Connect with us

Peristiwa

Dugaan Terbaru Hilangnya Thoriq Saat Mendaki Gunung Piramida, Badannya Diduga Jatuh ke Jurang

Published

on

Thoriq Rizki Maulidan pendaki yang dilaporkan hilang di gunung Piramid - Instagram @pendakilawas
Spread the love

SuaraMetropolitan.com – Kabar tentang hilangnya pendaki remaja bernama Thoriq Rizki Maulidan saat mendaki Gunung Piramida di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, banyak menyita perhatian masyarakat.

Thoriq hilang ketika hendak berburu sunset bersama teman-temannya.

Kronologi hilangnya Thoriq itu seperti rilis yang dikeluarkan Search and Rescue (SAR) atau Basarnas Jember.

Rilis atas hilangnya Thoriq di Gunung Piramid itu diunggah oleh akun @Venusi_ass.

“Telah tejadi musibah pendaki hilang, 4 orang siswa SMP melakukan pendakian menuju puncak Piramid pada sekitar pukul 05.00 WIB.”

“Setelah turun dari puncak tersebut satu orang anggota tidak kunjung turun ke bawah, kemudian rekan-rekan korban melaporkan kejadian tersebut.

“Pendaki dilaporkan hilang/terjatuh ke dalam jurang gunung Piramid. Warga pada malam hari melakukan pencarian hingga pagi hari namun hasil masih nihil.”

Kegiatan gabungan Basarnas, TNI, Polisi, BPBD dan PMI Bondowoso melakukan pendakian mencari jejak Thoriq Riski Maulidan, pendaki muda yang dikabarkan hilang di Gunung Piramida, Kabupaten Bondowoso, Selasa (2/7/2019). (Novelia Sri Yulianti?/INFO BONDOWOSO/FB)

Disebutkan korban bersama teman-temannya mendaki Gunung Piramid pada Minggu (23/6/2019).

Thoriq awalnya mendaki bersama tiga temannya namun sebelum puncak satu teman korban memutuskan turun karena kelelahan.

Ia lalu melanjutkan pendakian bersama dua orang temannya.

Tetapi sebelum sampai puncak, mereka mengurungkan niat dan memutuskan turun. Saksi melihat dua orang teman korban turun dengan berlari sambil memberi peringatan jalur di atas licin.

Thoriq Riski Maulidan, pendaki muda yang dikabarkan hilang di Gunung Piramida, Kabupaten Bondowoso, Senin (24/6/2019) (Abdie Senno?INFO BONDOWOSO/FB)

Ternyata dua teman korban turun sudah tanpa Thoriq Rizki Maulidan. Sesampainya di bawah, kedua teman korban tidak berhasil menemukan Thoriq.

Mereka kemudian bergegas melaporkan kejadian kepada warga sekitar dan langsung dilakukan pencarian. Pencarian Thoriq kemudian dilakukan oleh PMI Kabupaten Bondowoso, Basarnas, TNI dan warga sekitar.

Akun Instagram @PMIkabupatenbondowoso merilis bahwa Thoriq belum ditemukan hingga Senin (1/7/2019).

“Baik teman-teman hari ini sudah hari ke tujuh di manas posisi Thoriq belum bisa ditemukan, ini masih nihil. Di sini jam 17.24 WIB. Saya bersama teman-teman dan warga setempat.”

Kegiatan gabungan SAR, TNI dan PMI Bondowoso melakukan pendakian mencari jejak Thoriq Riski Maulidan, pendaki muda yang dikabarkan hilang di Gunung Piramida, Kabupaten Bondowoso, Senin (24/6/2019) (Novelia Sri Yulianti?/INFO BONDOWOSO/FB)

“Teman-teman relawan ini sedang berkumpul, kami melaporkan dari pos bayangan di atas pos satu sampai saat ini kondisi Piramid sudah berkabut,”

“Semoga besok masih ada kabar baik, saya mohon doanya, terima kasih,”  ujar seorang relawan yang turut mencari Thoriq Rizki Maulidan.

Kemudian PMI Bondowoso merilis bahwa operasi SAR dihentikan sesuai kesepakatan bersama keluarga. Operasi akan kembali dibuka jika terdapat tanda-tanda keberasaan korban.

“Disepakati bersama keluarga dan Seluruh Unsur yg terlibat Operasi SAR dihentikan dan dilanjutkan pemantauan, jika terdapat tanda-tanda akan keberadaan Korban maka Operasi SAR akan di buka kembali,” tulis rilis PMI Kabupaten Bondowoso.

Thoriq pendaki yang dilaporkan hilang di gunung Piramid (Instagram @pendakilawas)
Sementara di media sosial beredar video yang disebut seorang pendaki meminta tolong.

Dalam video berdurasi 25 detik itu terdengar suara orang berteriak minta tolong.

Video itu dilengkap dengan kalimat “Thoriq minta tolong tapi tidak tau di mana.”

Kepala Kantor SAR Surabaya Budi Prasetyo menyebutkan sumber video itu tidak jelas. Dia meminta masyarakat lebih selektif dan cermat terhadap beredarnya video tersebut.

“Masyarakat harus cerdas dan bisa berpikir rasional atas video tersebut karena sumber video tidak jelas,”

“Masuk akal enggak video itu, siapa yang merekam. Kalau betul, berarti yang bersangkutan ada di dekatnya, kenapa tidak menolongnya,” ujar Budi seperti dikutip dari Kompas, Selasa (2/7/2019).

 

Sumber, Tribunstyle.com

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Belum Mengantongi Ijin IMB, Pembangunan Tower Diduga Ilegal

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, Suarametropolitan.com, — Pembangunan tower atau menara Base Transceiver Station (BTS) untuk menara telekomunikasi di wilayah Padukuhan Kedung,  Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul diduga belum mengantongi Ijin (IMB)

Ironisnya, ditengah pandemi Covid-19, yang terdapat Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro, ada sejumlah pekerja dari luar wilayah Gunungkidul yang ikut terlibat dalam pembangunan proyek namun tidak disertai dengan surat kesehatan bebas Covid.

Salah seorang perwakilan dari perusahaan, Agus menjelaskan bahwa tower tersebut milik PT. Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk. Dan saat ini sudah mulai melakukan proses pembangunan.

“Saat ini sudah masuk dalam tahap pengecoran pondasi,” terangnya.

Disinggung mengenai Ijin Mendirikan Bangunan, Agus megatakan bahwa pihaknya belum mengetahuinya. Dalam proyek tersebut, pihaknya bertugas untuk menyelesaikan perijinan dari lingkungan sampai tingkat Kapanewon.

“Untuk IMB kami komunikasikan dengan perusahaan dulu.” jelasnya.

Diketahui bahwa dalam pendirian suatu menara telekomunikasi yang tidak disertai izin lengkap itu termasuk ilegal, Dimana peraturan pembangunan menara telekomunikasi tersebut terdapat dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 02/Per/M.Kominfo/03/2008 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Menara Bersama Telekomunikasi (Permenkominfo 02/2008). Dimana pada Pasal 21 disebutkan, bahwa Pemerintah dan/atau Penerintah Daerah dapat memberikan sanksi administratif berupa teguran, peringatan, pengenaan denda, atau pencabutan izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Sementara, Lurah Karangtengah Siswanto Anwar membenarkan jika proyek pembangunan menara tersebut sudah berlangsung beberapa hari, dan terdapat pekerja dari luar daerah.

“Memang ada beberapa pekerja yang berasal dari luar Gunungkidul.” tuturnya

Namun begitu, pihaknya tidak mengetahui apakah pekerja dari luar tersebut sudah mengantongi surat keterangan bebas Covid atau belum, sesuai dengan paturan pemerintah

(Redaksi)

.

Continue Reading

Nasional

Gunungkidul: Gantung Diri Belum Ada Solusi, Masih Ada Juga Yang Nekat

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, (26/05/2021), Suarametropolitan.com, — Terjerjadi orang meninggal dengan cara gantung diri, identitas korban bernama Suprapto, Gunungkidul, 09 Juli 1960, Kasihan, Balong, Girisubo, Gunungkidul, DIY.

Sekira pukul 06.30, Tukiyah kerumah korban untuk mengantar sarapan. Sewaktu akan membuka pintu depan ternyata masih terkunci sehingga saksi lewat pintu belakang, sesampai didalam rumah Tukiyah terkejut melihat korban sudah tergantung diruang tengah. Melihat hal tersebut kemudian memanggil tetangga lainya mengabarkan bahwa korban meninggal gantung diri lalu melaporkan kepihak kepolisian setempat.

Setelah polisi menerima laporan kemudian langsung mendatangi TKP dan melaksanakan olah TKP, selanjutnya Koordinasi dengan petugas Puskesmas, mengidentitas saksi dan korban lalu melaksanakan visum luar bersama petugas puskesma Girisubo.

“Pada tubuh korban tidak ada tanda tanda bekas penganiayaan atau luka yang tidak wajar, selama hidupnya korban tidak memiliki keluhan penyakit apapun”, terang salah satu petugas kepolisian polsek Girisubo.

Kapolsek Gieisubo, AKP Wasdiyanto menerangkan bahwa peristiwa tersebut di ketahui pertama kali oleh kerabat Suprapto yang pagi itu hendak mengantar makanan. Namun ketika akan masuk rumah, masih mendapatinointu dalam keadaan terkunci.

“Kemudian Tukiyah masuk melalui pintu belakang, dan mendapati Suprapyo sudah dalam keadaan tergantung dengan seutas tali di ruang tengah rumahnya.” jelasnya

Diketahui latar belakang korban ber KTP di padukuhan lain yaitu di dudun Kasihan Kalurahan Balong kemudian korban tinggal sendir di rumah kerabat yang berada di dusun Balong Kalurahan Balong.

Setelah dilaksankan oleh TKP kemudian korban diserahkan kepada keluarga korban, untuk dimakamkan.

(Redaksi)

 

Continue Reading

Kesehatan

Sularto Yang Dinyatakan Hilang Sudah Diketemukan Oleh Tim SAR DIY Distrik Gunungkidul

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, Suarametropolitan.com — Pada hari ini Rabu 19 mei 2021 pukul 10:39 wib telah di ketemukan survivor yang bernama Sularto, Padukuhan Ngelo, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, yang telah meninggalkan rumah pada Senin 17 Mei 2021, yang kemudian dilakukan pencarian pada Hari Kamis malam 18 Mei 2021, dilaporkan sudah di ketemukan.

Menurut keterangan salah satu anggota SAR DIY, yakni Nyanyang diketemukan orang yang dinyatakan hilang tersebut di area ladang karang anyar wilayah pedukuhan Dayakan, Kalurahan Kemiri Kapenawon Tanjungsari. (team SAR Diy Distrik Gunung Kidul, Nyanyang cs)

“Beberapa hari lalu Sularto di nyatakan hilang oleh pihak keluarga, dan pada siang ini, Rabu 19 Mei 2021 berhasil diketemukan oleh tim dalam keadaan lemas”, Terang Nyanyang.

Dikatakan juga timnya dibantu dukungan armada dari Tagana untuk evakuasi ke pihak keluarga dan langsung di bawa ke puskesmas Terdekat untuk ditangani oleh tim medis dikarenakan ada beberapa luka ringan di tangan dan pada kaki.

(Redaksi)

Continue Reading

Berita Terpopuler