Connect with us

Hukum

Ditahan KPK, Wahyu Setiawan Akan Mundur dari KPU

Published

on

Spread the love

Jakarta – Komisioner KPU Wahyu Setiawanditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap. Wahyu mengaku akan segera mengundurkan diri dari KPU.

Wahyu Setiawan menuliskan pesan itu dalam surat terbuka. Surat itu diserahkan ke wartawan ketika dia resmi ditahan oleh KPK pada Jumat (10/1/2020).

“Dengan saya telah ditetapkan sebagai tersangka maka dalam waktu segera saya akan mengundurkan diri sebagai anggota KPU,” tulis Wahyu.

Dia juga meminta maaf kepada masyarakat Indonesia serta seluruh jajaran KPU. Wahyu mengaku kasus yang menjeratnya ini adalah masalah pribadi.

“Ini murni masalah pribadi saya dan saya menghormati proses hukum yang sedang dilakukan KPK. Insyaallah sebagai warga negara, saya menghormati proses hukum dan saya juga akan melakukan upaya-upaya sebagai mana mestinya,” ucap Wahyu saat keluar dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan 4 orang tersangka yaitu Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina sebagai orang kepercayaan Wahyu Setiawan dan juga mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu, Harun Masiku sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari PDIP, dan Saeful sebagai swasta. Wahyu dan Agustiani ditetapkan sebagai tersangka penerima suap, sedangkan Harun dan Saeful sebagai tersangka pemberi suap.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu Setiawan diduga menerima duit Rp 600 juta terkait upaya memuluskan permintaan Harun Masiku untuk menjadi anggota DPR PAW. Duit suap ini diminta Wahyu Setiawan dikelola Agustiani Tio Fridelina (ATF)

Ibnu Hariyanto – detikNews

Sumber : detik.com

 

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budaya

Sultan HB X: Kendaraan Bermotor Warga Jogjakarta Bebas Denda Atminitratif

Published

on

Spread the love

 

Yogjakarta, Suarametropolitan.com – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan keringanan bebas biaya adminitratif untuk kendaraan bermotor bagi warga Jogjakarta.

Bebas biaya tersebut, seperti dalam video unggahan di berbagai media sosial, yang menerangkan bahwa Sultan HB X menjelaskan perihal sebagai berikut.

 

(SupadiTW)

Continue Reading

Hukum

Kembali Terjadi, Aksi Brutal Terhadap Jurnalis TV Nasional di Lampung Utara

Published

on

Spread the love

LAMPUNG UTARA (Suarametropolitan.com) – Aksi Brutal dan premanisme terhadap jurnalis kembali terjadi, hal ini di alami oleh Ardy Yohaba Jurnalis Stasiun Televisi Swasta Nasional (Indosiar). Pemukulan dan perampasan camera serta dihalangi tugas jurnalis yang tengah bertugas meliput pertandingan sepak bola Piala Bupati Cup 2020 Yang digelar pada Stadion Sukung Kelapa Tujuh Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung utara, jumat (27/08).

Pemukulan dan perampasan yang dilakukan oleh Ketua Panitia Bupati Cup Juanda Basri ketika hendak meminta Keterangan dari Pihak Panitia, penanggung jawab pertandingan, terkait adanya kericuhan soal Penilaian Skor pada pertandingan yang berlangsung kemarin.

“Kemarin saya hendak bermaksut untuk melakukan wawancara. Kepada Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kabupaten Lampung Utara Boy Salani. Mengenai Kericuhana Soal Penilaian Skor pertandingan Kemarin,” ucap Ardi Yohaba Kepada awak media.

Lanjutnya. Ketua Koni Kabupaten Lampung Utara, memberikan arahan supaya menemui Ketua Panitia Bupati Cup (Juanda Basri), karna kapasitas yang layak untuk di mintai wawancara adalah Ketua panitia.

“Saya ketika bertemu dengan ketua panitia bupati cup (Juanda Basri). Saya menunjukan identitas saya sebagai media dan menjelaskan kedatangan saya. Pas saya mau mewawancarai dia. Kamera saya di rampas dan dia marah serta ada pukulan yang di layangkan kepada saya tepat pas di pelipis muka saya, serta kamera saya rusak,” Jelasnya.

Atas perlakuan yang dialaminya, Ardy Yohaba bersama Deferi Zan (Ketua) dan Heri yanto (Sekertaris) Badriansyah dan jajaran Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (Dpc Awpi) Kabupaten Lampung Utara melaporkan peristiwa yang di alami nya ke Mapolres Lampung utara, laporan diterima langsung oleh Ka.Spkt. Ipda Pol. Irwanto, Unit Sentra Pelayanan (SPKT) dengan nomor Laporan Polisi : LP / 855 /B / VIII / 2020 / POLDA LAMPUNG / RES L.U.

(Sumber : AWPI Lampung)

Continue Reading

Hukum

Selangkah Lagi Abu Janda Dijebloskan ke Penjara, Saksi Pelapor Sudah Diperiksa, Begini Hasilnya

Published

on

Spread the love

JAKARTA- Polisi telah rampung memeriksa saksi pelapor terkait laporan yang dilayangkan terhadap Permadi Arya alias Abu Janda tentang dugaan ujaran kebencian.

Sekjen Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) Judju Purwanto mengatakan, pihaknya sebagai pelapor Abu Janda telah diperiksa pada Sabtu (30/5).

“Sudah selesai pemriksaan (pada Sabtu 30 Mei),” kata Judju saat dikonfirmasi Pojoksatu, Senin (1/6).

Judju menyebut, ada 15 pertanyaan yang dilayangkan penyidik terhadap para saksi pelapor.

Dalam pemeriksaan itu, ia mengklaim bahwa pihaknya sangatlah kooperatif.

“Ada 15 pertanyaan (dari penyidik),” ungkapnya.

Diketahui, Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) telah mempolisikan Abu Janda pada 10 Desember 2019. Laporan itu teregistrasi di Bareskrim dengan surat STTL/572/XII/2019/Bareskrim

Bareskrim memulai penyelidikan terhadap laporan itu pada akhir Mei 2020. Penyelidikan itu dimulai dengan meminta keterangan Abu Janda sebagai saksi.

IKAMI melaporkan Abu Janda karena diduga telah melakukan ujaran kebencian lewat media sosial dengan menyebut bahwa teroris punya agama. Agama itu, kata Abu Janda, adalah Islam.

Sumber: Pojoksatu.id

Continue Reading

Berita Terpopuler