu rumah,” kata Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi di Mapolresta Cirebon, Jalan Raden Dewi Sartika, Jawa Barat, Sabtu (6/6/2020).

Menurut Syahduddi, tersangka langsung mengajak korban dan rekannya berkeliling menggunakan sepeda motor. Setelah itu, tersangka mengajak bocah perempuan berusia lima tahun itu ke area sawah di Kecamatan Ciwaringin untuk mencari bunga.

“Tersangka ini modusnya bujuk rayu mencari bunga. Setelah di lokasi, rekan korban, meninggalkan tersangka dan korban. Saat itu tersangka mencabuli korban,” kata Syahduddi.

AR tak berkutik saat diringkus polisi. Selain menangkap tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa pakaian korban dan hasil visum. “Tersangka dijerat UU Perlindungan Anak. Ancaman pidana minimal lima tahun, maksimal 15 tahun,” ujar Syahduddi.

Polisi bekerja sama dengan KPAI Cirebon untuk melakukan trauma healing kepada korban yang masih di bawah umur itu. Saat ini, Syahduddi menjelaskan, kondisi korban berangsur membaik.

KPAI Kabupaten terus memantau kondisi psikologis korban. “Minimal anak (korban) ini kita terapi sebanyak 12 kali. Kita tetap kontrol korban,” ujar Ketua KPAI Kabupaten Cirebon Siti Nuryani di tempat yang sama.

Korban sudah dibawa ke rumah aman yang dikelola KPAI. “Awalnya memang down. Sekarang sudah mulai membaik,” ucap Nuryani.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon AKP Anton mengatakan kasus pencabulan terhadap anak yatim itu berlangsung 19 Mei 2020. “Ya korban yatim, tidak memiliki ayah. Kejadian tanggal 19 Mei. Laporannya tanggal 22 Mei,” kata Anton saat ditemui detikcom di ruangannya, Kamis (4/6).

 

Sumber: Detik.com

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Gunungkidul: Gantung Diri Belum Ada Solusi, Masih Ada Juga Yang Nekat

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, (26/05/2021), Suarametropolitan.com, — Terjerjadi orang meninggal dengan cara gantung diri, identitas korban bernama Suprapto, Gunungkidul, 09 Juli 1960, Kasihan, Balong, Girisubo, Gunungkidul, DIY.

Sekira pukul 06.30, Tukiyah kerumah korban untuk mengantar sarapan. Sewaktu akan membuka pintu depan ternyata masih terkunci sehingga saksi lewat pintu belakang, sesampai didalam rumah Tukiyah terkejut melihat korban sudah tergantung diruang tengah. Melihat hal tersebut kemudian memanggil tetangga lainya mengabarkan bahwa korban meninggal gantung diri lalu melaporkan kepihak kepolisian setempat.

Setelah polisi menerima laporan kemudian langsung mendatangi TKP dan melaksanakan olah TKP, selanjutnya Koordinasi dengan petugas Puskesmas, mengidentitas saksi dan korban lalu melaksanakan visum luar bersama petugas puskesma Girisubo.

“Pada tubuh korban tidak ada tanda tanda bekas penganiayaan atau luka yang tidak wajar, selama hidupnya korban tidak memiliki keluhan penyakit apapun”, terang salah satu petugas kepolisian polsek Girisubo.

Kapolsek Gieisubo, AKP Wasdiyanto menerangkan bahwa peristiwa tersebut di ketahui pertama kali oleh kerabat Suprapto yang pagi itu hendak mengantar makanan. Namun ketika akan masuk rumah, masih mendapatinointu dalam keadaan terkunci.

“Kemudian Tukiyah masuk melalui pintu belakang, dan mendapati Suprapyo sudah dalam keadaan tergantung dengan seutas tali di ruang tengah rumahnya.” jelasnya

Diketahui latar belakang korban ber KTP di padukuhan lain yaitu di dudun Kasihan Kalurahan Balong kemudian korban tinggal sendir di rumah kerabat yang berada di dusun Balong Kalurahan Balong.

Setelah dilaksankan oleh TKP kemudian korban diserahkan kepada keluarga korban, untuk dimakamkan.

(Redaksi)

 

Continue Reading

Peristiwa

Telah Meninggalkan rumah Sularto Warga ngelo rt 02/10 Kemadang Tanjungsari

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, Suarametropolitan.com – Meninggalkan rumah sekitar Pukul 23:30, dengan mengenakan pakaian batik warna putih, celana adidas, tangan kanan ada bekas jahitan habis operasi.
Atas perintah komandan SAR DIY Distrik GK dari mako pukul 22.00 wib menerjurkan 15 personil dengan 3 armada R4 ditambah 1armada R2.

Personil melakukan assesment dan mengadakan koordinasi dengan keluarga, warga, serta potensi lain kemudian membagi 3 sru yaitu,
SRU 1: 8 personil dibantu warga melakukan penyisiran di sisi kiri titik terakhir di ketahui (perbukitan), SRU 2: 9 personil juga dibantu warga untuk menyisir dari sisi kanan atau titik terakhir di ketahui, (persawahan). SRU 3: 2 personil menyisir atas dasar validasi informasi dari masyarakat atau saksi-saksi yang berhasil dihimpun. (23:00.Wib).

Pukul 01.15 wib Informasi dari SRU 3 yang melakukan validasi dari saksi-saksi menyatakan bahwa jam 8pagi survivor diketahui berjalan di jalan pemukiman di dusun Kelepu Banjarejo desa sebelah mengarah ke arah Kantor kecamatan Tanjungsari jarak _+ 2kilo
Kemudian seluruh SRU ditarik mundur untuk kembali melakukan koordinasi.

Salah satu anggota SAR DIY, Nyanyang membenarkan bahwa memang benar adanya warga yang tengah dalam pencarian karena telah meninggalkan rumah tanpa berpamitan.

“Malam ini kami dan jajaran tim relawan serta warga masyarakat melakukan penyisiran atau pencarian kepada saudara Sularto yang pergi tanpa berpamitan”, Terang Nyanyang.

Dari hasil olah data lapangan dan koordinasi dengan pihak keluarga, warga, pemangku wilayah, dan potensi terlibat maka diputuskan untuk menghentikan pencarian dan mengarahkan pihak keluarga untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat.

Personil lengkap kembali ke mako SAR DIY Distrik GK pukul 01.45 wib. Potensi terlibat adalah, SAR DIY, Tagana, Warga dukuh setempat.

(Redaksi)

 

Continue Reading

Budaya

Pesan H.Sunaryanta: Jangan Sampai Hal Yang Berkaitan Dengan Alam Dijual Belikan

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, (21/04/2021), Suarametropolitan.com — Menurut laporan kegiatan humas kriminal 2 yang disampaikan melalui Grup Whatsapp, pada Hari Selasa tanggal 20 April 2021 Pukul 16.30 wib di komplek masjid Al Falah dan balai Kalurahan Nglindur dilaksanakan kegiatan buka bersama.

Hadir dalam acara buka bersama tersebut, Bupati Gunungkidul H.Sunaryanta, Panewu Girisubo Alsito,S.Sos, Kapolres Gunungkidul
AKBP Agus Setiawan S.I.K, Dandim 0730 Gunungkidul Letkol Noppy Laksana Armyanto,Kapolsek Girisubo
Akp Wasdiyanto, SH, Danposmil Peltu Hervianto.

Takmir masjid Al Falah memberi sambutan berisikan harapan kepada pemerintah kabupaten Gunungkidul, agar mendampingi supaya wilayahnya tidak dikuasai oleh pihak lain.
“Semoga pemerintah kabupaten agar senantiasa mendampingi agar wilayah tidak dikuasai oleh pihak lain
-semoga bapak bupati bisa mengayomi dan sukses selalu, dan menjadi pantutan bagi warga gunungkidul yang sejahtera”, sambut Takmir.

Kemudian H.Sunaryanta memberikan tanggapan sebagai bentuk terimakasih atas pengadaan buka bersama, dan menyampaikan beberapa prediksi kedepan untuk wilayah Girisubo.

“Mudah-mudahan senantiasa diberikan kelancaran lahir dan bathin bagi warga girisubo dan sekitarnya
-suatu kebanggaan bisa berkumpul dalam acara ini karna dalam sekian banyaknya masjid tidak sempat dikunjungi semua, masjid al falah, nglindur, girisubo adalah masjid pertama kali bagi saya berkunjung,
wilayah selatan suatu saat nanti bisa jadi bukan milik masyarakat, bisa jadi milik orang lain atau diambil alih, di tahun 2023 akan terkoneksi semua, tentu ekonomi akan meningkat, untuk itu jangan sampai hal yang berkaitan dengan alam dijual belikan, karna tidak tau kedepannya akan seperti apa
fenomena yang terjadi di gunungkidul, perceraian termasuk kasus yg cukup luar biasa di gunungkidul dan kasus bunuh diri juga dimohon dengan sangat tolong orang-orang terdekat agar dikasih tau, dan memberi pencerahan kepada orang-orang tersebut.sampah dibuang sembarangan tolong jangan sampai ada kejadian lagi maupun kejadian kekerasan yang sekarang ini sedang marak maraknya”, sambutnya.

Dalam acara tersebut juga menyampaikan bentuk bingkisan bantuan dana romadhon sebesar 3 juta rupiah, Bingkisan safari romadhon 3 unit wireless portable, serta Bingkisan bantuan tempat ibadah dari sarpras Kabupaten Gunungkidul sejumlah 5 juta rupiah.

(Rep/post: Supadiyono)

Continue Reading

Berita Terpopuler